E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

ikhlas menjadi hamba Alla swt.

Dibaca: 802 kali, Dalam kategori: Agama, Diposting oleh: AFIFUDDIN, S.Ag. lihat profil
pada tanggal: 2016-04-20 10:39:43 wib


الخطبة الاولى
الحمد لله. الحمد لله الذى خلق الانسان فى احسن تقويم, والَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً. وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ.
اشهد ان لااله الا الله واحده لا شريك له اله واحدا ونحن له مسلمون. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله وحبيبه وخليله, الهادى الى صراط مستقيم. أللهم صل وسلم وبارك على الرسول الاكرم الداع الى الخير الاعظم سيدنا ومولنا محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعه باحسان الى يوم الدين. قال تعالى اعوذ بالله من الشيطان الرجيم : قل ان كنتم تحبون الله فالتبعونى يحببكم الله ويغفرلكم ذنوبكم, والله غفور رحيم. اما بعد : اتقوا الله, اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون.

Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Marilah kita berusaha untuk selalu meningkatkan taqwa kepada Allah swt., dengan cara ta’at kepada Allah swt. dan taat kepada rasulullah saw, sehingga dengan begitu kita akan mendapatkan keberuntungan yang besar:
ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما

Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Kehidupan, alam, dunia itu baik atau buruknya semua tergantung bagaimana kita manusia membentuknya, karena memang alam seisinya ini dibuat hanya diperuntukan untuk manusia. Itulah diantara fungsi manusia diciptakan yakni untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini. Oleh karena itu sudah sepatutnya manusia mengatur, membentuk alam ini. Akan tetapi dlam mengatur, membentuk alam serta kehidupan ini janganlah melampaui batasannya sebagai manusia, sebagai khalifah, sebagai pembentuk, sebagai pengatur, Bukan sebagai pencipta, bukan juga sebagai penghancur, sebagai perusak alam serta kehidupan ini. Jika sudah menjadi pencipta, menjadi perusak, penghancur maka kita sudah melampaui batasan kita sebagai manusia. Seolah kita sebagai Tuhan, jika jiwa kita sudah merasa seperti ini maka kita secara langsung ataupun tidak langsung sudah menjadikan diri kita sebagai thoghut- thoghut yang baru.
Perlu diketahui bahwa sepandai- pandainya orang walaupun ilmuwan bukanlah sebagai pencipta akan tetapi sebagai penemu saja, sebagai hasil dari rangkaian- rangkaian atas sesuatu yang lain menjadi baru yang sebelumnya belum ditemukan, masih terikat dengan hukum kausalitas, hukum sebab akibat saja, jadi bukan pencipta. Adapun hakikat penciptaan adalah dari yang nihil menjadi ada, dari yang kosong menjadi ada, dan hal ini hanya bisa dilakukan oleh “sang pencipta” yakni Allah ta’ala saja.
خالق البشر من الادم الى الوجود ثم الادم بعد الموجود.....
Dan dari semua ini adalah dalam rangka pengabdian kita pada Allah, dengan begitu kita selalu ingat akan posisi kita sebagai hamba Allah, hamba adalah hamba bukan yang dihamba, yang dihamba tetap yang dihamba bukan penghamba. Sebagai analoginya adalah kita sebagai wayang janganlah mencoba untuk menjadi dalang, tidak akan pernah bisa.
ومكروا ومكر الله والله خير الماكرين
Inilah perbedaan antara hamba “’abid” dengan pembantu “khodim”. Jika hamba (‘abid) ada kepasrahan total kepada yang dihambai dan statusnya jauh dari kemungkinan sama. Adapun pembantu (khodim) dengan majikan bedanya hanyalah perannya saja, sama- sama manusia, sama- sama makhluk, tidak masuk pada keyakinan dan tidak ada kepasrahan total, yang suatu saat bisa saja derajatnya sama antara pembantu dengan majikan bahkan bisa jadi suatu saat lebih tinggi lagi.
Oleh karena itu sudah seharusnyalah kita introspeksi akan diri kita bahwa kita adalah hamba, yang dengan begitu akan terbentuk jiwa qonaah, sehingga apapun ketentuan yang kita dapat dari sang Penentu akan kita terima dengan jiwa yang lapang, akan kita terima dengan ikhlas.

Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Kita, manusia sebagai makhluk hidup seringlah menghadapi berbagai masalah, baik sebagai makhluk sosial ataupun makhluk yang bersifat pribadi. Akan tetapi terkadang kita tidak menemukan solusi yang kita harapkan. Apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataannya, apa yang seharusnya tidak sesuai dengan yang terjadi. Antara “Das sein dengan Das sollen” tidak sama.
Dari ketidak sesuaian- ketidak sesuaian yang kita harapkan inilah, kemudian kita menjadi stress dan tidak menerima apa yang terjadi. Kita lupa bahwa kita punya hak meminta, bukan memaksa juga bukan penentu, yang berhak memberi dan menentukan akan segala keinginan dan permohonan adalah Sang maha pemberi dan penentu. Disamping itu semua kita dihidupkan itu hanyalah untuk beribadah bukan yang lain. Amalan- amalan lain selagi kita hidup semuanya adalah hanya untuk mendukung peribadatan kita yang semuanya tidak ada syarat apalagi menuntut hadiah sebagai upah akan ibadah kita, karena peribadatan kita menuntut akan adanya keikhlasan.
وماامروا الا ليعبدوا الله مخلصين له الدين
Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Dari mengetahui serta menyadari peran dan posisi kita tersebut diatas yakni sebagai hamba, maka niscaya akan kita dapati suatu keikhlasan akan diciptakannya kita sebagai manusia yakni hanya untuk beribadah, hanya untuk menjadi hamba.
وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون
Jama’ah shalat jum’at yang senantiasa dirahmati Allah swt.
Semoga kita selalu ingat akan diri kita bahwa kita hanya sebagai hamba dan sebagai hamba menuntut adanya keikhlasan, dengan begitu mudah-mudahan kita akan mencapai tingkatan ketaqwaan yang sebenarnya dan menjadi hamba yang ikhlas mengabdi pada Allah swt saja. Amiin.

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً ,يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً.
بارك الله لى ولكم ونفعنى واياكم بما فيه من الايات وذكر الحكيم وتقبل الله منى ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم.
---------------------




















الخطبة الثانيه
اْلحَمْد للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.
اشهد ان لااله الاالله واحده لا شريك له, واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله. أللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين.قال الله تعالى, اعوذ بالله من الشيطان الرجيم: وماامروا الا ليعبدوا الله مخلصين له الدين........., اما بعد :
فَياَ اَيُّهَا النَّاس. اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى, وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ قُدْسِهِ. وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى. يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ وسلم عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءمِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْاَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ ْلعَالَمِيْنَ.ربناهب لنا من ازواجنا وذريتنا قرة اعين وجعلنا للمتقين اماما. ربنا واجعلنا مُسْلمَيْنِ لك ومن ذريتنا امة مسلمة لك وارنا مناسكنا وتب علينا انك انت التواب الرحيم. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وادخلنا الجنة مع الابرار.
عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فاَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَر. اقيموا الصلاة !!!!
عفيف الدين دمنهوري اليحيَى

Bagikan Artikel ini ke Facebook