E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

“Menjadi Guru Terupdate dalam Pembelajaran Berbasis Tehnology”

Dibaca: 844 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: Fattaku Rohman, S.Pd lihat profil
pada tanggal: 2016-03-14 21:38:58 wib


Sebagai seorang guru seyogyanya kita memberikan pembelajaran terbaik bagi peserta didik. Mereka sebagai insan cendikia berhak mendapatkan pengajaran berkualitas dengan mengedepankan proses pembelajaran yang menarik, menyenangkan, berbasis tehnologi dengan pendekatan scientifik sesuai dengan Kurikulum yang digunakan saat ini, yaitu Kurikulum 2013.

Dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut banyak kita temukan kendala yang kita hadapi, Mengapa hal itu terjadi? karena selama ini pola pikir kita lebih mengedepankan nilai daripada proses, serta memerlukan kreatifitas dan durasi waktu yang membutuhkan waktu. Akan tetapi, di abad serba tehnologi dengan gempuran gadget yang mendominasi sekarang ini seperti laptop, tablet, smartphone, dan lain-lain mempermudah kita dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Kelebihan Pembelajarn menggunakan ICT (Information and Communication Technology)

Pembelajaran dengan cara ini belakangan semakin marak digunakan oleh para tenaga pendidik, khususnya guru yang mengajar di sekolah yang mempunyai fasilitas pembelajaran lengkap (contohnya di kelas terdapat Infocus, Proyektor, Komputer/laptop, Smartboard, dll). hal ini dikarenakan agar mempermudah mereka dalam memberikan materi, seperti:

1. Materi ditayangkan dalam bentuk visual

Guru tidak perlu repot-repot lagi mengilustrasikan gambar/benda ke kelas. cukup ditayangkan melalui infokus/proyekstor/komputer, maka siswa akan lebih bisa melihat secara langsung obyek yang akan dipelajari. Bahkan Guru dapat memberikan efek seperti gambar bergerak, film, video, animasi dana lain lain agar objek lebih menarik.

2. Lebih menghemat waktu

Bayangkan jika anda harus menggambar kurva pada materi matematika, atau organ tubuh manusia pada biologi dengan menggunakan spidol?. Berapa lama waktu yang anda akan habiskan? dan apakah nantinya gambar tersebut dapat mempresentasikannya dengan baik?. Dengan menggunakan Powerpoint/Animasi dalam bentuk Flash dapat mempermudah guru untuk menjelaskan detail, bahkan membuat siswa lebih tertarik dalam belajar

3. Soal dan Pertanyaan lebih interaktif

hasil analisis belajar dengan Edmodo
Apakah anda pernah memberikan siswa anda soal-soal dalam bentuk online atau animasi? kalau pernah, bagaimana perbandingannya apabila mereka mengerjaan soal secara tertulis dengan berbasis internet (tehnologi)?, pasti anda rasakan berbeda bukan, tentunya hal ini digunakan untuk menghindari tampilan soal yang kurang menarik, bahkan cenderung sukar dipahami apabila soal tersebut harus dilampirkan gambar. Sekarang ini banyak sekali aplikasi online, media online, bahkan media sosial dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan menarik yang dapat diberikan kepada siswa sebagai tolak ukur pemahaman materi. Katakanlah yang sekarang ini sedang hits adalah Kelas Maya, Edmodo, dan Quipperschool. Tiap aplikasi online menawarkan kelebihannnya masing-masing, di Kelas Maya Siswa dapat melihat soal, gambar, materi, chat, berdiskusi, bahkan dapat berinteraksi dengan seluruh guru se-Indonesia. Beda dengan kelas Edmodo, disana siswa tidak hanya dapat mengerjakan soal dalam bentuk pilihan ganda, tetapi dapat pula mengerjakan pula soal esay, menjodohkan, chatting, dan mendownload file seperti documen, flash, pdf,dll. Nah, untuk kelas Quipperschool, Guru tidak direpotkan lagi dengan menuliskan materi dan soal karena disini telah tersedia seluruhnya dalam setiap bab materi.

4. Kelas Menjadi lebih Menarik dan Menyenangkan

Dahulu pelajaran yang paling menjadi momok bangi kebanyakan pelajar adalah matematika. Kenapa demikian? karena disamping materi berisi konten yang "memberatkan" otak mereka, cara penyampaian pembelajaran guru pada waktu itu juga tidak interaktif, kurang mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam belajar, padahal ketrampilan proses lebih membuat daya ingat siswa menjadi kuat. Nah, Tehnologi dalam hal ini sangat membantu karena tidak hanya materi dilihat secara visual, akan tetapi siswa juga diajak berpartisipasi dalam menentukan formula, menjawab soal dengan sistem kuis/bersaing menjawab cepat, sehingga mereka lebih termotivasi, lebih antusias dalam mengerjakan soal.


5. Banyak Perlombaan Pelajar Berbasis Tehnologi

Sekarang ini banyak penyelenggara gencar mengadakan berbagai kegiatan perlombaan yang menuntut siswa mengeksplorasi kemampuan akademisnya dengan berbasis tehnologi, seperti lomba pemrograman, kuis online, lomba membuat poster digital, lomba membuat software atau permainan edukasi,dll. Bahkan pemerintah mengadakan Lomba Kuis Kita Harus Belajar (Ki Hajar) dengan peserta se-Indonesia dengan mengerjakan kuis secara online di website KI HAJAR. Tujuannya adalah untuk meningkatkan minat baca dan belajar peserta didik yang saat ini diresahkan dengan banyaknya mereka menyita waktu dengan bermain game onine di laptop/kamputer/warnet.

Selain berdampak positif terhadap peserta didik dan pembelajaran di kelas, belajar dengan menggunakan tehnologi juga berdampak kepada kita selaku tenaga pendidik. Banyak hal positif yang akan kita dapatkan, seperti kemampuan kita dalam menggunakan tehnologi akan semakin meningkat, softskill materi pembelajaran semakin luas, wawasan juga dapat bertambah karena kita disajikan dengan banyak referensi, seperti melalui situs Rumah Belajar, Google,

Dengan demikian, suka atau tidak, bisa atau tidak, dan mengerti atau tidak, kita tidak akan terlepas dari tehnologi yang sekarang sangat berperan besar dalam kehidupan kita, apalagi sebagai seorang guru haruslah lebih mengerti akan kemajuan tehnologi sekarang ini yang akan menuntut kita untuk menjadi guru yang lebih profesional, mempunyai hardskill dan softskill yang mumpuni dalam menjawab tantangan zaman. Hendaknya kita juga dapat memanfaatkan tehnologi secara positif dalam menunjang pembelajaran yang kita berikan ke peserta didik agar nantinya mereka lebih mengerti konsep dan materi, lebih menyukai dan suka dengan materi yang kita ajarkan tersebut, sehingga mempermudah mereka dalam belajar untuk mencapai harapan dan cita-cita mereka di kemudian hari. Semoga.(Fattaku Rohman, S.Pd)*


* Penulis adalah Guru Matematika di SMAN Titian Teras HAS Jambi

Bagikan Artikel ini ke Facebook