E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Beberapa Hal tentang SPT Tahunan Yang Harus Anda Tahu

Dibaca: 1562 kali, Dalam kategori: Keuangan, Diposting oleh: Admin lihat profil
pada tanggal: 2015-05-07 02:21:59 wib


Beberapa Hal tentang SPT Tahunan Yang Harus Anda TahuSurat Pemberitahuan (SPT) adalah surat yang oleh Wajib Pajak (WP) digunakan untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak, objek pajak dan atau bukan objek pajak dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. SPT dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu SPT Masa dan SPT Tahunan.

SPT Masa adalah SPT yang digunakan untuk melakukan pelaporan atas pembayaran pajak pada masa tertentu (bulanan). Terdapat 9 (sembilan) jenis SPT Masa, yang meliputi SPT Masa untuk melaporkan pembayaran bulanan:

Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21;
PPh Pasal 22;
PPh Pasal 23;
PPh Pasal 25;
PPh Pasal 26;
PPh Pasal 4 ayat 2;
PPh Pasal 15;
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas BArang Mewah (PPnBM);
Pemungut PPN.

Sedangkan SPT Tahunan adalah SPT yang digunakan untuk pelaporan tahunan. Terdapat dua jenis SPT Tahunan, yaitu SPT Tahunan PPh WP Badan dan SPT Tahunan WP Orang Pribadi (OP).


SPT Tahunan

Berikut 11 hal yang harus Anda tahu tentang SPT Tahunan, yang redaksi rangkum dalam kalimat sederhana untuk memudahkan Anda memahami.

Bagi Wajib Pajak Pph, SPT menjadi sarana WP untuk melaporkan penghitungan jumlah pajak terutang dan untuk melaporkan pembayaran pajak yang telah dilaksanakan dalam satu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak. Selain itu SPT juga bermanfaat untuk melaporkan penghasilan yang merupakan objek pajak dan/atau bukan objek pajak, serta melaporkan Harta dan kewajiban dan melaporkan Pemotongan / pemungutan pajak orang atau badan lain dalam 1 (satu) Masa Pajak;

Bagi Pengusaha Terkena Pajak, SPT menjadi sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah PPN dan PPn BM yang terutang. Selain itu SPT berfungsi untuk melaporkan pengkreditan Pajak Masukan terhadap Pajak Keluaran dan pembayaran yang telah dilaksanakan sendiri dan atau melalui pihak lain dalam satu masa pajak.

Bagi pemungut pajak, SPT adalah sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan pajak yang dipotong dan disetorkan.

SPT Tahunan dapat disampaikan oleh WP dengan cara a) langsung; b) dikirim via pos ; c) dikirim via jasa ekspedisi atau kurir; dan d) e-Filing atau penyampaian SPT secara online.

Apabila pengiriman SPT dilakukan via pos atau ekspedisi atau kurir, harus dilengkapi dengan bukti pengiriman surat ke KPP tempat WP terdaftar;

Penyampaian SPT Tahunan secara langsung dapat dilakukan di TPT, Pojok Pajak, Mobil Pajak atau Drop Box yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan;

Penyampaian SPT Tahunan secara langsung dilakukan tidak dalam amplop atau kemasan lainnya, cukup print out formulir yang sudah diisi benar lengkap dan jelas dan telah ditandatangani;

SPT wajib diisi secara benar, lengkap, jelas dan harus ditandatangani. Apabila SPT terpaksa diisi dan ditandatangani oleh orang lain bukan oleh WP, harus dilampirkan surat kuasa khusus. Untuk Wajib Pajak Badan, SPT harus ditandatangani oleh pengurus/direksi.

SPT Tahunan wajib diserahkan langsung ke Kantor Pajak tempat WP terdaftar apabila:

Lebih Bayar;
SPT Pembetulan;
Terlambat disampaikan;
berbentuk e-SPT; dan/atau
SPT Tahunan Pph Badan.

SPT Tahunan yang telah disampaikan dinyatakan tidak lengkap apabila:
NPWP dan nama WP tidak dicantumkan dalam SPT Induk dengan benar, lengkap dan jelas;
SPT Induk tidak ditandatangani oleh WP atau Kuasanya;
SPT Induk ditandatangani oleh kuasa WP tetapi tidak dilampiri dengan Surat Kuasa Khusus atau
SPT Tahunan PPh Orang Pribadi ditandatangani oleh ahli waris tetapi tidak dilampiri Surat Keterangan Kematian;
Terdapat elemen SPT Induk yang diisi tidak lengkap;
SPT Tahunan Kurang Bayar tetapi tidak dilampiri dengan bukti pelunasan berupa SSP yang sesuai;
SPT Tahunan tidak atau kurang disertai dengan Lampiran Formulir atau Lampiran Keterangan dan/atau Dokumen Disyaratkan;
Lampiran “Daftar Harta dan Kewajiban Pada Akhir Tahun dan Daftar Susunan Anggota Keluarga” dilampirkan tapi diisi dengan tidak lengkap;
Lampiran “Daftar Pemegang Saham/Pemilik Modal dan Daftar Susunan Pengurus dan Komisaris” dlm SPT Tahunan PPh Badan diisi tdk lengkap;
Terdapat Lampiran Khusus yang diisi tidak lengkap;
Melakukan penyampaian via e-SPT Tahunan yang data digitalnya disampaikan menggunakan media elektronik, tetapi datanya berbeda dg SPT Induk yang disampaikan oleh WP;
e-SPT Tahunan yang data digital-nya tidak dapat di-load pada aplikasi sistem informasi pada Ditjen Pajak Kementerian Keuangan;
e-SPT Tahunan yang data digitalnya disampaikan via media elektronik atau via e-filing tetapi elemen-eleman datanya tidak diisi atau diisi tdk lengkap; atau
Apabila SPT Tahunan tersebut dinyatakan tidak lengkap, Kantor Pelayanan Pajak akan mengirimkan surat permintaan kelengkapan SPT Tahunan kepada Wajib Pajak tersebut. Untuk kemudian Wajib Pajak wajib menyampaikan kelengkapan SPT Tahunan Kantor Pelayanan Pajak yang bersangkutan maksimal 30 hari sejak tanggal diterimanya surat permintaan tersebut.

Semoga cukup jelas informasinya, Selamat Beraktifitas, jangan lupa sampaikan SPT Tahunan Orang Pribadi Anda paling lambat tanggal 31 Maret. Laporkan dengan benar, jelas dan lengkap. Lebih disarankan menggunakan metode e-filing mumpung masih lama jatuh temponya, jadi tidak perlu antri berlama – lama.

sumber:
http://apbnnews.com/artikel-opini/melaporkan-spt-tahunan/

Bagikan Artikel ini ke Facebook