E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

PENDIDIKAN ANTINEPOTISME UNTUK PEJABAT

Dibaca: 670 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: ONESIMUS OSIAS PULING,S.Pd lihat profil
pada tanggal: 2015-10-25 10:49:52 wib


PENDIDIKAN ANTINEPOTISME UNTUK PEJABAT'PENDIDIKAN ANTINEPOTISME UNTUK PEJABAT" Tulisan ini saya persembahkan untuk pejabat-pejabat di daerah. Victory News, Kamis 12 Maret 2015. Semoga Bermanfaat. Pendidikan antinepotisme jangan diajarkan kepada siswa di sekolah saja, melainkan juga seharusnya diajarkan kepada Pejabat-pejabat Daerah. Mengapa demikian? Karena pejabat-pejabatlah yang biasa melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu. Dalam dunia pendidikan dewasa ini, guru diminta untuk mengajarkan kepada siswa tentang pendidikan antikorupsi sejak dinih. Namun sebenarnnya bukan hanya pendidikan anti korupsi saja, tetapi anti nepotisme juga harus, karena nepotisme merupakan teman akrab dari korupsi dan kolusi. Nepotisme berarti lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungan bukan berdasarkan kemampuannya. Kata ini biasanya digunakan dalam konteks pelanggaran (Derogatory) dan biasanya terjadi di lingkungan pemerintahan. Kata nepotisme berasal dari kata Latin Nepo, yang berarti "keponakan"atau "cucu". Jika seseorang menduduki sebuah posisi strategis, maka dia akan mengambil keponakan, cucu bahkan bisa-bisa sebagian besar sanak familynya untuk menduduki posisi-posisi tertentu. Lebih ditegaskan lagi dalam undang-undang Repoblik Indonesia Nomor 28 Tahun 1999 tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, menyebutkan bahwa, nepotisme adalah setiap perbuatan penyelenggara negara secara melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarga dan atau kronisnya diatas kepentingan masyarakat, bangsa dan negara (pasal 1 angka 5). Negara suda banyak mengatur tentang itu, tetapi dibawah negara masih banyak manusia-manusia sia-sia yang bekerja menabrak aturan tersebut. Bangsa yang akan hancur adalah bangsa yang tidak mengajarkan pejabat-pejabatnya pendidikan Anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Oleh karena itu perdayakan guru-guru yang ada di Daerah, bukan hanya mengajarkan kepada siswa saja, tetapi perdayakan mereka untuk mengajarkan kepada pejabat-pejabat yang ada di daerah. Pertanyaannya apakah pejabat-pejabat mau diajari oleh guru? (Onesimus O Puling)
Foto Onesimus O Puling.

Bagikan Artikel ini ke Facebook