E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Sejauhmana ketaqwaan kita sebagai hamba Allah swt.

Dibaca: 745 kali, Dalam kategori: Agama, Diposting oleh: AFIFUDDIN, S.Ag. lihat profil
pada tanggal: 2016-03-15 10:32:49 wib


الحمد لله. الحمد لله رب العالمين, الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. والَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ. اشهد ان لااله الا الله واحده لا شريك له اله واحدا ونحن له مسلمون. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله وحبيبه وخليله, الهادى الى صراط مستقيم. أللهم صل وسلم وبارك على الرسول الاكرم الداع الى الخير الاعظم سيدنا ومولنا محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعه باحسان الى يوم الدين. قال تعالى اعوذ بالله من الشيطان الرجيم : قل ان كنتم تحبون الله فالتبعونى يحببكم الله ويغفرلكم ذنوبكم, والله غفور رحيم. اما بعد : اتقوا الله, اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون.
Jama’ah shalat jum’at rahimakumullah.
Marilah kita tingkatkan dan murnikan kembali ketaqwaan kita pada Allah swt. sebagai bekal hidup didunia ataupun diakhirat,
. وتزودوا فان خير زاد التقوى.
Serta semulya- mulyanya seseorang itu hanya dilihat dari ketaqwaannya
ان اكرمكم عند الله اتقاكم
Jama’ah rahimakumullah.
Dalam kesempatan ini, saya akan mencoba menguraikan tentang sejauhmana makna ketaqwaan tertanam dalam diri kita, yang enteng dilisan serta umum terdengar akan tetapi berat dalam aplikasi pelaksanaannya.
Taqwa secara umum mempunyai definisi:
امتثال الاوامر واجتناب النواهى
“menjalankan perintah dan manjauhi larangan Allah”
Ada juga yang mendefinisikannya “takut pada Allah, beramal dengan al- qur’an, menerima terhadap yang sedikit serta mempersiapkan diri untuk menghadapi hari akhir”:
الخوف من الجليل والعمل بالتنزيل والقناعة بالقليل والاستعداد ليوم الاخر
Lalu apakah yang dimaksud perintah dan apapula yang dimaksud larangan, yang mendasari makna taqwa?
Perintah itu sesuatu yang harus dikerjakan oleh yang lebih bawah dari yang memberi perintah, begitu pula larangan adalah sesuatu yang harus dijauhi melakukannya oleh yang lebih bawah dari yang melarang.
Adapun perintah dalam hal amaliyah ibadah yang mempunyai implikasi terhadap yang melakukannya yakni wajib,sunnah, ataukah mubah,hal ini kita lihat dari tensi tekanan isi perintah tersebut, seperti yang ada dalam qowa’idul ushul fiqh:
الاصل فى الامر للوجوب
“ pada asalnya perintah itu menunjukan wajib”
الاصل فى الامر للندب“pada asalnya perintah itu menunjukan sunnah”
الاصل فى الامر بعد النهى بفيد الاباحه
“pada asalnya perintah setelah larangan itu memfaedahkan mubah”.
الاصل فى الامر لايقتض الفور
“pada dasarnya perintah itu tidak membutuhkan kesegeraan”.
الاصل فى الامر لايقتض التكرار
“pada dasarnya perintah itu tidak membutuhkan pengulangan”.
Ini diantara sekian banyak qa’idah- qa’idah ushul fiqh tentang perintah. Begitu pula dengan larangan, tergantung tensinya, apakah mengarah pada “haram ataukah makruh”
Pada asalnya larangan itu menunjukan haram
الاصل فى النهى للتخريم
Pada asalnya larangan itu memfaedahkan makruh
الاصل فى النهى للكراهه
Jama’ah rahimakumullah.
Dari perintah dan larangan inilah yang akan menunjukan standar bobot ketaqwaan kita pada Allah swt.
Adapun hal perintah yang lebih utama kita tahu adalah yang menyangkut rukun Islam dan rukun Iman.
Menyangkut rukun islam;
بني الاسلام على خمس شهادة ان لااله الاالله وان محمدا رسول الله واقيموا الصلاة وايتاء الزكاة وصوم رمضان وحج البيت من استطاع اليه سبيلا. الحديث
yang pertama adalah kita telah bersaksi bahwa “tiada tuhan selain Allah swt. dan Nabi Muhammad saw. adalah utusan Allah” sebagai bai’at atas ke-islaman awal kita, walaupun kita islam secara turunan.
Yang kedua adalah shalat.
اقيموا الصلاة. ان الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر.
Dalam hal shalat ini sudahkah kita benar- benar shalat sebagai pembuktian akan ke-hambaan kita pada Allah swt. Selain yang maktubah lima waktu beserta shalat sunnah yang lain secara mahdlah, yang seharusnya berimplikasi pada amaliyah keseharian kita, menginternalisasi pada diri kita, sehingga hati kita akan selalu shalat dengan selalu terpaut dengan Allah swt. selalu terpaut dengan masjid, hilangnya rasa iri dengki, hasud, hilangnya su’udhon, riya, hilangnya keras hati dari kebenaran, terpeliharanya hati akan ke-ikhlasan. Lisan kita selalu shalat dengan senantiasa mendawamkan (melanggengkan ) dan membasahi bibir dengan dzikir sehingga tiada kesempatan lidah untuk menggunjing orang lain, memfitnah orang lain, mengadu domba, berbicara keji kotor, memakan yang bukan haknya, makan sesuatu yang haram baik shifat ataupun dzatnya, saling mengkafirkan sesama muslim, apa yang dikeluarkan lisan kita harus selalu ada manfa’atnya, tutur kata yang manis, dsb. Penglihatan selalu terpelihara dari suatu yang maksiat, berbau syahwat. Penglihatan kita selalu digunakan untuk melihat ayat- ayat Allah baik yang qauliyah ataupun kauniyah, penglihatan kita digunakan untuk menuntun pada jalan kebenaran, pada majlis ilmu. Perut kita tidak terisi oleh yang najis, bukan penampung sesuatu yang haram, selalu kosong karena tidak mau yang syubhat dan lebih banyak lapar karena puasa daripada kenyang terisi dengan yang najis.Tangan kita selalu digunakan untuk kebenaran, untuk menolong orang lain, untuk memberi shadaqoh, untuk menulis ilmu. Kaki kita selalu digunakan sebagai roda menuju majlis ilmu guna belajar, menjadi roda untuk berjalan menuju masjid guna berjama’ah, tidak digunakan berjalan menuju maksiat.
الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم وينفكرون فى خلق السموات والارض. الاية
Adapun perintah ketiga dari rukun islam adalah menunaikan zakat, karena dalam harta kita ada hak orang lain, sehingga dengan begitu diri kita terpelihara rasa sosialnya, terpelihara dari rasa bakhil, kikir. Perintah yang keempat adalah Puasa, yang hakikatnya selalu puasa dari dosa, dari maksiat. Yang kelima adalah ibadah pembuktian jiwa raga dan harta yakni haji sebagai totalitas akan ke-islaman kita dengan cara ikhlas mengorbankan dan mengerahkan segenap kemampuan kita secara kaafah ikhlas demi ridla Allah swt. semata, bukan menunaikan haji hanya untuk prestise akan tingginya status sosial. Ini semua dari dimensi perintah yang menyangkut rukun Islam.
Jama’ah shalat jum’at rahimakumullah.
Kemudian dari segi rukun iman ada enam bentuk perintah, yakni yang pertama adalah mengimani Allah swt., dengan cara hati beri’tikad, lisan mengucap dan disertai dengan amalan bahwa Allah adalah satu- satunya Tuhan, tiada yang lain, tiada menyekutukannya dengan yang lain, tiada menyekutukannya dengan uang, tidak dikalahkan oleh syahwat, perempuan, harta dunia serta tiada menyekutukannya dengan tahta, jabatan dsb. Tidak menghalangi dan mengalahkan keimanan kita pada Allah dengan apapun, yang dengan serta merta mantaati seluruh perintah serta larangan-Nya secara total, kita menjadi hamba yang hidup, mati, susah, senang hanya untuk demi Allah. Waktu kita curahkan hanya untuk Allah, bukan demi yang lain. Hati, mata, telinga, kaki, otak seluruh anggota tubuh kita hingga nafas-pun hanya untuk Allah swt. sehingga Allah selalu bersama kita
ان الله معنا
Kedua, mengimani malaikat Allah swt., dengan mengimani akan keberadaannya baik sebagai penjaga, pengawas, pengontrol, perekam bahkan sebagai sahabat kita. Dengan begitu kita akan merasa malu jika punya niatan buruk, punya niatan jahat, punya hati dan otak kotor, karena kita selalu bersamanya, terawasi, ter-rekam perdetiknya, bahkan sublimasi hati-pun tiada lepas dari catatan, rekaman dan penilaian.
Unsur ketiga yakni mengimani kitab- kitab yang diturunkan Allah, terlebih lagi al- qur’an, mengimani kitab sebelumnya yaitu injil, taurat dan zabur. Mengimani al- quran sebagai pedoman hidup, kita berusaha sekuat tenaga dan fikiran, jiwa serta raga, hidup berjalan sesuai rel al- qur’an, berusaha mengaplikasikan al-qur’an dalam kehidupan kita, dalam masyarakat kita, dalam negara kita. Al- qur’an kita jadikan sebagai way of life, bukan sebagai pajangan diatas lemari bukan pula diperalat hanya sebagai mantra pengusir makhluk halus.
Unsur keempat adalah iman pada para rasul-Nya sebagai pembawa risalah, disinilah banyak yang diuji keimanannya, terutama bagi orang- orang yang merasa dirinya pandai, sehingga mengotak- atik wahyu yang diemban para rasul, bahkan tidak sedikit yang mengaku sebagai rasul hingga sekarang banyak sekali kita dikejutkan dengan banyaknya orang yang mengaku nabi atau rasul.
Dan kelima, iman pada hari akhir. Hal ini adalah taruhan keimanan seseorang sebab menyangkut akibat dari semua hal yang pernah dilakukan, sebagai pembalasan, sebagai stimulus.
Ke-enam adalah percaya pada taqdir, entah itu baik ataupun buruk.
Dari enam keimanan ini hampir separuhnya adalah menyangkut sesuatu yang gaib, untuk itulah maka mempersyaratkan adanya keimanan.

Jama’ah shalat jum’at rahimakumullah.
Uraian diatas menyangkut tentang hal perintah. Kemudian yang menyangkut “larangan” yang harus dijauhi diantaranya adalah:
Pertama syirik, baik dhahri ataupun khofi, yang jelas ataupun samar adalah sebagai dosa pamungkas dari sekian banyak perbuatan dosa. Mungkin secara jelas nyata, kita masih bisa untuk menghindar dari kesyirikan, akan tetapi kita seringkali melakukan syirik yang bersifat samar. Allah disekutukan dengan kepercayaan yang lain, disekutukan dengan makhluk gaib, disekutukan dengan uang, dsb.
ان الشرك لظلم عظيم
Kedua Membunuh. Mungkin kita tidak melakukan pembunuhan dengan nyata, akan tetapi kita sekarang ini banyak melihat pembunuhan dalam bentuk yang lain, seperti aborsi, membunuh generasi bangsa, pemuda dengan membiarkan generasi kita berkutat dengan narkoba, alkohol yang secara perlahan tapi pasti akan membunuh mental, membunuh semangat, menjadikan mereka mandul.
Ketiga zina, sekarang ini tidak hanya zina kiasan kecil saja, akan tetapi sudah banyak sekali yang melakukan zina farji, sebagaimana data kecil di kabupaten Sleman sekarang anak usia SMP sudah menikah karena kebobolan semakin meningkat, yang lebih miris lagi secara nasional hampir 20 % lebih anak usia SMA sudah pernah melakukan hubungan intim. Zina farji sekarang sudah tidak aneh dan heran lagi, lebih lebih zina kecil yakni, zina mata, zina tangan, zina yang lainnya.
ولاتقربوا الزنى انه كان فاحشة وساء سبيلا
Keempat, mengkonsumsi khamr, sudah bukan barang yang aneh lagi, kita banyak temui sekitar kita, pemuda- pemuda kita sudah terinfeksi dengan hal- hal yang memabukan, minuman ber-alkohol, meng-konsumsi yang mengandung zat adiktif. Padahal khamr adalah biangnya perbuatan kotor:
ام الفواحش. ان من اكبر الكبائر
Kelima, berjudi. Mungkin yang resmi dan terang- terangan sudah tidak bisa dilakukan lagi, akan tetapi sekarang berkamuflase dalam bentuk yang lain, undian berhadiah bahkan media visual ikut terlibat, jackpot ditayangkan secara resmi.
Dalam hal yang bersifat larangan disamping telah tersebut diatas juga masih banyak yang lainnya

Jama’ah rahimakumullah.
Pada intinya bagaimanapun caranya, dalam kondisi dan situasi apapun kita berusaha semampu kita untuk selalu tetap bertaqwa pada Allah swt., selalu ta’at pada Allah dan rasulullah, selalu sesuai deng rel al- qur’an.
اتقِ اللهَ حيثما كنت واتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن
Sebab apa yang kita lakukan dan semua yang kita kerjakan sekecil apapun didunia ini ada pertanggung jawabannya, bahkan anggota tubuh kita akan memberikan kesaksian atas amalan kita.
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan

Jama’ah rahimakumullah.
Perlu diingat bahwa ketaqwaan kita hanyalah demi Allah, demi keridloan Allah, bukan yang lain, bukan agar rizkinya lancar. Yang Semua itu hanyalah efek dari ketaqwaan kita saja, bukan sebagai tujuan apalagi tujuan utama.
Semoga kita selalu dapat memelihara serta meningkatkan ketaqwaan kita pada Allah swt, amin...

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم :
. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً ,يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً.
بارك الله لى ولكم ونفعنى واياكم بما فيه من الايات وذكر الحكيم وتقبل الله منى ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم.

Bagikan Artikel ini ke Facebook