E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

TNI DAN BPP SIAP BER SWASEMBADA PANGAN

Dibaca: 963 kali, Dalam kategori: Teknologi, Diposting oleh: Joesoef Soegiarto,SP lihat profil
pada tanggal: 2015-11-26 06:01:55 wib


Lahan kalau dikelola dengan baik maka hasilnya pasti baik Tidak mengenal hari dan tidak mengenal waktu BPK Babadan siap untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pola kerjasama anata TNI dan pertanian, pada hari sabtu tgl 14 Noember 2015 sebetulnya hari libur namun karena tuntutan pekerjaan kami siap di lahan sawah milik ketua kelompok tani : BERKAH TANI MAKMUR diketuai oleh : Khusnul Faizin. Pertemuan dalam rangka melakukan tanam pola SRI di lahan seluas : 20 ha di desa Trisono Kecamatan Babadan yang dihadiri oleh Kepala BPK, Petugas POPT, KTNA, Babinsa dan petani Penggarap.Pertemuan membicarakan tentang kegiatan peningkatan produksi tamanan pangan (padi) tahun 2015.
Dalam sambutannya Kadistan di aula Dinas Pertanian Kabupaten menyatakan bahwa dalam rangka peningkatan produksi pangan Dinas Pertanian tidak dapat lagi melakukannya sendiri dengan kata lain Dinas Pertanian selalu berkoordinasi dengan TNI dan berbagai pihak terkait di ataranya Kodim dan Koramil. Babinsa dibawah komanda kodim mempunyai peran sangat strategis sebagaimana pada masa lalu dalam gerakan Bimas. TNI miliki kepentingan tingi terhadap Swasembada pangan Sisi baik dari masa lalu patut diambil tentunya dengan pendekatan baru Fungsi manunggal ABRI dengan masyarakat masa lalu masih relevan sekarang dalam upaya mencapai swasembada pangan ke depan.
Babinsa sebagai aparat keamanan di desa, setiap satu atau atau dua desa ditempati 1 anggota Babinsa maka apabila pengawalan terhadap kegiatan pencapaian swasembada pangan yang direncanakan tahun 20117 harus Kelar dan ini diberikan kepada tentara yang bekerjasama dengan aparat pertanian betapa “eloknya”. Tentunya kegiatan di atas dapat mencapai sasaran lebih baik. Ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan di Gedung SMK Pemkab antara TNI dan Pertanian dan dilapangan kegiatan ini disambut baik tentang kerjasama di atas sesuai dengan kegiatan yang disebut TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) yang dulu disebut dengan AMD (ABRI Masuk Desa). menyatakan bahwa sebagai penghasil inovasi selalu siap berpartisipasi dalam menyiapkan tekologi tentang budidaya tanaman pangan (padi) dalam mendukung kegiatan di atas. Dikatakan bahwa kendala yang dihadapi masyarakat atau petani di Desa Trisono, utamanya adalah belum tersalurnya benih dengan tepat waktu dan langkanya pupuk dan antisipasi kekeringan merupakan masalah rutin di wilayah ini. Dan pola tanam SRI ini disambut dengan gembira. Mengapa demikian karena tidak semua desa mendapatkan Program SRI, perlu saya informasikan bahwa di Kecamatan Babadan hanya dapat 7 kelompok tani yang menerima program pengembangan model SRI ( System of Rice Intensivication ) dari 77 kelompok tani yang ada.
Dalam kesempatan tersebut kepala BPK Babadan , Joesoef Soegiarto,SP dan Babinsa desa Trisono , Khamim mengatakan bahwa Pola tanam SRI ini sedikit agak berbeda dengan pola yang lama namun tidak terlepas dari apa yang dikerjakan selama ini oleh petani, bedanya benihnya di tanam di beki bukan di lahan dan umur tanaman 12 hari sudah ditanam dan tanamnya 1 benih maksimal 2 tidak seperti dulu 4-5 benih setiap tancap. Potensi dan teknologi ini terus disebarkan kepada petani yang lain agar pola yang ada di SRI bisa ditiru oleh petani disekitar dengan harapan produksi akan meningkat dan petani akan sejahtera. Pendekatan terpadu atau kerjasama antar lembaga yang baik ini seharusnya dapat diikuti oleh daerah lainnya sebagai bagian dalam pemberdayaan masyarakat desa secara langsung ,partisipatif dan kemandiriannya.■Ditulis : joesoef 085856289363

Bagikan Artikel ini ke Facebook