E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

2015 Lulusan SMK Mutlak Memiliki Sertifikasi Profesi Dalam Menghadapi Masyakarat Ekonomi ASEAN

Dibaca: 1318 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: MURSALIM, S. Kel lihat profil
pada tanggal: 2015-10-24 22:57:16 wib


2015 Lulusan SMK Mutlak Memiliki Sertifikasi Profesi Dalam Menghadapi Masyakarat Ekonomi ASEANSMK Negeri 3 Majene siap menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean atau era Pasar Bebas Asean. Tahun 2015 ini adalah tahun yang penuh tantangan bagi para guru dan pengelola SMK. Dalam waktu kurang dari empat bulan, perdagangan dan industri Indonesia dan negara Asia Tenggara akan masuk era liberalisasi pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN atau pasar bebas ASEAN mulai berlaku. Jika ingin tetap bisa bersaing, para alumni SMK harus berbenah. Sebab, daya saing beberapa sektor industri utama kita masih kalah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.
Salah satu contohnya adalah SMK Negeri 3 Majene, yang selama lima tahun terakhir bekerjasama dengan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar untuk membekali sertifikat profesi Basic Safety Training dan Buku Pelaut bagi para lulusan yang akan bekerja di atas kapal. Demikian pula untuk jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, para taruna dan taruni harus dibekali sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dengan menjalin MoU dengan pihak Politeknik Pertanian Negeri Pangkep yang bekerjasama dengan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan di Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Ini adalah syarat mutlak agar alumni kita tetap bisa bersaing dengan tenaga kerja yang akan masuk ke Indonesia sebagai dampak dari pasar bebas ASEAN.
Tentunya semua ini harus diprogramkan sedini mungkin. Di SMK Negeri 3 Majene yang juga biasa dikenal dengan SMK Kelautan Majene, sejak tahun 2008 telah mensertifikasi para guru produktifnya pada bidang keahlian masing-masing. Penulis (Mursalim, S. Kel) sebagai salah satu guru produktif pada Program Keahlian Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHPi) misalnya, telah memiliki sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dari Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sejak tahun 2008, dan tahun 2010 ibu Jumiati Saleh, S.Pi juga telah mendapat sertifikat tersebut pada instansi yang sama. Sertifikat HACCP ini adalah sertifikat dibidang jaminan Keamanan Pangan. Sehingga setiap produk pangan yang dihasilkan pemegang sertifikat ini adalah penjamin mutu tiap produknya. Demikian juga halnya pada Program keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan dan Nautikan kapal Niaga guru produktifnya telah dibekali dengan sertifikat Basic safety Training (BST) dari Kementerian Perhubungan yang bekerjasama dengan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar sejak tahun 2010.
Oleh karena itu, dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Siswa SMK mulai tahun ini harus diprogram sebaik mungkin, dengan menggunakan ferivier Eksternal yang memang memiliki kualifikasi akademik, pengalaman dan professional dibidangnya masing-masing. Selain itu, dalam masa pendidikan di SMK pihak sekolah harus membekali siswa dengan sertifikat keahlian sesuai dengan program keahlian yang ada di sekolah masing-masing. Sertifikasi profesi bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan kunci penting dalam meningkatkan daya saing mereka menghadapi persaingan tenaga kerja yang semakin ketat. Sertifikasi profesi juga menjadi modal penting untuk menembus pasar kerja di luar negeri,
Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, Mustaghfirin Amin menambahkan bahwa pihaknya sangat serius meningkatkan kualitas pendidikan SMK yang berujung pada meningkatnya daya saing lulusan SMK. Saat ini Kemendikbud sedang mengembangkan SMK Rujukan yang menaungi sejumlah SMK di sekitarnya. "Di SMK Rujukan tersebut nantinya akan digunakan untuk uji kompetensi lulusan SMK," kata Mustaghfirin disitus resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Menurut penulis, terdapat tiga pilar untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK yaitu: pendidikan, sertifikasi, dan penempatan kerja. "saat ini sedang disiapkan sebuah Majelis Kemitraan Pendidikan Kejuruan Indonesia untuk memperbaiki sistem pendidikan kejuruan, sertifikasi, dan rekrutmennya". Setelah itu penyusunan basis data lulusan SMK beserta kompetensinya harus dapat diwujudkan.

Pentingnya sertifikasi bagi lulusan SMK karena tenaga kerja asing yang akan membanjiri Indonesia membuat persaingan semakin ketat. "Selama ini memang tenaga kerja kita dicap sebagai unskilled labor, oleh karena itu sertifikasi terhadap keahlian mereka sangat penting," (Mursalim, S. Kel/Guru SMK Negeri 3 Majene).

Bagikan Artikel ini ke Facebook