E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Dahsyatnya pendidikan

Dibaca: 503 kali, Dalam kategori: Motivasi, Diposting oleh: Helmi Zein, MA lihat profil
pada tanggal: 2016-02-15 22:47:59 wib


DAHSYATNYA PENDIDIKAN
Pergantian generasi merupakan sunnatullah yang pasti terjadi pada suatu bangsa. Apakah pergantian itu baik atau buruk akan sangat tergantung pada kesungguhan kita sekarang ini didalam mempersiapkan generasi yang akan datang. Jika dipersiapkan dengan baik dan sungguh-sungguh, insya Allah akan menghasilkan generasi yang lebih baik. Begitu pula sebaliknya jika asal-asalan, maka akan menghasilkan generasi yang lebih buruk dari generasi saat ini

Jika kita perhatikan kondisi saat ini, jelas terjadi kemerosotan moral di masyarakat. Kejahatan dan kekerasan hampir menjadi konsumsi harian, baik di surat kabar maupun di televisi. Perzinahan, aborsi, narkoba menduduki peringkat tertinggi yang terjadi di masyarakat. Selain itu arus informasi yang masuk ke rumah hampir tanpa batas. Mode/gaya hidup orang Barat telah diadopsi tanpa filter bahkan menjadi kebanggaan dan lambang kemoderenan. Penomena ini hendaknya bisa kita jadikan bahan renungan dan intropeksi didalam kita menjaga diri dan keluarga agar tidak terkena dampaknya.
Allah swt berfirman :

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari apa neraka” (at-Tahrim ayat 6.)
Berangkat dari ayat diatas, kita harus mewaspadai segala kemungkinan yang akan menimbulkan permasalahan bagi kita dan generasi yang akan datang. Untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan adanya filter dari dampak yang ditimbulkan dengan mempersiapkan diri dan keluarga kita dengan ilmu pengetahuan.
Allah berfirman :
Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berpendidikan diantara kalian beberapa derajat. (al-Mujadalah 11)
Firman Allah diatas merupakan konsep yang ideal untuk dijadikan pegangan dalam menjalani hidup, karena ayat tersebut memberi informasi betapa pentingnya pendidikan bagi seseorang dalam meningkatkan kualitas diri menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang akan dihadapi.

Ketika negara Jepang hancur lebur dibom sekutu dalam perang dunia ke II, pertama-tama yang ditanyakan pihak kaesar penguasa Jepang adalah berapa guru yang masih hidup ?” Pertanyaan ini menunjukkan batapa besar perhatian Jepang dalam hal pendidikan. Dan ternyata benar, dengan bermodalkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, kini Jepang menjadi maju di Asia walau miskin sumber daya alamnya.

Nabi Muhammad saw ketika mendapat kemenangan dari kafir Quraisy dalam perang Badar, telah menjadikan persyaratan bagi tawanan perang untuk menebus dirinya dengan mengajar baca tulis bagi anak-anak mulim. Hal ini menunjukkan Islamlah yang pertamakali mencanangkan wajib belajar jauh sebelum adanya program dari pemerintah. Sebagaimana nabi bersabda :
Artinya : Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap orang muslim baik laki-laki maupun perempuan.
Bahkan wahyu yang pertama kali diturunkan kepada nabi kita surat al Alaq adalah ayat memerintahkan untuk belajar dalam firmannya yang terkenal:

Artinya : Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Yang menciptakan manusia dari segumpal darah. (Al Alaq. 1)
Kalimat iqra’ dalam ayat al-Qur’an tadi kalau ditinjau dari segi tata bahasa Arab mengandung kalimat perintah atau fi’il Amr yang artinya bacalah !. Dalam bahasa Arab setiap kalimat perintah akan selalu mempunyai obyek (maf’ul bih), namun dalam ayat diatas, Allah tidak menyebutkann obyek atau maf’ulbihnya. Ini artinya Allah menyuruh manusia membaca secara umum. Allah menyuruh hambanya untuk menuntut ilmu, baik itu ilmu agama maupun pengetahuan umum.
Kemudian ayat ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ artinya dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.
artinya disiplin keilmuan apapun yang dikaji hendaknya mempunyai tujuan hanya untuk mencari kerido’an Allah swt dan menjadikan profesi yang dimiliki sebagai hanya sarana untuk beribadah sebagaimana firman Allah dalam surat Azzariyat 56 artinya :
Tidak aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku.
Nabi bersabda :
مَنْ اَرَادَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَاْلاَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بالْعِلْمِ
Artinya: siapa yang ingin sejahtera di dunia hendaklah dengan ilmu, siapa yang ingin kebahagia di akherat hendaklah dengan ilmu dan barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan di dunia maupun di akherat hendaklah dengan ilmu.

Artinya pendidikan akan sangat menentukan pencapaian terhadap apa yang dicita-citakan oleh seseorang maupun oleh suatu bangsa, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Kenyataan ini bisa dilihat dalam tiga hal berikut :

Pertama : Pendidikan Rakyat Tinggi, Negara Maju.
Negara negara maju seperti Amerika, Jepang, Jerman dan negara-negara maju lainnya adalah tempat lahirnya Newton dan Einstain telah memberi sumbangan besar bagi kemajuan negeri tersebut. Amerika dan Jepang kini memimpin dunia bidang tekhnologi karena disana berkumpul ilmuan-ilmuan yang memberi sumbangan besar bagi kemajuan negara tersebut.

Kedua : Pendidikan Tinggi, Pendapatan Tinggi.
Untuk mendapatkan kehidupan yang berkualitas tentu ada syarat-syaratnya diantara adalah ilmu pengetahuan. Jika ingin mendapat status ekonomi yang baik dari sebuah pekerjaan, maka tidak bisa dibantah, yang lebih tinggi pendidikan dan pengetahuannya yang memperoleh imbalan yang lebih besar.

Ketiga : Pendidikan Tinggi, Kelas Sosial Tinggi.
Kehidupan ini berkelas-kelas. Suka atau tidak suka harus diakui. Para ilmuan dan para sarjana akan mempunyai kelas yang lebih tinggi dimata masyarakat. Banyak orang tua yang mendambakan anaknya menajadi ulama, dokter, ekonom, pengacara, dosen dll karena menghendaki kelas sosial yang lebih tinggi. Dengan demikian semakin tinggi ilmu pengetahuan seseorang, maka wawasannya akan semakin luas dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, taraf hidupannya akan semakin baik. Dan derajatnyapun disisi Allah akan semakin tinggi.
Kesimpulan besarnya adalah : Hanya ada satu jalan yang harus dilalui untuk merubah nasib ke arah yang lebih baik dan menghapus kemiskinan struktural yaitu pendidikan. Wallahu’alam Bissowab.

Bagikan Artikel ini ke Facebook