E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

M. Thahir, ZI dan WBBM Harus Terbumikan di Kanwil Kemenag Jambi

Dibaca: 1132 kali, Dalam kategori: Pemerintahan, Diposting oleh: Admin lihat profil
pada tanggal: 2015-08-20 13:47:00 wib


M. Thahir, ZI dan WBBM Harus Terbumikan di Kanwil Kemenag JambiKepala Kantor Kemenag Provinsi Jambi menegaskan bahwa Zona Integritas dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Mandiri (WBBM) harus membumi di seluruh satker Kemenag Jambi, dan terinternalisasi di ASN Kemenag Jambi.

“Itjen sudah menetapkan dua Kankemenag Jambi sebagai Pilot Project ZI dan WBBM. Hanya saja kita ingin tidak hanya dua kankemenag. ZI dan WBBM harus terbumikan di seluruh Kankemenag dan satker lainnya di lingkungan Kanwil Jambi,” terang Kakanwil Kemenag Jambi M.Thahir ketika diminta keterangannya terkait program implementasi ZI dan WBBM di sela menunggu kedatangan Menag Lukman Hakim Saifuddin di VIP Bandara Sultan Thaha, Kamis (20/8). Kunjungan kerja Menag ke Jambi dalam rangka menghadiri Wisuda Sarjana IAIN Jambi dan pembinaan bagi pegawai Kemenag di Jambi.

Sebelumnya Inspektorat Jenderal Kementerian Agama telah menetapkan dua Kantor Kemenag di lingkungan Kanwil Provinsi Jambi yaitu Kankemenag Tanjung Jabung dan Batanghari sebagai Pilot Project implementasi Zona Integritas dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Mandiri (WBBM). Penetapan ini langsung dilakukan Inspektur Jenderal M. Jassin saat kunjungan kerjanya ke Kankemenag Provinsi Jambi.

Dikatakan Thahir, Menag dalam arahannya kepada pegawai Kemenag di Jambi ini dalam rangka salah satunya untuk mengangkat citra Kemenag yang sempat mendapat sorotan adanya praktek koruptif, juga menekankan kepada ASN Kemenag Jambi untuk melaksanakan ZI secara nyata dan sungguh-sungguh.

“Ini upaya mengikis persepsi masyarakat tentang Kemenag yang tidak bersih dari gratifikasi. Kami mengundang bapak Menag untuk melakukan pemantapan kepada seluruh aparatur Kemenag hingga ke bawah tentang ZI dan WBBM,” imbuh Thahir yang sudah delapan bulan menjabat Kakanwil.

Thahir berharap selanjutnya mereka khususnya pimpinan satker nilai-nilai yang digariskan Menag terkait ZI, WBBM dan 5 Nilai Budaya Kerja Kepada seluruh jajaran di bawahnya.

“Sudah terlihat ada titik perubahan yang diharapkan, dan masyarakat menilai sudah terbuka, dan itu hal yang sangat baik dan positif,” kata Kakanwil yang pernah menjabat Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Jambi..

Ditanya terkait dengan penilai kinerja pegawai setelah pencanangan 5 nilai budaya kerja, ia melihat ada perubahan, minimal mindset. Ia mengaku merubah mindset tidak bisa drastis, tapi dilakukan bertahap, ini jadi tantangan tersendiri.

“Seluruh satker dikumpulkan, dan setelah menerima pemantapan dari Menag, mereka diarahkan untuk langsung action dan tidak mensosalisaiskan saja, tapi membumikan,” ujar Thahir.

Thahir menandaskan, sikap melayani terhadap publik harus jadi sikap yang dimiliki ASN Kemenag khususnya di Jambi, miminal dari konteks terdekat yaitu pelayanan haji di embaraksi antara nanti. Thahir mengatakan, salah satu wujud dari adanya perubahan pelayanan publik adalah raihan ketiga KUA Teladan Nasional dan keluarga sakinah Teladan dengan predikat keempat.

Selain merubah mindset yang dinilai paling berat, dan masih ditemukanya indikasi gratifikasi layanan nikah, namun ia optimis ini akan berhasil hanya membutuhkan waktu. Ia mengaku terbuka dengan pengaduan masyarakat melalui handphone, dan langsung telepon bila ada indikasi aduan tersebut benar.

“Semua laporan akan tetap ditindaklanjuti setelah melakukan tabayyun atas informasi yang disampaikan, ini kerja berat dan keras. Prinsip keterbukaan saya kedepankan,” ucap Thahir.

Terkait dengan potret kerukunan di Provinsi Jambi, Thahir mengatakan sejauh ini terjaga baik, meski ada ganjalan terkait dengan pendirian rumah ibadah, meski ada Surat Keputusan Bersama yang mengatur, tapi secara keseluruhan potret kerukunan kondusif.

Diminta penjelasannya tentang persiapan pemberangkatan jemaah haji, Thahir menjelaskan bahwa pemrov Jambi sangat mendukung penyelenggaraan dan pelayanan bagi jemaah haji, di antaranya hibah aset Pemda untuk asrama haji, dukungan penuh transportasi domestik mengangkut jemaah haji dari Jambi ke embarkasi Batam sesuai aturan yang berlaku.

“Transportasi domestik dari Jambi ke embarkasi Batam tidak dibebankan kepada jemaah,” ucapnya.

Tahun ini, jemaah haji Jambi setelah pemotongan 20 persen berjumlah 2091 jemaah, 5 kloter, 4 kloter penuh, kloter 5 gabungan dengan Provinsi Riau. Kloter pertama berangkat dari embarkasi Batam tanggal 9 September 2015, namun masuk asrama haji Jambi tanggal 8 September 2015.

Jelang keberangkatan jemaah, Thahir berpesan agar menjaga kesehatan sebaik mungkin untuk menghadapi cuaca panas saat di tanah suci nanti. Ia juga menghimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan janji travel atau oknum yang menawarkan bisa memberangkatkan haji dengan biaya murah dan cepat. Karena dari laporan ada tawaran bisa berangkat haji cepat menggunakan kuota negara lain. Untuk haji khusus, Kakanwil minta PIHK untuk koordinasi dengan kantor Kemenag Wilayah terkait khususnya Kanwil Jambi. (dm/dm).

Sumber: http://kemenag.go.id

Bagikan Artikel ini ke Facebook