E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Membentuk generasi yang qualified

Dibaca: 439 kali, Dalam kategori: Agama, Diposting oleh: AFIFUDDIN, S.Ag. lihat profil
pada tanggal: 2015-11-30 12:05:51 wib


الخطبة الاولى
الْحَمْدُ للهِ. الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ يَقْضِيْ بِالْحَقِّ وَالْعَدْلِ وَيَهْدِيْ مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ ، يُقَدِّرُ اْلأُمُوْرَ بِحِكْمَةٍ ، وَيَحْكُمُ بِالشَّرَائِعِ لِحِكْمَةٍ وَهُوَالْحَكِيْمُ اْلعَلِيْمُ .
اشهد ان لااله الا الله واحده لا شريك له اله واحدا ونحن لهعابدون. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله وحبيبه وخليله. اللهم صل وسلم وبارك على الرسول الاكرم الداع الى الخير الاعظم سيدنا ومولنا محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعه باحسان الى يوم الدين. قال تعالى اعوذ بالله من الشيطان الرجيم :
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللّهَ وَلْيَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً. اما بعد : ايها المسلمون: اتقوا الله, اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون.
Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Marilah kita tingkatkan taqwa kita pada Allah sang maha kasih sebagai bekal hidup baik didunia ataupun diakhirat nanti, karena sebaik- baik bekal adalah taqwa kita pada Allah.
Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Perjalanan dari zaman ke-zaman, dari masa ke-masa, semua menuju pada kerentaan, ke-tuaan, ke-pikunan. Begitu juga perjalanan sejarah dan budaya manusia.
Dalam perjalanan sejarah, banyak melahirkan teori- teori yang mengemuka, diantaranya adalah teori evolusi yang dikenalkan oleh Darwin tentang organisma dalam hal physically.
Dalam kesempatan khutbah ini saya akan mencoba untuk mengurai teori evolusi, hanya saja bukan kearah physically, Tapi lebih pada etika, lebih pada rohani, lebih pada norma, yang menurut istilah Sayid Qutub kita kenal sebagai sebuah “evolusi moral”.
Standar lahirnya sejarah manusia kita tahu adalah terciptanya nabi Adam as. yang semula suci, lurus lalu diturunkan kebumi karena kotor, karena melanggar. Kemudian hal ini diikuti oleh manusia- manusia setelahnya; dari baik keburuk, baik lagi lalu buruk dan seterusnya hingga tiada lagi manusia yang menciptakan sejarah, pelaku sejarah, petarung- petarung sejarah ( qiyamat ).
Dalam diri manusia pada dasarnya ada dua medan magnet moral yang saling tarik menarik antara baik dan buruk yang kita simbolkan sebagai bisikan malaikat dan bisikan syetan, dimana kita akan terbawa ke-kanan atau ke-kiri, yang semuanya tergantung pada fundamen keimanan dan moralitas kita, apakah kokoh atau tidak.
Artinya didalam hal moralitaspun ada evolusi yang berulang- ulang yang pada dasarnya ada tarik menarik antara kanan dan kiri, magnet malaikat dan magnet syetan, sehingga melahirkan petarung- petarung, yang kanan dipelopori oleh para nabi ataupun yang kiri dipelopori oleh para tiranis.
Adapun simbol petarung kanan yang unggul sepanjang zaman yang dari segi multi aspek dimensional sebagai teladan sepanjang sejarah tiada lain adalah nabi Muhammad saw, yang kemudian dilanjutkan oleh penerusnya melalui para pewaris- pewarisnya; para ulama, asatidz- asatidzah yang tetap dan akan tetap bertarung melawan tiranis- tiranis kiri.
Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Pada dataran moral, keimanan zaman sekarang tidak jauh berbeda dengan zaman yang sudah terlewati, hanya sebagai metamorfosa saja. Ada nabi Adam as. hingga nabi Muhammad saw., ada Fir’aun ( Pharao Ramses), Hitler, Stalin, Lenin, Mao Ze Dong dan banyak lagi yang lainnya. Termasuk yang dinukilkan oleh Sayid Qutub ada tiga nama besar yaitu Karl Mark, Sigmund Freud dan Max Weber. Karl Mark spesifikasinya adalah dalam hal politik, Sigmund Freud dalam psikologi dan Max Weber dalam hal sosiologi. Ketiganya dikenal sebagai penghancur- penghancur moralitas, sang peracik racun trio yahudi, yang kemudian berimbas hingga sekarang dengan menghilangkan panji- panji moral, sekat- sekat moral; sebagai ujungnya adalah menghancurkan norma.
Karl Marx dengan pemikirannya melahirkan teori non- class, tiada kepemilikan, tiada privatisasi hingga merambah pada agama, yaitu agama dianggap sebagai candu hingga pada tataran atheistic. Max Weber menganggap bahwa agama adalah sebagai budaya, hasil budaya, hasil dari cipta, rasa dan karsa manusia. Agama adalah ciptaan manusia lemah yang tiada berdaya menanggulangi alam dan lingkungan. Sedangkan Sigmund Freud berteori bahwa manusia pada dasarnya mempunyai rasa rivalitas untuk mencapai sesuatu yang hedonistic sexual: anak dan orang tua itu akrab disebabkan adanya daya tarik akan sex; anak laki- laki cenderung dekat dengan ibunya, karena itu bersaing dengan bapaknya. Begitu pula anak perempuan bersaing dengan ibunya demi untuk mendapatkan bapaknya.
Dari teori- teori tersebut kemudian berkembang mendunia, terciptalah sebuah budaya lintas batas “globalisasi” tanpa filter, lost control , yang kebanyakan berkiblat pada budaya westernisasi yang arahnya cenderung hedonistic ( mencari kenikmatan ).
Orang tua tidak lagi memperhatikan perkembangan anak, apalagi dalam hal moral, hanya berorientasi pada pencarian kenikmatan dunia saja (profan oriented ). Anak- anak, karena tiada basis moral, maka merekapun mencari jalannya sendiri untuk memuaskan rasa keingin tahuan, penasaran hingga mengarah pada hal- hal yang deviatif; free sex, drugs, children god, kriminalitas, dll.
Pergaulan- pergaulan yang bebas dari para anak dan remaja dengan saling tukar informasi, bertukar budaya yang semuanya hedonistic , maka mengakibatkan tunas-tunas benteng moral tiada lagi, penerusnya tiada lagi, pewarisnya habis.
Mari kita lihat phenomena masyarakat, remaja sekitar kita. Bagaimana etika anak terhadap orang tua, terhadap teman sebayanya, terhadap orang lain bahkan terhadap nilai- nilai agama.
Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Jika keimanan tipis, maka syetanpun masuk dan berkesempatan untuk menghancurkannya; diajak ketempat yang sunyi untuk berduaan, berpacaran. Disinilah awal lahirnya sebuah problema besar bagi para remaja. Yang seharusnya masih merangkak dalam meraih cita- cita, masih mengukir angan untuk sebuah keinginan besar, harus kandas oleh kesalahan vital yang dilakukan tanpa sadar akan akibatnya dan dilakukan dalam masa sesaat. Yang kalaupun tidak dilakukan secara dini nantipun akan merasakan dan mengalaminya, tanpa harus memperkosa waktu untuk menjadi cepat.
Ketika sudah dalam situasi sunyi, kondusif, maka yang terjadi adalah kenikmatan semu dianggap abadi (hasil racikan dan promosi syetan ), norma sudah tiada bentuk lagi.
أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ. رواه احمد
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah yang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahramnya. [HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih dilihat dari jalur lain]
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْه وَسَلَمَ لاَيَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ". متفق عليه.
Dari Ibnu Abbas radiyallahu anhuma, ia berkata : Rasulullah shallahu alaihiwasallam bersabda, "Janganlah kalian berduaan dengan seorang wanita kecuali dengan mahramnya”
Hal ini barulah dalam satu kasus saja- deviasi sex, belum lagi pada penyalah gunaan obat- obat psikotropika yang nota bene mengandung zat- zat adiktif tinggi lainnya.
Tingkat depressi yang tinggi, stress yang tinggi, sedangkan akar fondasi keimanan rendah, maka mengakibatkan penyalah gunaan obat- obat psikotropika, alkohol, yang lambat laun berakibat pada lemahnya fisik, mandulnya otak, lemahnya semangat juang dan berkompetisi, keputus asaan, yang akan melahirkan generasi- generasi penerus yang “impoten”. Jika sudah pada level deviasi yang tinggi semacam ini, maka secara otomatis hancurlah tatanan kehidupan sebuah bangsa, sebuah negara. Padahal kita tahu, semua medan magnet yang mengarah ke-kiri ( syetan ) sudah dipastikan menuju pada hal- hal yang negatif. Dan majunya sebuah negara bergantung pada pemuda yang kita bentuk, apakah pemuda yang kita bentuk itu berkualitas unggul ataukah mandul. Padahal rasulullah telah mengingatkan bahwa
عن ابى هريرة رضي الله عنه ان رسول الله صلعم قال: سبعة يظلهم الله فى ظِلْه يوم لاظل الا ظله :امام عادل, وشاب نشأ فى عبادة الله, ورجل قلبه معلق بالمساجد, ورجلان تحابا فى الله اجتمعا عليه وتفرقا عليه ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال فقال انى اخاف الله, ورجل تصدق بصدقة حتى لاتعلم شماله ماتنفق يمينه, ورجل ذكرالله تعالى خاليا ففاضت عيناه. متفق عليه
"Tujuh golongan yang akan mendapatkan perlindungan Allah diakhirat nanti adalah 1). Imam yang adil, 2). Pemuda yang selalu beribadah pada Allah swt. 3). Orang yang hatinya selalu tertaut dengan masjid, 4). Dua orang yang berkasih sayang karena Allah, bertemu dan berpisah karena Allah swt. 5). Orang yang diajak oleh perempuan bangsawan dan cantik (untuk berzina) namun menolak dan berkata: sesungguhnya aku takut pada Allah swt.
6). Orang yang bershodaqoh dengan shodaqoh sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dishodaqohkan tangan kanannya, 7). Orang yang berdzikir pada Allah diwaktu sunyi hingga keluar air matanya”
Kita juga harus ingat bahwa Allah telah mewanti- wanti dalam al- qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ
“Hai orang- orang yang beriman, janganlah kalian mengikuti langkah- langkah Syetan, barang siapa mengikuti langkah syetan, maka sesungguhnya langkah- langkah syetan tersebut selalu mengarah pada yang keji dan munkar”.
Ketika sudah terjadi kehancuran, tatanan hidup sudah tiada lagi, disinilah tepuk tangan para tirani, para syetan, yang kita tidaklah bisa dan tidak dapat meminta pertanggung jawaban kepada mereka, karena tiadalah makhluk yang paling licik dijagat raya ini kecuali syetan.
. كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِّنكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syetan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam
Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Ayat tersebut menyiratkan bahwa selicik- liciknya syetan masihlah kita dapat ambil pelajaran yang positif yaitu “tetap takut pada Allah”, lalu bagaimanakah dengan kita, manusia. Mengapakah kita “tidak takut pada-Nya” ?.
Setelah semua terjadi, tinggalah kita menyesali nasib yang tidak lagi waktu dapat diputar kembali. Meratapi kesuraman karena tingkah masa lalu. Hancurnya sebuah harapan diri dan orang tua serta hancurnya sebuah generasi bangsa.
Untuk menghindari hal- hal negatif tersebut marilah kita mulai dari sekarang untuk mendidik juga menanamkan keimanan, tauhid dan moral yang qur’ani pada kita serta generasi- genarsi kita, agar pemuda generasi penerus bangsa menjadi generasi yang berkualitas, generasi yang unggul baik dari IQ ataupun ESQ. Semoga dengan usaha tersebut menjadi diantara amalan kita yang akan diterima dengan ikhlas oleh Allah swt, amiin....

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً.
بارك الله لى ولكم ونفعنى واياكم بما فيه من الايات وذكر الحكيم وتقبل الله منى ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم.


الخطبة الثانيه
اْلحَمْد للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. اشهد ان لااله الاالله واحده لا شريك له, واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله. أللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين. قَالَ تَعاَلَى: مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ. اما بعد :
فَياَ اَيُّهَا النَّاس. اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى, وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ قُدْسِهِ. وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى. يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ وسلم عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ. اللهُمَّ اغْفِرْللمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ اَلاَحْيآءمِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْاَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً. ربناهب لنا من ازواجنا وذريتنا قرة اعين وجعلنا للمتقين اماما. ربنا واجعلنا مُسْلمَيْنِ لك ومن ذريتنا امة مسلمة لك وارنا مناسكنا وتب علينا انك انت التواب الرحيم. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وادخلنا الجنة مع الابرار.
عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فاَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَر. اقيموا الصلاة !!!!

عفيف الدين دمنهوري اليحيى

Bagikan Artikel ini ke Facebook