E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

TOLERANSI DALAM ISLAM

Dibaca: 550 kali, Dalam kategori: Agama, Diposting oleh: AFIFUDDIN, S.Ag. lihat profil
pada tanggal: 2015-12-08 11:00:43 wib



الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ يَقْضِيْ بِالْحَقِّ وَالْعَدْلِ وَيَهْدِيْ مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ ، يُقَدِّرُ اْلأُمُوْرَ بِحِكْمَةٍ ، وَيَحْكُمُ بِالشَّرَائِعِ لِحِكْمَةٍ وَهُوَالْحَكِيْمُ اْلعَلِيْمُ .
اشهد ان لااله الا الله واحده لا شريك له اله واحدا ونحن له مسلمون. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله وحبيبه وخليله.
أللهم صل وسلم وبارك على الرسول الاكرم الداع الى الخير الاعظم سيدنا ومولنا محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين.
قال تعالى اعوذ بالله من الشيطان الرجيم : قل ان كنتم تحبون الله فالتبعونى يحببكم الله ويغفرلكم ذنوبكم, والله غفور رحيم. اما بعد :
ايها المسلمون: اتقوا الله, اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون

Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Marilah kita tingkatkan taqwa kita pada Allah swt. sang maha kasih sebagai bekal hidup baik didunia ataupun diakhirat nanti, karena sebaik- baik bekal adalah taqwa kita pada Allah swt.
وتزودوا فان خيرالزاد التقوى
Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Dalam kesempatan ini saya akan menguraikan bagaimana islam memandang toleransi beragama, atau bagaimana toleransi dalam Islam, sesuai QS: al- kafirun: 1- 6. Dan hampir semua agama memiliki sisi nilai toleransi, baik yang dikategorikan sebagai agama ardli, lebih- lebih agama samawi terutama Islam
Jama’ah rahimakumullah, toleransi adalah sikap saling menghormati terhadap lain keyakinan,lain budaya yang dengan sikap tersebut tujuan akhirnya adalah terwujudnya perdamaian, baik kehidupan beragama, berbangsa ataupun bernegara termasuk kehidupan bermasyarakat. بلدة طيبة ورب غفور
Damai dalam kehidupan beragama mempunyai arti ada kebebasan melaksanakan hak- hak beragama, kebebasan mengartikulasikan nilai- nilai agama. Damai dalam kehidupan berbangsa yakni tidak adanya infasi, kolonisasi bangsa yang satu atas bangsa lainnya, hilangnya mental imperialisme. Damai dalm kehidupan bernegara berarti adanya kesamaan kedudukan dalam hukum, dalam berpartisipasi memajukan negara, sama dalam mendapatkan hak pendidikan, dll. Adapun damai dalam bermasyarakat adalah tidak adanya intimidasi dan diskriminasi mayoritas atas minoritas dsb.
Ini semua adalah nilai- nilai yang sesuai dengan apa yang diisyaratknan Allah dalam QS: 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal"

Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Sebentar lagi umat nashrani akan merayakan natal sebagai hari raya mereka pada tgl. 25 Desember . Kita sebagai umat Islam yang sekaligus rakyat indonesia sudah sepatutnyalah menjaga kondisivitas agar terjalin ukhuwah basyariyah, ukhuwah wathoniyah agar harmonis, dengan menghormati keyakinan mereka yang berbeda dengan kita, sebagaimana tauladan rasulullah yang tercetus dalam piagam madinahnya pasal 25:
وان يهودَ بني عوف امة مع المؤمنين لليهود دينهم وللمسلمين دينهم مواليهم وانفسهم الا من ظلم واثم فانه لا يـوتخ الا نفسه واهل بيته.
“Kaum Yahudi dari Bani ‘Awf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka, dan bagi kaum muslimin agama mereka. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri, kecuali bagi yang zalim dan jahat. Hal demikian akan merusak diri dan keluarga”.
Adapun isi piagam madinah ini dianataranya mencakup:
Pertama: pengakuan akan pluralitas masyarakat Madinah
Kedua, harmonisasi hubungan prinsip bertetangga yang baik, saling membantu, membela yang teraniaya, menasehati dan menghormati kebebasan beragama.
Ketiga, mekanisme penegakkan hal-hal yang baik, seperti melindungi harta dan jiwa, sistem keamanan, musyawarah, penegakkan hukum, keadilan, dan menghadapi bahaya
Keempat, segala persoalan akan diselesaikan secara musyawarah dan jika terjadi perselisihan antar kabilah yang tidak dapat diselesaikan, akan diserahkan pada kebijakan Nabi Muhammad SAW. dalam menyelesaikannya secara arif dan bijaksana.
Komitmen Islam terhadap pluralitas dan toleransi dengan tegas disebutkan pada pasal 25 ini, bahwa agama tidak menjadi pemisah dan penghalang untuk dapat hidup berdampingan dalam sebuah negara. Tapi mereka hidup di satu tempat sebagai satu umat. Satu dengan lainnya merupakan bagian yang tak terpisahkan, hidup dengan penuh kedamaian (musâlamah). Tidak dikenal adanya klasifikasi karena perbedaan agama.
لا يَنْهَاكُمُ اللهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ {الممتحنة : 8}
Artinya: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” [QS. al-Mumtahanah: 8]
Kebebasan di sini bukan saja agama tetapi juga mencakup kebebasan berfikir, berpendapat dan berkumpul.
Begitu besarnya perhatian rasulullah saw. kepada kaum non-muslim sebagaimana beliau mengingatkan umatnya agar tidak memusuhi mereka, keselamatan dan keamanan mereka menjadi tanggung jawab Rasulullah. Seperti sabda beliau Saw:
مَنْ ظَلَمَ مُعَاهِدًا أَوِ انْتَقَصَهُ أَوْ كَلَّفَهُ فَوْقَ طَاقَتِهِ أَوْ أَخَذَ مِنْهُ شَيْئًا بِغَيْرِ طِيبِ نَفْسٍ فَأَنَا حَجِيجُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ {رواه ابوا داود}
Artinya : “Barangsiapa menzalimi seorang yang berada di bawah tanggungan (perlindungan Pemerintah Islam), atau membebaninya di luar kemampuan, atau mengambil sesuatu tanpa keikhlasan, aku adalah penantangnya di hari Kiamat.” [HR. Abu Daud].
Jama’ah rahimakumullah
Semoga kita selaku umat Islam dapat merenungi dan mengaplikasikan nilai- nilai yang telah dicontohkan rasulullah saw. seperti telah diterangkan diatas, dengan begitu menjadi suatu keniscayaan Indonesia dan dunia ini akan menjadi sebuah negara yang
بلدة طيبة ورب غفور. امين....
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم : لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَ انْفِصَامَ لَهَا وَاللهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ.
بارك الله لى ولكم ونفعنى واياكم بما فيه من الايات وذكر الحكيم وتقبل الله منى ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم.

Bagikan Artikel ini ke Facebook