E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Guru yang Nilai UKG Lebih Kecil

Dibaca: 1894 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: nnnnn nnnnn lihat profil
pada tanggal: 2015-11-11 05:16:58 wib


Bagi guru yang memperoleh nilai UKG yang lebih kecil sebaiknya jangan mensupervisi guru lain yang nilainya lebih besar. Kira-kira begitulah pandangan penulis.

Sejak diberlakukannya Permendiknas No. 35 tahun 2010 yang berisi Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, penulis menolak menjadi tim supervisor terhadap guru lain. Alasan penulis, semestinya guru tidak boleh dilibatkan dalam hal itu. Karena derajat kesamaan guru itu setara. Semestinya tetap pengawas dan kepala sekolah, yang berwenang.

Dan sejak ada UKG, sebaiknya pula pengawas dan kepala sekolah berpikir panjang untuk saklek kepada guru, bila nilainya lebih jelek daripada guru yang akan disupervisinya.

Khususnya kepala sekolah, hendaknya mawas diri untuk tidak merasa super di sekolah. Karena bukan hal yang mustahil, tenyata nilai UKG kepala sekolah anjlok seanjlok-anjloknya di bawah standar yang ditetapkan.

Memang UKG ini dilema buat guru, kepala sekolah dan pengawas. Termasuk juga kepada para Pasda, penulis berharap jangan arogan atau sok pintar, beginilah, begitulah, kalau nyatanya nilainya lebih buruk daripada guru yang ditatarnya.

Pada bagian D. Pengertian di butir 7 Permendiknas No. 35 Tahun 2010 ditulis “Tim Penilai Jabatan Fungsional Guru adalah tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang menetapkan angka kredit dan menilai prestasi kerja guru”.

Permendiknas ini perlu kiranya direvisi setelah ada UKG (uji kompetensi guru). Walaupun berlaku baru 2 tahun ini, tapi dengan adanya UKG, perlu dipikirkan lagi Permendiknas ini.

Bagikan Artikel ini ke Facebook