E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Irjen Bangun Perangkat Kerja Berbasis Elektronik

Dibaca: 1028 kali, Dalam kategori: Teknologi, Diposting oleh: Admin lihat profil
pada tanggal: 2016-01-07 14:59:14 wib


Irjen Bangun Perangkat Kerja Berbasis Elektronik

Bogor (Pinmas) —- Irjen Kementerian Agama, M. Jasin mendesak agar segera dibangun perangkat sistem berbasis elektronik untuk menopang tugas-tugas kerja kedinasan di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Meski wacana tersebut sudah lama dilontarkan, namun kali ini M. Jasin mengaku tahun ini akan menaruh perhatian khusus dalam merealisasikan program tersebut.

“Nanti semua harus serba elektronik. Kita harus merubah sistem dan harus segera terealisasi. Di instansi lain sudah ada, serba elektronik, sampai kepada uploading dan lain-lain, seperti dwelling time di pelabuhan. Karena kalau pakai sistem manual, biaya tinggi (high cost) dan lama. Jadi, nanti semua di kita ini harus serba elektronik,” pinta Irjen saat memberikan arahan kegiatan Lokakarya Pengawasan (Lokwas) 2016 di Wisma Tugu Kementerian Agama RI, Bogor, Selasa (05/01).

Ia berharap, dengan perangkat sistem elektronik yang tersedia pada setiap bidang kerja, kelak tugas-tugas pekerjaan Itjen bisa lebih efektif dan efisien. Dia mencontohkan, audit kinerja lebih mudah, simpel dan dapat menjangkau lebih banyak obyek audit manakala ditunjang dengan sistem elektronik.

“Audit kinerja itu nanti bisa di kantor selain di lapangan. Targetnya, bisa mencapai seluruh Satker setiap tahunnya,” harap mantan Wakil Ketua KPK ini.

Di hadapan para pejabat Itjen, auditor dan staf pelaksana Itjen, Jasin mengkritik obyek audit selama ini yang hanya menyasar realisasi APBN semata. “Saya tidak setuju. Karena cuma ekornya saja kalau hanya memotret APBN. Jadi audit itu harus komplit, jangan tanggung-tanggung. Saya tidak setuju kalau hanya satu sisi. Misalnya, di Ditjen Haji, itu dana BPIH lebih besar, itu tubuhnya. Masak cuma ekornya yang diaudit. Pendis juga sama, sasarannya hanya APBN-nya saja,” tandasnya. (Aan/mkd/mkd)

Sumber: kemenag.go.id

Bagikan Artikel ini ke Facebook