E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Pendidikan Sebagai Pilar Penguatan Gender

Dibaca: 555 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: ONESIMUS OSIAS PULING,S.Pd lihat profil
pada tanggal: 2015-10-25 10:51:17 wib


"Pendidikan Sebagai Pilar Penguatan Gender". Berbicara tentang perempuan di zaman dahulu, sama seperti berbicara budak atau pelayan. Di zaman dahulu perempuan hanya bisa berperan sebagai pelayan, jongos(waiter) atau budak(slave) sehingga untuk urusan yang lain perdmpuan dianggap tidak pantas melakukannya. Ketika pendidikan mulai menyentuh dunia,kaum hawa mulai mendapat tempt secara perlahan baik di lingkungan yang lebih kecil sampai di lingkungan yang lebih besar dan strategis. Dari pendidikan, pemahaman manusia mulai bergeser. Itulah peradaban manusia dalam melihat eksistensi kaum perempuan. Emansipasi perempuan mulai muncul di Indonesia beberapa perempuan aktif mengambil bagian dalam sejarah perjuangan kemerdekaan RI, seperti Cut Nya Din dan RA Kartini. Di Indonesia di zaman yang suda moderen ini, masih banyak perempuan yang belum merdeka hak-haknya secara utuh, bahkan masih banyak yang tersandra dalam perbudakan. Hal ini bisa kita lihat seperti penyekapan, penyiksaan tenaga kerja perempuan di beberapa daerah di dalam negeri dan beberapa TKW yang ada di luar negeri. Pertanyaan akan muncul, sampai kapan perempuan bisa merdeka seutuhnya dan memperoleh hak-haknya? Kalau pertanyaan demikian, maka saya mencoba mencari jawaban. Ternyata jawaban sementara yang didapat adalah pemerintahlah yang seharusnya lebih serius memperhatikan hak-hak dasar perempuan, dengan lebih memperkuat pendidikan gender kepada anak sejak usia dini. Karena, jika penguatan pendidikan gender itu dilakukan sejak dini kepada anak,maka dengan pendidikan itu bisa menjadi sebua pilar yang kuat dalam memperjuangkan kesetaraan gender. (Onesimus O. Puling)
Foto Onesimus O Puling.

Bagikan Artikel ini ke Facebook