E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

PKB YANG DIHARAPKAN

Dibaca: 1712 kali, Dalam kategori: Umum, Diposting oleh: DRS. HERU SUSANTO lihat profil
pada tanggal: 2015-10-19 08:30:02 wib


PENYULUH KELUARGA BERENCANA
Oleh : Drs. Heru Susanto
Disampaikan Pada Hari Senin/12 Januari 2015
Di Kantor UPTKB Kecamatan Singaran Pati

PENYULUH KB/PLKB adalah Pegawai Negri Sipil ( PNS ) di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota berkedudukan di Desa/Kelurahan yang bertugas melaksanakan, mengelola, menggerakkan, memberdayakan serta menggalang dan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program KKB bersama institusi masyarakat pedesaan/ perkotaan di tingkat Desa/Kelurahan. PENYULUH KB/PLKB berperan ;
Pengelola pelaksanaan kegiatan Program Kependudukan dan KB di desa/kelurahan
Penggerak partisipasi masyarakat dalam program Kependudukan dan KB di desa/kelurahan
Pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam pelaksanaan program Kependudukan dan KBdi desa/kelurahan
Menggalang dan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program Kependudukan dan KB di desa/kelurahan
PENYULUH KB/PLKB berFungsi, merencanakan, mengorganisasikan, mengembangkan, melaporkan dan mengevaluasi program Kependudukan dan KB serta program pembangunan lainnya di tingkat Desa/Kelurahan.
PENYULUH KB/PLKB berTugas :
Perencanaan. PKB/PLKB dalam bidang perencanaan bertugas meliputi penguasaan potensii wilayah kerja sejak pengumpulan data, analisa penentuan masalah prioritas, penyusunan rencana kerja dan memfasilitasi penyusunan jadwal kegiatan tingkat RT, RW dan Desa/Kelurahan
Pengorganisasian. Tugas PKB/PLKB dibidang pengorganisasian meliputi memperluas pengetahuan dan wawasan program, rekruitmen kader, mengembangkan kemampuan dan memerankan kader/IMP dan mitra kerja lainnya dalam program Kependudukan dan KB. Bila di wilayah kerjanya tidak ada kader, PLKB/PKB diharapkan dapat membentuk kader, memberikan pelatihan/orientasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, memfasilitasi dan memberikan kesempatan yang lebih besar kepada kader untuk berperan sampai dengan pengembangan kemitraan dan jaringan kerja dengan berbagai instansi dan LSOM yang ada.
Pelaksana dan Pengelola Program . Tugas PLKB/PKB sebagai pelaksana dan pengelola melakukan berbagai kegiatan mulai penyiapan IMP/LSOM dan mitra kerja lainnya dalam melaksanakan program, memfasilitasi peran IMP/LSOM dan mitra lainnya penyiapan dukungan untuk terselenggaranya program Kependudukan dan KB di desa/kelurahan serta Advokasi, KIE/Konseling maupun pemberian pelayanan program KB (KB-KR) dan program KS-PK.
Pengembangan Tugas PLKB/PKB melaksanakan pengembangan kemampuan teknis IMP/LSOM dan mitra lainnya dalam penyelenggaraan program Kependudukan dan KB di desa/kelurahan

Evaluasi dan Pelaporan
Tugas PLKB/PKB dalam evaluasi dan pelaporan progam Kependudukan dan KB sesuai dengan sistem pelaporan yng telah ditentukan secara berkala.
Rincian KegiatanBerdasarkan keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor: KEP/120/M.PAN/9/2004 tentang jabatan fungsional penyuluh keluarga berencana dan angka kreditnya disebutkan rincian kegiatan dari PKB sebagai berikut:
1) Kegiatan PKB terampil sesuai dengan jenjang jabatan adalah sebagai berikut:
PKB Pelaksana Pemula:
Melakukan pendataan KB
Melakukan pengisian form pendataan Institusi masyarakat Pedesaan/Perkotaan
Membuat peta pendataan Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan (IMP) dan organisasi Non Pemerintah tingkat desa/Kelurahan
Membuat penomoran IMP
Melakukan komunikasi Informasi Edukasi (KIE) KB kepada masyarakat secara perorangan
Melakukan fasilitasi kepada kader
Menyalurkan alat kontrasepsi ke tingkat desa/Kelurahan
Mengumpulkan data pelayanan KB di Klinik
Menyiapkan sarana dan prasarana pelayanan dalam kegiatan KB keliling/Posyandu
Menyusun laporan pelayanan terpadu (Bina Keluarga, UPPKS)

PKB Pelaksana:
Menyusun rencana pendataan dan pemetaan wilayah kerja tingkat Desa/Kelurahan
Melaksanaan pendataan KB dengan mengolah data wilayah Desa/Kelurahan
Menyiapkan pendataan IMP dan ORNOP dengan membuat rencana kerja
Membuat peta pendataan IMP dan ORNOP tingkat kecamatan
Menyusun rencana operasional bulanan KB tingkat Desa/Kelurahan
Mengembangkan media KIE KB dalam bentuk spanduk atau umbul-umbul
Menjadi tim lomba KB Nasional, tingkat Desa/Kelurahan
Menjaga stand dalam setiap pameran KB Nasional
Melakukan fasilitasi kepada kelompok KB/KS
Menjadi peserta mini lokakarya
Menyalurkan alat kontrasepsi ke tingkat Kecamatan
Mendapatkan akseptor/peserta asuransi KB
Membuat laporan hasil pelayanan KB Keliling/Posyandu
Melakukan rujukan medis ke tempat pelayanan kesehatan
Melakukan pelayanan terpadu dan pendampingan kegiatan terpadu (Bina keluarga, UPPKS)

PKB Pelaksana Lanjutan:
Menyusun rencana pendataan dan pemetaan wilayah kerja tingkat kecamatan
Melaksanakan pendataan KB dengan menyajikan hasil pengolahan data Desa/Kelurahan
Membuat laporan pendataan di wilayah kerja
Melakukan sosialisasi hasil pendataan tindkat desa/kelurahan
Melakukan persiapan pendataan IMP dan ORNOP dalam membuat rencana kerja tingkat kecamatan
Memberikan pembekalan kepada kader, masyarakat, tokoh formal/informal tingkat desa/kelurahan
Melakukan pendekatan kepada IMP dan ORNOP tingkat desa/Kelurahan
Menyusun rencana operasional bulanan KB tingkat kecamatan
Mengembangkan media KIE KB Nasional dalam bentuk transparan
Mengembangkan media KIE KB nasional dalam bentuk media sederhana
Melakukan KIE KB nasional kepada masyarakat secara berkelompok
Menyiapkan sarana KIE dengan mobil penerangan (mupen) KB
Menjadi tim lomba KB Nasional tingkat kecamatan
Melakukan fasilitasi kepada Sub PPKBD
Melakukan fasilitasi kemitraan instansi pemerintah dan non pemerintah tingkat desa/kelurahan
Menyusun materi rakor/raker KB tingkat desa/kelurahan
Menjadi penyaji dalam mini lokakarya
Memberikan pembekalan dan informasi kepada kader
Menyiapkan sarana dan prasarana pelayanan KB kepada kader
Membimbing kegiatan pendewasaan usia perkawinan

PKB Penyelia
Membuat peta wilayah kerja hasil pendataan
Melakukan sosialisasi hasil pendataan tingkat kecamatan
Memberikan pembekalan kepada kader, masyarakat, tokoh formal/informal tingkat kecamatan
Melakukan pendekatan kepada IMP dan ORNOP tingkat kecamatan
Mengembangkan media KIE KB Nasional dalam bentuk poster
Mengembangkan media KIE KB Nasional dalam bentuk leaflet atau bilboard
Mengembangkan media KIE KB Nasional dalam bentuk media tradisional di pedesaan
Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan advokasi dan KIE KB tingkat kecamatan
Menjadi tim penilai lomba KB nasional tingkat kecamatan
Melakukan fasilitasi kemitraan instansi pemerintah dan non pemerintah tingkat kecamatan
Menyusun materi rakor/raker KB tingkat kecamatan
Memfasilitasi terlaksananya pelayanan KB oleh LSOM
Memberikan pembekalan dan informasi kepada masyarakat/tokoh formal
Mengidentifikasi sasaran, menganalisis dan menyusun rencana kebutuhan alat kontrasepsi di desa/kelurahan
Mengidentifikasi dan menyeleksi calon penerima bantuan pelayanan terpadu di desa/kelurahan
Melakukan pelayanan KB pada momentum strategis
Memberikan orientasi keterampilan kader IMP/POKTAN
2) Kegiatan PKB Ahli sesuai dengan jenjang jabatan, adalah sebagai berikut:

PKB Pertama
Menyusun rencana pendataan dan pemetaan wilayah kerja tingkat kabupaten/Kota
Melaksanakan pendataan KB dengan mengolah data wilayah kecamatan dan kabupaten/kota
Melaksanakan pendataan KB dengan verifikasi/validasi data
Menyiapkan pendataan IMP dan ORNOP dengan membuat rencana kerja tingkat Kabupeten/Kota
Membuat peta pendataan IMP dan ORNOP tingkat Kabupaten/Kota
Menyiapkan instrumen pendataan KB dengan menguji coba instrumen
Mengevaluasi pencapaian KB tingkat desa/kelurahan
Menyusun isi pesan KB Nasional untuk bahan advokasi/bahan KIE tingkat kecamatan
Menyusun rencana operasional bulanan KB tingkat kabupaten/kota
Mengembangkan media KIE Kb Nasional dalam bentuk banner
Melakukan KIE dengan mobil penerangan (MUPEN) KB
Melakukan uji coba materi dan media advokasi KIE KB Nasional
Mendesain pameran KB nasional di tingkat kecamatan
Melakukan fasilitasi kepada PPKBD
Menjadi peserta pada rakor/raker KB Nasional tingkat propinsi
Mengidentifikasi sasaran, menganalisis dan menyusun rencana kebutuhan alat kontrasepsi tingkat kecamatan
Mengidentifikasi dan menyeleksi calon penerima bantuan pelayanan terpadu di tingkat kabupaten/kota
Melakukan pengembangan wawasan pelayanan terpadu (bina keluarga, UPPKS)
Melakukan prakonseling KB
Memantau dan mengevaluasi pelayanan KB tingkat kabupaten/kota
Melakukan uji coba pengembangan model teknis penyuluhan KB Nasional dan pelayanan KB

PKB Muda
Melaksanakan pendataan KB dengan menginterpretasi dan analisis data
Memberikan pembekalan kepada kader, masyarakat, tokoh formal/informal tingkat kabupaten/kota
Menyiapkan instrumen pendataan KB dengan merancang instrumen
Mengevaluasi pencapaian KB tingkat kecamatan
Menyusun isi pesan Kb nasional untuk bahan advokasi/bahan KIE tingkat kabupaten/kota
Mengmbangkan media KIE KB nasional dalam bentuk asesoris
Melakukan KIE KB melalui surat kabar/majalah atau radio
Melakukan penyuluhan massa tentang KB Nasional
Melakukan pendekatan kepada ORNOP tingkat kabupaten/kota
Menjadi tim penilai lomba KB nasional tingkat kabupaten/kota
Menyiapkan materi pameran KB Nasional
Melakukan fasilitasi kepada POKTAN
Melakukan fasilitasi kemitraan instansi pemerintah dan non pemerintah tingkat kabpaten/kota
Menyusun materi rakor/raker KB nasional tingkat nasional
Menjadi peserta pada rakor/raker KB nasional tingkat nasional
Membentuk institusi masyarakat pedesaan/POKTAN
Mengidentifikasi sasaran, menganalisis dan menyusun rencana kebutuhan alat kontrasepsi tingkat kabupaten/kota
Melakukan konseling KB
Membuat umpan balik hasil analisis pelayanan KB tingkat kabupaten/kota
Mengembangkan model KB Nasional

PKB Madya
Melaksanakan pendataan KB nasional dengan penyajian hasil analisis data kecamatan dan kabupaten/kota
Menyiapkan instrumen pendataan KB
Mengevaluasi pencapaian KB tingkat kabupaten/kota
Menegmbangkan media KIE KB nasional dalam bentuk video, lagu, sandiwara, audio, CD dan film
Melakukan KIE KB melalui televisi
Memberikan advokasi kepada tokoh formal dan informal tingkat kabupaten/kota
Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan advokasi dan KIE KB nasional tingkat kabupaten/kota
Mendesain jenis lomba KB nasional tingkat kabupaten/kota
Mengembangkan model teknis penyuluhan KB nasional dan pelayanan KB
Mengevaluasi pengembangan model KB nasional




Lokasi Kerja PKB/PLKB
Sebagaimana telah di kemukakan di atas, PKB/PLKB bertanggung jawab atas wilayah kerjanya, yakni di desa/kelurahan. Namn untuk memperoleh hasil yang optima, dalam melaksanakan tugasnya tersebut pembagian waktu di atur sebagai berikut:
70% Berada di lapangan (wilayah kerjanya)
15 % Berada di klinik
15% Berada di kantor (kecamatan/desa/kelurahan)

Adapun rincian tugas di lokasi tersebut di atas adalah sebagai berikut:
Tugas PKB/PLKB di Lapangan
Menghubungi pejabat setempat/pendekatan tokoh formal
Orientasi daerah kerja untuk pendataan
Identifikasi dan pendekatan tokoh formal dan tokoh informal
Pembentukan kesepakatan kelompok
Penegasan kesepakatan
Mempersiapkan penyuluhan oleh tokoh masyarakat/kader
Penyiapan group pelopor dan penumbuhan institusi masyarakat
Mengkoordinasikan pelayanan KB, KS dan kependudukan
Pembinaan kependudukan
Pembinaan keluarga
Pencatatan pelaporan dan evaluasi

Tugas PKB/PLKB di klinik KB
Mempelajari data peserta KB, institusi masyarakat dan membandingkan dengan data desa/kelurahan
Menyampaikan kebutuhan program desa/kelurahan garapannya
Membantu kegiatan penerangan dan motivasi (KIE) kepada pengunjung klinik
Membantu kelancaran pelayanan kontrasepsi
Membantu pencatatan dan pelaporan di klinik KB
Membantu menbuat grafik pencapaian peserta KB, baik baru maupun ulangan
Membina hubungan kerja sama dengan petugas klinik KB
Tugas PKB/PLKB di kantor
Mengisi daftar hadir
Mempelajari rencana kerja yang telah di susun
Mempelajari input, proses dan output program
Membuat peta wilayah kerja
Merumuskan rencana kerja berikutnya
Mengikuti kegiatan staff mee ting
Menyelenggarakan pencatatan dan pelaporan
Seluruh kegiatan PKB/PLKB baik dilapangan, di klinik maupun di kantor haruslah tercatat dalam buku visum kerja PKB/{PLKB

Profil PKB/PLKB
Program Kependudukan dan KB tidak hanya sebagai upaya untuk mengendalikan kelahiran saja, namun menyangkut upaya-upaya yang berhubungan dengan pemberdayaan dan perencanaan keluarga menuju keluarga kecil bahagia sejahtera. Ini berarti bahwa program Kependudukan dan KB yang kita geluti selama ini adalah program investasi sumber daya manusia yang hasilnya tidak dapat seketika kita nikmati sebagaimana program-program yang bersifat fisik. Untuk mewujudkan semuanya itu, selain kelengkapan sarana penunjang, tidak kalah pentingnya adalah potensi dari sumber daya petugas lapangan keluarga berencana.
Keberadaan PKB/PLKB dalam mendiseminasikan program Kependudukan dan KB di lapangan harus selalu diikuti dengan berbagai kemampuan dan keterampilan untuk mengantisipasi tuntutan dan tantangan program Kependudukan dan KB dimasa sekarang dan masa yang akan datang. paling tidak memiliki “3 keunggulan” yang diharapkan dapat mengakomodir perubahan-perubahan yang terjadi dalam program Kependudukan dan KB.
Sekaitan dengan adanya perubahan lingkungan strategis maka dengan sendirinya profil PKB/PLKB yang diharapkan mempunyai berbagai aspek kemampuan yang meliputi:
Kemampuan Berkomunikasi.
Petugas lapangan PKB/PLKB sebagai agen dalam penyampaian KIE kepada khalayak sasaran diharapkan mampu melakukan komunikasi, informasi dan edukasi program Kependudukan dan KB kepada masyarakat dalam format wawan muka, kelompok maupun massa dalam ukuran desa. Dengan kemampuan ini petugas lapangan KB mampu membagi informasi mengenai anatomi fisiologi alat-alat reproduksi dan kontrasepsi kepada keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya serta mampu menjelaskan mengenai masalah gizi, kesehatan ibu dan HIV/AIDs. Ketika program Kependudukan dan KB diintegrasikan dengan berbagai program lain demi mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera, PKB/PLKB hampir tidak terlalu menemukan kesulitan untuk juga menjelaskan mengenai akses permodalan, pemasaran dan berbagai kegiatan untuk meningkatkan pendapatan keluarga (income generating), masalah perbankan dan lain-lain. Pada dasarnya kemampuan komunikasi petugas lapangan KB sudah didapatkan pada saat mereka diterima menjadi PKB/PLKB. Soal substansi, PKB/PLKB dapat diorientasi satu dua hari saja, selanjutnya mereka bisa meningkatkan pengetahuannya dari bahan bacaan dan pengalaman berbicara di lapangan. PLKB juga mampu memanfaatkan berbagai media seperti spanduk, umbul-umbul, poster dan media cetakan lainnya. Pada tingkat desa, PLKB merupakan salah satu petugas yang paling piawai dalam melakukan trik-trik komunikasi sekaligus mampu menerjemahkan pesan kedalam bahasa yang akrab dengan khalayak setempat.

Kemampuan Bekerja dengan Data.
Petugas Lapangan PKB/PLKB dalam pelaksanaan tugas bekerja berdasarkan peta dan data lapangan. Untuk itu proses pengumpulan, pengolahan, menyajikan dan memanfaatkan data kependudukan/ keluarga/demografi dan kesertaan ber-KB merupakan satu perangkat kerja yang harus dikuasai PLKB serta data wilayah dan potensinya, termasuk data Tokoh masyarakat dan kondisi sosial budaya masyarakat setempat, juga sangat dikuasai oleh PLKB. Oleh karena itulah, kalau PLKB ditugaskan menyelenggarakan suatu pertemuan di suatu RT atau kampung dia tidak akan kesulitan untuk melakukannya.
Kemampuan Membangun Jaringan/Koordinasi dengan berbagai pihak.
PKB/PLKB harus mampu membangun jaringan/koordinasi dengan berbagai pihak, tidak hanya dengan unsur pemerintah seperti Camat, Kepala Desa, Koramil, Polsek, Puskesmas dan lain-lain, PKB/PLKB juga mampu mengembangkan jaringan dengan Tokoh agama, tokoh masyarakat, mengembangkan berbagai institusi dan kelompok kegiatan Kependudukan dan KB yang ada di wilayahnya. Selain memanfaatkan kemampuan komunikasi dan data, jaringan kerja ini dibangun oleh PKB/PLKB dengan bermodalkan “kegigihan” dan “semangat pantang menyerah”. Untuk mendapat dukungan seorang tokoh, tidak jarang PKB/PLKB harus menunggu setengah hari, atau melakukan kunjungan pada malam hari. PKB/PLKB juga selalu siap membantu melakukan hal-hal di luar tugas pokoknya demi mendapatkan dukungan.
Berbekal tiga kemampuan yang merupakan keunggulan di atas, PKB/PLKB mampu menjadi event organizer sekaligus agen pembangunan Keluarga Berencana di tingkat akar rumput.
Agar memiliki sikap optimistis dan percaya diri dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis yang terjadi serta berhasil meningkatkan kinerja, baik program maupun organisasi, PKB/PLKB juga diharapkan memiliki profil seperti yang tergambar dalam penguasaan dan kemampuan berbagai aspek berikut :
Aspek Wawasan Program
Sebagai penggerak, PKB/PLKB harus memiliki wawasan yang luas tentang Program Kependudukan dan KB yang meliputi :
Pemahaman Visi dan Misi Program Kependudukan dan KB serta program pembangunan sektor lain yang terkait;
Pemahaman peluang, hambatan dan tantangan Program Kependudukan dan KB
Pemahaman berbagai substansi Program Kependudukan dan KB, baik program kependudukan, KB KR maupun KS PK, serta mampu melakukan penyesuaian berbagai kegiatan dalam lingkungan strategis wilayah kerjanya.
Aspek Manajerial
Sebagai pengelola, PKB/PLKB harus mampu :
Mengidentifikasi, menyiapkan, dan menggerakkan potemsi sumber daya manusia (SDM) pendukung Program Kependudukan dan KB (Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Lembaga Sosial Masyarakat dan institusi masyarakat peDesaan/perkotaan) sebagai mitra kerjanya;
Melakukan advokasi, KIE dan Konseling Program Kependudukan dan KB kepada sektor terkait/Toga/Toma, IMP dan mitra kerja lainnya;
Membentuk kesepakatan Program Kependudukan dan KB melalui berbagai forum yang ada dalam mekanisme operasional di tingkat Desa atau Gampong;
Menggalang kemitraan dalam mendukung berbagai kegiatan substansi Program Kependudukan dan KB di wilayah kerjanya;
Menggali dan memanfaatkan dukungan dana, daya, dan sarana yang ada di wilayah kerjanya.
Aspek Kemampuan Operasional
Sebagai pelaksana, PKB/PLKB diharapkan mampu :
Memahami mekanisme operasional serta peran dan langkah kegiatan PKB/PLKB dalam setiap simpul mekanisme operasional di Desa atau Gampong mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian sampai pada kegiatan evaluasi dan pelaporan;
Memahami potensi wilayah kerja melalui pendataan dan pemetaan wilayah kerja;
Membantu kader dalam mengumpulkan data dan mengakses informasi yang berkaitan dengan pemahaman potensi wilayah kerjanya;
Menganalisis, memvisualisasikan, dan mensosialisasikan data kepada sektor terkait dan mitra kerja lainnya;
Menemukan masalah dan menentukan prioritas masalah;
Menggalang potensi mitra kerja dalam menyusun rencana operasional di tingkat Desa atau di Gampong;
Menyusun rencana kerja bulana dan mingguan PKB/PLKB berdasarkan data basis dinamis;
Menetapkan langkah-langkah strategis dalam rangka mengantisipasi dan mengatasi masalah prioritas;
Melakukan advokasi program kepada para tokoh pembuat keputusan dan pembentuk opini;
Membantu mitra kerja dan kader dalam KIE dan komunikasi interpersonal dan konseling (KIP/K) dalam rangka mencapai sasaran program di wilayah kerjanya;
Membantu klien dalam rangka pelayanan kependudukan, KB KR dan KS PK;
Melakukan pengayoman dan rujukan sebagai tindak lanjut pelayanan
Melakukan kegiatan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi, serta menyampaikannya dan merespon umpan balik.
Aspek Motivasi Kerja
Sebagai pelaksana, PKB/PLKB hendaknya :
Memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi terhadap Program Kependudukan dan KB
Memiliki kesiapan dan kesediaan untuk bekerja keras dengan kemampuan maksimal;
Memiliki kesiapan dan kesediaan untuk bermitra dengan pihak lain;
Memiliki sikap positif terhadap program yang diembannya;
Mau belajar dari berbagai sumber ataupun dari pengalaman lapangan;
Selalu percaya diri dalam setiap penampilan atau momentum kegiatan.
Aspek Kepemimpinan
Sebagai pemimpin, PKB/PLKB hendaknya :
Bertanggung jawab atas keberhasilan dan kekurangan Program Kependudukan dan KB di Desanya;
Memiliki inisiatif dan tidak menunggu;
Terampil mempengaruhi dan menggerakkan partisipasi masyarakat;
Terampil melakukan komunikasi efektif;
Menjadi teladan dalam berbagai kegiatan program, dari hal-hal yang bersifat teknis sampai kepada hal-hal yang bersifat manajerial;
Memiliki kemampuan yang tinggi, kreatif, dan inovatif;
Berani dalam mengambil keputusan yang bijaksana, serta
Memiliki pengaruh atas dasar pengakuan.
Aspek Penunjang.
Pembinaan yang menyangkut aspek penunjang dilaksanakan upaya peningkatan dalam :
Pengelolaan dana, daya, sarana dan metoda.
Disiplin pegawai.












By : herususanto873@ yahoo.com

Bagikan Artikel ini ke Facebook