E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Kurikulum Harus Menyenangkan bagi Guru

Dibaca: 800 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: nnnnn nnnnn lihat profil
pada tanggal: 2015-12-17 06:42:08 wib


Kurikulum Harus Menyenangkan bagi GuruKota Tangerang, 17 Desember 2015

Bila guru senang melaksanakan sebuah kurikulum, maka pembelajaran menjadi menyenangkan bagi siswa.

Kurikulum nasional sepatutnya tidak membelenggu waktu guru untuk rehat sejenak. Sebagaimana kita tahu, kurikulum 2013 sama sekali tidak menyenangkan bagi guru.

Materi Pelajaran Tidak Perlu Ditambah

Beban materi pelajaran atau materi diklat sebuah mata pelajaran atau mata diklat kerap disisipi materi baru yang membuat materi lama menjadi dikurangi. Misalnya materi anti korupsi, materi lalu lintas, materi anti narkoba, materi bahan-bahan kimia berbahaya, materi bela negara dan lain-lain.

Indonesia adalah sebuah negara yang banyak keinginan, tapi menjejalinya melalui bangku pendidikan. Akibatnya guru disibukkan dengan macam-macam pengajaran.

Perlu Pengurangan Jumlah Mata Pelajaran atau Mata Diklat

Mata pelajaran atau mata diklat yang saat ini dilaksanakan semua diborong di sekolah. Ini ada kaitannya dengan lulusan LPTK (lembaga penjamin tenaga kependidikan) seperti IKIP, STKIP, FKIP dan sebagaianya.

Bila mana dikurangi, maka banyak 'pengangguran' tenaga kependidikan.

Bagaimana cara mengurangi jumlah mata pelajaran atau mata diklat, agar kurikulum Indonesia menjadi ramping ?

Caranya :

1. Hapuskan jurusan atau program studi tertentu di perguruan tinggi yang mencetak calon tenaga kependidikan

2. Menghapus beberapa mata pelajaran atau mata diklat yang sudah terlanjur ada

3. Bagi PNS yang mata pelajaran atau mata diklatnya dihapus, berdayakan menjadi tenaga PNS struktural

4. Bagi tenaga honor yang mata pelajaran atau mata diklatnya dihapus, berdayakan ke mata pelajaran atau mata diklat lain

5. Sertifikasi guru tidak lagi berdasarkan jumlah jam pelajaran atau jumlah siswa yang selama ini menjadi kendala

6. Bagi guru yang mata pelajaran atau mata diklat yang tak sesuai akibat penghapusan tadi, tidak lagi mendapat sertifikasi, kecuali bila ada 'pengampunan bagi yang tak linier'

Butir-butir di atas penting untuk dicermati, demi kurikulum yang menyenangkan. Selamat menanti kurikulum nasional yang akan datang. *Penulis


Bagikan Artikel ini ke Facebook