E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Al-Qur'an dan Hadits sebagai Asas dan Filsafat Pendidikan Islam

Dibaca: 1103 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: SOKHTI, A.Ma. lihat profil
pada tanggal: 2016-02-07 11:22:25 wib


Al-Qur'an dan Hadits sebagai Asas dan Filsafat Pendidikan IslamIslam mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur'an juga dipandang sebagai keagungan (majid) dan penjelasan (mubin).Kemudian juga seringkali disebut sebagai petunjuk (hidayah) dan buku (kitab). Namun nama yang banyak dipergunakan untuk menyebut Al-Qur'an adalah buku (kitab). Al-Qur'an berisi segala hal mengenai petunjuk yang membawa hidup manusia bahagia di dunia dan di akhirat kelak.Kandungan yang ada di dalam Al-Qur'an meliputi segala hal sebagaimana difirmankan Allah di dalam Al-Qur'an surat Al-An'am : 38, yang artinya : Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. tiadalah kami luputkan segala sesuatupun dalam Al-Kitab, Kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. Jika tidak ada yang luput dari catatan kitab (Al-Qur'an) ini, maka berarti Al-Qur'an berisi petunjuk segala sesuatu.
“Segala sesuatu”(likulli syai-in) ini banyak difahami oleh para sarjana muslim meliputi berbagai macam cabang ilmu pengetahuan. Dengan demikian, maka ilmu pengetahuan itu menururt Al-Qur’an harus dicari melalui analogi (qiyas). Sebagian penafsir Al-Qur’an memahami bahwa kalimat “segala sesuatu”itu menyatakan kandungan asas-asas Qur’ani yang mampu memberi petunjuk tingkah laku manusia. Mereka berpendapat, bahwa Al-Qur’an menyodorkan pandangan yang pasti, bahwa manusia itu merupakan individu dan anggota masyarakat.

Eksistensi pandangan Al-Qur’an mengacu kepada kehidupan di dunia ini yang porsinya sama dengan kehidupan akhirat kelak yang memang tidak mungkin akan dapat diingkari keberadaannya. Sementara itu banyak manusia yang meragukan adanya aspek pendidikan di dalam Al-Qur’an. Mereka mungkin meragukan kaitan antara Al-Qur’an dengan pendidikan, dengan dasar siapapun akan gagal memperoleh sebagian besar terma-terma kependidikan yang lazim didapatkan.

Terma pertama adalah tarbiyah, kata ini banyak terdapat di dalam Al-Qur’an seperti kata rabb dan tarbiyah yang diungkapkan oleh para ahli perkamusan bahasa Arab diasalkan dari kata dasar yang sama. Maududi menjelaskan bahwa “mendidik dan memelihara” merupakan salah satu dari sekian banyak makna implisit yang terkandung di dalam kata rabb. Qurtubi menyebut kata rabb ini merupakan bentuk dsikripsi yang diberikan kepada seseorang yang melakukan suatu perbuatan secara paripurna. Sementara Al-Razi membuat perbandingan antara Allah Yang Maha Mendidik yang mengetahui benar kebutuhan-kebutuhan hamba-Nya sebagai anak didik, karena Allah adalah sang Pencipta. Pemeliharaan manusia terbatas pada sekelompok tertentu, sementara Allah adalah sebagai rabb al-‘alamin yang universal dan tiada batas. Karena manusia berkomunikasi dan menitikberatkan pendidikan bagi manusia yang ada di muka bumi ini, maka akan sangat relevan jika Allah diyakini, yang telah mengajar manusia di muka bumi ini dengan nama-nama dari segala sesuatu yang ada. Bentuk-bentuk kata jadian dari ‘ilm (pengetahuan atau ilmu pengetahua) yang demikian banyak ini menyatakan bahwa Al-Qur’an tidak mengabaikan terma-terma atau konsep-konsep yang menunjuk kepada pendidikan. Sebagaimana fakta menyatakan bahwa nama-nama yang telah dikenal yang diberikan pada pesan wahyu yang disebut dengan Al-Qur’an berasal dari kata qara’a yang berarti membaca, maka Al-Qur’an berarti bacaan, sementara kitab berasal dari kata kataba yang berarti tulisan. Maka kedua kata kitab dan Qur’an dikaitkan dengan konsep pendidikan, yakni membaca dan menulis dengan pengertian seluas-luasnya.

Kedua, bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri mengidentifikasikan pesan dakwahnya sebagai pendidik atau pengajar (mu’allim). Maka dengan keprihatinan mendalam kepada pendidikan dan pebgetahuan manusia, berasal dari asas-asas agama baru dan memberikan kepada orang-orang yang akan segera menerima pesan atau mengajarkannya kepada para pengikutnya yang baru. Imam Bukhari pernah meriwayatkan, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :
Perumpamaan petunjuk dan ilmu pengetahuan yang Allah telah kirimkan kepadaku adalah seumpama hujan lebat yang turun ke bumi. Sebagian menyuburkan tanah yang dihujani air dan menyuburkan tanaman hingga daunnya menghijau lagi lebat buahnya.....Itulah perumpamaan orang yang menyempurnakan agama Allah dan belajar kemudian mengajarkannya kepada orang lain.

Ketiga, bahwa apabila seseorang mengakui Al-Qur’an mempunyai pandangan tertentu terhdap kehidupan di dunia ini, dan tidak ada alasan utnuk mergukan bukti ini, maka hal tersebut merupakan kewajiban untuk menerima fakta yang lain berdasarkan fakta tersebut, yakni bahwa Al-Qur’an menyodorkan kepada manusia dengan asas-asas dan petunjuk-petunjuk tertentu.

Karena Al-Qur’an memberikan pandangan yang mengacu kepada kehidupan di dunia ini, maka asas-asas dasarnya harus memberi petunjuk kepada pendidikan Islam. Seseorang tidak mungkin dapat berbicara tentang Pendidikan Islam bila tanpa mengambil Al-Qur’an sebagai satu-satunya rujukan. Lebih dari itu pendidik muslim berkehendak ingin mendapatkan petunjuk asas-asas pokok dari Al-Qur’an yang membantu pemilihan materi serta isi kurikulum pendidikan. Prinsip-prinsip umum ini mengacu kepada tujuan, metode dan kandungan atau materi kurikulum demi menempatkan dasar-dasar teori Pendidikan Islam.

Bagikan Artikel ini ke Facebook