E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

TERAPI ANAK PEMALAS

Dibaca: 627 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: YIK ABDUL AZIS lihat profil
pada tanggal: 2016-02-07 14:13:38 wib


TERAPI ANAK PEMALASART.YIK ABDUL AZIS :
Anak pemalas janganlah ditangani secara keliru. Menghukum dan menghina bukan cara pengubahan yang tepat, bahkan mungkin membuat anak jadi minder dan kurang percaya diri. Kepribadiannyapun menjadi lamban. Anak pemalas membutuhkan perhatian dan therapi yang pas.

Apa penyebab anak manjadi pemalas ?

Banyak faktor yang mempengaruhinya antara lain ;

1. Penyakit Anemia ( kurang darah )
Jika melihat kondisi anak Anda lesu, kurang bergairah dan malas makan, lekas periksakan ke dokter untuk mendapatkan penyembuhan.

2. Cara Mendidik Yang Salah
Cara mendidik yang keras ( otoriter ) dan mengancam, membuat otak anak menjadi tumpul. Akibatnya anak tidak tanggap terhadap lingkungan.

3. Dimanjakan
Kasih sayang ibu dan ayah yangb berlebihan, membuat perasaan anak menjadi tumpul, tidak mau mengerti orang lain, tidak memiliki jiwa toleransi dan acuh tak acuh terhadap lingkungan.

4. Cara Pengajaran Di Sekolah Yang Pasif
Metode pengajaran yang teks books, pasif, membuat anak tidak kreatif dan tampak malas. Juga mata pelajaran yangb terlalu padat dan paksaan menmbuat anak merasa sangat berat dan enggan. Dalam mengajar hendaknya disertakan rasa kasih sayang guru. Kasih sayang adalah kebutuhan utama seorangb anak seperti halnya makan.

5. Keacuhan Orang Tua
Kedua orang tua tidak berpartisipasi saat si anak pertama kali masuk sekolah, padahal sesuatu yang baru amat membingungkan bagi anak kecil. Karena itu keterlibatan orang tua, terutama ibu, sangat membantu si kecil memasuki dunia barunya. Jika ayah dan ibunya tidak sempat mengantar dan menungguinya, bisa digantikan oleh anggouta keluarga yang lain atau pembantu.

6. Rumah Yang Tidak Rapi
Kondisi rumah yang semrawut, tidak bersih dan tidak rapi, membuat konsentrasi belajar si anak menjadi terganggu. Pikirannya tidak menjadi jernih dan pada akhirnya tidak bergairah saat hendak pergi ke sekolah. @@@

Bagikan Artikel ini ke Facebook