E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Kompetensi Profesional Menentukan Kualitas Lulusan

Dibaca: 549 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: nnnnn nnnnn lihat profil
pada tanggal: 2015-11-15 13:54:51 wib


Ada 4 standar kompetensi guru. Yang paling terasa adalah kompetensi profesional. Kompetensi profesional adalah kemampuan memberikan materi pengetahuan yang menjadi dasar diri seseorang disebut sebagai guru.

Kita tidak perlu memungkiri, bahwa tugas kita sebagai guru adalah mentransfer pengetahuan kepada peserta didik.

Ilmu pedagogik/pengajaran yang kita laksanakan di kelas adalah sebagai langkah untuk menunjang ilmu pengetahuan kita.

Di luar sini ada 2 kompetensi lagi yang ada pada diri guru, yaitu kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial.

Keempat kompetensi tersebut saling memengaruhi satu sama lain. Jika ke-4 kompetensi tersebut berpadu di dalam kelas, maka hasilnya tentu optimal.



Kompetensi Profesional



Apa yang akan kita lakukan, jika tidak ada ujian nasional ?

Alternatif jawaban :

1. guru tidak akan ngoyo memberi materi pelajaran

2. guru tetap ngoyo memberi materi pelajaran

Jawabannya terserah kepada kita.

Dari gambaran di atas, jelaslah, sesungguhnya tujuan kita mengajar adalah mentransfer pengetahuan, sesuai kompetensi profesional yang kita miliki masing-masing.

Semoga ke depannya UKG yang menelan dana 261 miliar rupiah ini tidak menjadi mudharat atau sia-sia.

Guru yang ikut UKG semestinya jangan yang mengajar di luar ijasahnya. Misalnya begini : ada guru yang berijasah pendidikan luar sekolah mengajar IPS, karena di sekolah tidak ada mata pelajaran ilmu luar sekolah.

Sertifikat sertifikasi guru harus diperbaiki dari sekarang. Sehingga tidak ada alasan bagi seorang guru untuk mencari pembenaran kalau dirinya tidak memperoleh nilai 5,50, karena mata pelajarannya berbeda dengan ijasahnya.



Guru kita Serba Bisa



Sejak awal kemerdekaan, kita memang memulai pendidikan dari hal yang biasa sampai yang terkini.

Menengok sejarah lampau, yang mana kita baru merdeka 70 tahun, tentunya sulit maju. Namun dengan membandingkan dengan negara tetangga kita, Malaysia, Singapura dan Vietnam, semestinya kita lebih baik. Sebab negara mereka belakangan merdekanya. Ada yang salah ?



Kita terlalu bangga mendapat sebutan "Guru yang serba bisa". Contohnya : Guru PAI mengajar Biologi. Masih mending kalau mengajarnya di SMP. Kalau mengajar di SMA, perhatikan lompatannya sudah sedemikian tinggi.



Dari sekarang mari kita hilangkan fenomena guru serba bisa ini. Sesungguhnya tidak ada guru yang serba bisa. Guru itu hanya menguasai satu bidang. Dan jika ini diolah terus, maka bidang yang satu ini akan melahirkan penerus ilmunya yang juga satu bidang.



Saat ini kita masih menganut ilmu gado-gado.



Kompetensi Siswa



Untuk yang satu ini, sering kali penulis ungkapkan dalam setiap tulisan. Guru tidak sepenuhnya bisa disalahkan atas kualitas siswa-siswanya. Bila gurunya sudah benar bidangnya, maka kualitas muridnya juga harus bagus. Tapi itu pun tergantung dengan input (masukan).

Bibit yang buruk kualitasnya tidak akan dipilih petani, sebab hasil panennya bisa merugikan proses pemeliharaan atau perawatannya. Begitu pula dengan kompetensi siswa yang buruk. Dipoles macam apa pun susah bagi guru menghasilkan output (keluaran) yang unggul.



Maka bila ada sekolah tertentu lebih baik akademiknya daripada sekolah yang lain, ada 2 kemungkinan :

1. Input siswanya memang baik

2. Hasil ujian nasionalnya penuh rekayasa.



Salam dari Penulis. Guru IPA SMP

Bagikan Artikel ini ke Facebook