E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Diksi dalam Kumpulan Puisi Kolam Karya Sapardi Djoko Damono

Dibaca: 1535 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: Achmad Roy Probosasongko lihat profil
pada tanggal: 2016-04-28 07:25:59 wib


DIKSI DALAM KUMPULAN PUISI KOLAM
KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO


Achmad Roy Probosasongko
Madrasah Aliyah Negeri Rengel
Jalan Raya Beron 728 Rengel Tuban
Email : ahmadroy078@gmail.com



Abstract: The collection of poems “Kolam� written by Sapardi Djoko Damono use simple language and choice of words. The problem in this research is how the use of diction and functions in the collection of poems “Kolam� written by Sapardi Djoko Damono. The main target of this research is the use of diction and function. The data in this research is descriptive in the form of phrases, words, and sentences. As for the data source is a collection of poems “Kolam� written by Sapardi Djoko Damono. The type of data analysis used is qualitative descriptive analysis. Based on the results of this research is the description of the aspects of diction, we can conclude that in a collection of poetry style “Kolam� Sapardi Djoko Damono select a word many use the Java Language diction choice . Choice of words from the vocabulary of the Java Language area serves to intensify and strengthen the meaning of the characters in the foreground figures reinforce originating from a particular region.

Key words : Diction, Function

Abstrak: Kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono menggunakan bahasa yang sederhana dan pilihan kata yang tepat. Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana penggunaan diksi dan fungsinya dalam kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono. Sasaran utama penelitian ini yaitu penggunaan diksi dan fungsinya. Data dalam penelitian ini adalah data deskriptif yang berupa frasa, kata, dan kalimat. Adapun sumber datanya berupa kumpulan puisi Kolam yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono. Jenis analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari uraian aspek-aspek diksi tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam kumpulan puisi Kolam gaya Sapardi Djoko Damono memilih kata banyak mempergunakan pilihan diksi bahasa daerah Jawa. Pemilihan kata dari kosakata daerah bahasa Jawa berfungsi untuk mengintensifkan makna dan memperkuat latar tokoh dalam mempertegas tokoh yang berasal dari daerah tertentu.

Kata Kunci : Diksi, Fungsi
PENDAHULUAN
Karya sastra merupakan bentuk kreativitas pengarang dalam mengolah bahasa yang estetis. Karya sastra secara harfiyah berarti tulisan yang dicipta dengan menggunakan bahasa yang indah. Menurut Hutomo dalam Sudikan, (2014:3) “sastra atau kesusastraan ialah ekspresi pikiran dan perasaan manusia, baik lisan maupun tulis (cetakan), dengan menggunakan bahasa yang indah menurut konteksnya�. Pengarang sastra pada dasarnya melahirkan bahasa kiasan yang multitafsir serta bahasa yang beraneka ragam difinisi, itulah letak keindahan dalam penciptaan bahasa dalam sebuah karya sastra. Karya sastra dalam hal ini puisi merupakan hasil cipta rasa karya manusia dengan menggunakan bahasa yang indah untuk menggambarkan retorika alam penyairnya.
Sapardi Djoko Damono dalam bukunya Bilang Begini Maksutnya Begitu (2014:51) menulis, bahwa ada perbedaan yang jauh antara gambar yang muncul dari bahasa harfiyah dan pengertian yang kita tangkap dari bahasa kiasan. Umumnya bahasa yang dicipta seorang penulis puisi dapat mewujudkan kedua bahasa tersebut terutama bahasa kiasan. Akan tetapi, dalam menulis karya sastra penyair cenderung menggunakan bahasa tulis yang menggambarkan fenomena-fenomena dari kehidupan bermasyarakat.
Puisi adalah salah satu karya sastra yang mengutamakan keindahan kata-kata atau bahasanya, untuk itu para penulis puisi menggunakan diksi yang beraneka ragam dalam mencapai efek puitis. Menurut Ratna, (2013:19) ciri khas puisi adalah kepadatan pemakaian bahasa sehingga paling besar kemungkinannya untuk menampilkan ciri-ciri diksi.
Diksi yang dipakai oleh pengarang melalui bahasa puitis dapat memaparkan ide atau gagasan sesuai dengan efek yang ingin dihadirkan melalui karya-karyanya. Efek yang ingin dihadirkan oleh pengarang merupakan usaha memperkaya makna, penggambaran objek dan peristiwa yang imajinatif, maupun efek emotif bagi pembaca. Melalui kajian diksi ini penulis akan mengaji diksi dalam sebuah karya sastra yaitu puisi.
Seorang pembaca lebih sering fokus pada cerita dan keindahan kata-kata sebuah karya sastra, tanpa memperhatikan jenis atau diksi yang digunakan dalam puisi tersebut. Kurangnya perhatian pembaca pada jenis diksi dalam sebuah karya sastra itulah yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti diksi yang digunakan Sapardi Djoko Damono dalam kumpulan puisi Kolam. Sapardi merupakan penyair yang terkenal dengan puisi-puisinya yang menggunakan kata-kata sederhana dan tema yang ringan, seperti puisi Hujan Dalam Komposisi yang menggambarkan hujan dan suasana alam.
Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang paling sederhana tetapi kompleks. Bahasa yang digunakan dalam sebuah puisi berbeda dengan bahasa yang digunakan berkomunikaasi sehari-hari, dalam sebuah puisi kata diseleksi, dimanipulasi, dan dikombinasi sedemikian rupa oleh penyair sehingga butuh pemahaman lebih dalam membaca puisi untuk memahami isinya. Jika dalam bahasa sehari-hari terdapat konteks yang membantu pemahaman penutur dan lawan tutur, maka puisi tidak ada konteks yang membantu pembaca atau pendengar memahami puisi tersebut. Untuk itu, pembaca harus mengetahui makna dari setiap kata dalam sebuah puisi, salah satu cara untuk mengetahui makna puisi adalah dengan mengetahui bentuk diksi yang digunakan penyair. Puisi lebih menonjolkan diksi dan keindahan bunyi dalam penulisannya. Setiap sastrawan memiliki gaya menulis yang berbeda dalam sebuah karya. Karena, puisi memiliki unsur-unsur pembangun, yaitu bunyi, diksi, bahasa kiasan, sarana retorika, citraan, bentuk visual, dan makna. Tegasnnya menurut Pradopo (2009:7) puisi itu mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indra dalam suasana yang berirama. Unsur-unsur pembangun puisi tersebut menggunakan kata-kata sebagai sarananya yang akhirnya kata-kata tersebut menjadi sebuah bahasa yang indah dan memiliki makna yang dalam dan tersirat.
Bahasa yang indah pada puisi tentu tinggi maknanya, sebab pada bahasa puisi terdapat diksi. Menurut Ratna dalam Diksi Kajian Puitika Bahasa, Sastra, dan Budaya (2013:67) tujuan utama diksi adalah menghadirkan aspek keindahan. Diksi pada puisi merupakan kiasan yang dipakai penyair melalui kata-kata yang digunakannya untuk pengungkapan perasaan penyair secara tersirat. Diksi merupakan bentuk bahasa yang imajinatif dan maknanya di luar batas kelaziman karena memiliki arti yang berbeda dengan arti yang ada di kamus. Para penyair pasti memiliki imajinasi yang tinggi karena mampu merangkaikan satu kata dengan kata yang lain sehingga memunculkan makna di luar batas kelaziman.
Fenomena yang ada bahwa puisi menyimpan retorika bahasa sehingga dalam teks puisi tertulis diksi yang perlu diungkap oleh pembaca. Seberapa jauh penulis puisi menggunakan diksi dan bagaimana fungsinya terutama dengan mengaji penggunaan diksi pada buku kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono.
Diksi merupakan pilihan kata yang disesuaikan dengan keadaan ketika emosi penyair sedang meledak sewaktu penyair memilih kata-kata dalam menulis puisi. Menurut Barfield (dalam Pradopo, 2009:54) bahwa bila kata-kata dipilih dan disusun dengan cara yang sedemikian rupa hingga artinya menimbulkan atau dimaksudkan untuk menimbulkan imaginasi estetik, maka hasilnya itu disebut diksi. Penyair tentu menyeleksi kata-kata agar dapat menimbulkan efak yang puitis dari ekspresi pengalaman jiwanya secara padat, hebat, dan sangat kuat. Efek-efek yang ditimbulkan inilah akan melahirkan diksi repetitif maupun kiasan.
Peneliti memilih kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono sebagai objek studi diksi. Pemilihan Kumpulan puisi Kolam ini didasarkan pada segi diksi yang menarik untuk dikaji lebih jauh. Kumpulan puisi tersebut mengandung maksud kompleksitas berkaitan dengan bahasanya yang ingin disampaikan oleh pengarang. Sepengetahuan penulis belum ada yang mengaji baik dari aspek bahasa yang digunakan, maka hal tersebut menjadi penting untuk dikaji. Alasan tersebut yang mendorong penulis untuk mengadakan penelitian tentang bahasa yang digunakan Sapardi Djoko Damono dalam menyampaikan makna dan pesan cerita untuk mengkaji diksi dan fungsinya dalam kumpulan puisi tersebut.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis melakukan penelitian dengan judul “Diksi Kumpulan Puisi Kolam Karya Sapardi Djoko Damono� yang diterbitkan editum edisi 2015.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas peneliti memfokuskan masalah bagaimana penggunaan diksi dan fungsinya dalam kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono? Dengan tujuan mendeskripsi penggunaan diksi dan fungsinya dalam kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono.
Manfaat teoritis yang diperoleh setelah mengaji kumpulan puisi di atas adalah dapat memberikan sumbangan untuk perkembangan teori-teori sastra khususnya diksi yang dapat menjadi bahan pertimbangan penelitian. Serta memberikan pengetahuan tentang fungsi diksi dalam karya sastra khususnya puisi. Sedangkan manfaat praktis yang diperoleh setelah mengaji kumpulan puisi tersebut diantaranya. Dapat memberikan manfaat untuk mengembangkan ilmu sastra dan teori sastra. Salain itu, dapat juga memberikan manfaat bagi pembaca terhadap kumpulan puisi terutama mengenai diksi.

METODE PENELITIAN
Metode penelitian merupakan cara pandang objek kajian yang akan diteliti. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan stilistika, dengan cara menganalisis sistem linguistik karya sastra dan dilanjutkan dengan menginterpretasi ciri-cirinya, dilihat dari tujuan estetis karya sastra sebagai keseluruhan makna. Pendekatan tersebut digunakan mengaji penggunaan diksi dan fungsinya dalam kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yaitu penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis.
Menurut (Moleong 2013:6) penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Pada penelitian yang penulis lakukan, objek kajian berupa teks sastra. Teks sastra dideskripsikan, dianalisis, dan ditafsirkan sehingga menghasilkan data deskriptif tertulis.
Penelitian tidak terkait pada satu tempat karena objek yang dikaji berupa teks, yaitu kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono. Penelitian ini bukan penelitian lapangan yang analisisnya bersifat statis melainkan sebuah analisis yang dinamis yang dapat terus dikembangkan.
Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode analisis isi. Penelitian ini mendeskripsikan atau menggambarkan apa yang menjadi masalah, kemudian menganalisis dan menafsirkan data yang ada. Metode analisis yang digunakan menganalisis isi dari suatu dokumen, dalam penelitian ini dokumen yang dimaksud adalah kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono.
Menurut Lofland (dalam Moleong 2013:157) sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Data dalam penelitian ini adalah data deskriptif yang berupa frasa, kata, dan kalimat dalam kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono. Adapun sumber data penelitian ini berupa kumpulan puisi Kolam yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono Kumpulan puisi tersebut terdiri atas 51 puisi yang dicetak pertama kalinya pada tahun 2009 oleh Ultimus dan diterbitkan kembali oleh Editum edisi 2015 dengan tebal 127 halaman. Sasaran penelitian ini adalah penggunaan diksi dan fungsinya dalam kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono.
Pencatatan data dalam penelitian ini dengan menerapkan kartu data. Data dicatat pada kartu data yang telah disiapkan dengan diberi nomor urut data dan keterangan sesuai dengan masalah yang diteliti sehingga akan mudah mengklasifikasikan data dan menganalisisnya. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Menurut (Sugiyono 2014:240) dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Menurut Guba dan Lincoln (dalam Moleong 2013:216), dokumen adalah setiap bahan tertulis ataupun film. Pendokumentasian dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mencatat bagian-bagian teks yang memperlihatkan bentuk penggunaan diksi dan fungsinya dalam kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono Hasil pendokumentasian kemudian dicatat sebagai data yang dimasukkan dalam kartu data. Dalam data yang dicatat itu disertakan aspek, halaman, dan kutipan sumber datanya untuk mengecek ulang terhadap sumber data ketika diperlukan dalam rangka analisis data.
Analisis data yang digunakan menganalisis kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono adalah jenis analisis deskriptif. Jenis ini digunakan mengurai permasalahan yang menjadi topik dalam penelitian ini, sehingga diperoleh pembahasan yang lebih terperinci. Teknik ini bertujuan untuk mengungkap semua masalah yang telah diungkapkan dalam rumusan masalah yaitu penggunaan diksi dan fungsinya dalam kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis, sehingga permasalahan yang menjadi topik dalam penelitian ini dapat terselesaikan. Jenis kuantitatif digunakan untuk menghitung jumlah atau banyaknya kata-kata dalam kumpulan puisi Kolam sehingga terlihat jumlah diksi yang digunakan oleh Sapardi Djoko Damono.
Langkah mengklasifikasikan data ini meliputi teknik-teknik baca pustaka, simak, dan catat. Kemudian klasifikasi itu dilakukan dengan tujuan untuk kepentingan analisis pemakaian kosakata. Data yang berkaitan dengan masing-masing aspek dikumpulkan menjadi satu kemudian diamati secara kritis dan mendalam. Dari analisis deskripsi selanjutnya peneliti mereduksi data, yaitu proses seleksi data, pemfokusan, penyederhanaan dan abstraksi data kasar dalam rangka penarikan kesimpulan. Pada saat reduksi data ini, data yang telah diklasifikasikan diseleksi untuk memilih data yang berlimpah kemudian dipilah dalam rangka menemukan fokus penelitian. Artinya data berupa bagian deskripsi dan refleksinya disusun dalam rumusan yang singkat berupa pokok-pokok penemuan yang penting yang disebut reduksi data.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Diksi dan Fungsinya
Diksi atau pilihan kata dalam kumpulan puisi Kolam beranekaragam hal ini ditemukan dari dokumen yang telah tercatat pada data. Kumpulan puisi Kolam memanfaatan kata-kata atau memilih kata yang bertujuan memperoleh keindahan untuk menambah daya ekspresifitas. Sebuah kata akan lebih jelas, jika pilihan kata tersebut tepat dan sesuai. Ketepatan pilihan kata bertujuan agar tidak menimbulkan interpretasi yang berlainan antara penulis atau pembicara dengan pembaca atau pendengar, sedangkan kesesuaian kata bertujuan agar tidak merusak suasana. Diksi merupakan pilihan kata yang dipergunakan pengarang untuk menyampaikan makna dalam karya sastra. Dalam karya sastra penggunaan diksi atau pilihan kata sangat beragam. Hal ini mungkin disengaja oleh pengarangnya untuk keindahan sastra itu sendiri.
Penggunaan diksi atau pilihan kata dalam karya sastra sangat beragam khususnya kumpulan Kolam karya Sapardi Djoko Damono. Dari 51 puisi yang banyak menggunakan diksi salah satunya adalah Pohon Rambat karya Sapardi Djoko Damono. Kosakata yang digunakan dalam kumpulan puisi Kolam sangat kompleks. Sedangkan fungsi diksi dalam puisi adalah pemanfaatan kosakata bahasa daerah untuk mengingat kembali dan menguatkan latar tokoh.

Diksi Bahasa Daerah
Salah satu pengarang yang memanfaatkan kosakata bahasa daerah adalah Sapardi Djoko Damono dalam kumpulan puisi Kolam. Pemanfaatan kosakata bahasa daerah Jawa yaitu kata anjang-anjang dalam puisinya yang berjudul Pohon Rambat.
Fungsi pemanfaatan kosakata bahasa Jawa dalam kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono untuk mengintensifkan makna dan menguatkan latar tokoh. Salah satu puisi dalam kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono yang memanfaatkan kosakata bahasa Jawa adalah puisi yang berjudul “Pohon Rambat�. Berikut kutipannya.
Pohon Rambat
Pohon rambat itu mendaki anjang-anjang yang kaujalin di pekarangan belakang rumahmu.
Pada pagi hari warna sekeliling menjadi kuning seperti bunganya meskipun daun-daunnya bertahan hijau.
Tanpa pernah memperhatikan warna apa sebenarnya yang dikehendakinya, pohon itu terus mendaki sampai seluruh jaringan yang kau buat itu penuh.
Dan belalainya mulai berpikir ke mana lagi harus mendaki untuk menunjukkan bahwa apa yang sudah kaukerjakan itu tidak tampak sia-sia. (Kolam:51)
Puisi tersebut berbentuk prosa yang terdiri atas empat paragraf, paragraf pertama menceritakan keadaan sebuah pohan yang dapat merambat (menjalar) sampai ke anjang-anjang rangka kayu (bambu, besi, kawat) berbentuk anyaman atau kisi-kisi tempat menjalarnya tumbuhan hias yang di buat orang ketiga di pekarangan belakang rumahnya. Paragraf kedua bercerita tentang pada pagi hari warna disekeliling pohon rambat itu berubah menjadi kuning seperti bunganya meskipun daun-daunnya berdaun hijau. Warna kuning menandakan bahwa pada masa datang pasti suasana akan berubah menjadi tua meskipun kau masih seperti biasa kelihatan masih muda (hijau). Paragraf ketiga bercerita tentang tanpa menghiraukan perubahan kondisi disekelilingnya, maka pohon itu tetap merambat hingga memenuhi anjang-anjang. Pohon akan terus merambat sesuai khodratnya yang hanya bisa menjalar dan merambat hingga pohon rambat itu tua memenuhi keseluruh anjang-anjang. Paragraf keempat menceritakan kemana lagi tunas berikutnya akan berkarya untuk menujukkan intensitasnya agar tidak tampak sia-sia semasa hidupnya.
Dalam puisi tersebut terdapat kata “anjang-anjang� berasal dari bahasa Jawa yang berarti tempat menyandarkan. Kata “anjang-anjang� yang dimaksud-kan pengarang adalah kenangan masa lalu ketika pengarang masih kecil di kampung. Fungsi pemanfaatan kosakata bahasa Jawa pada puisi tersebut untuk mengintensifkan makna kata dan memperkuat latar tokoh dalam mempertegas tokoh yang berasal dari daerah Jawa. Kata “anjang-anjang� digunakan untuk membangun suasana jiwa yang sudah tua dan bersifat sedih. Kata “anjang-anjang� membangun suasana ironi si kau karena keadaannya pada saat itu dia dalam keadaan merenung, sedangkan pikiran dan jiwanya berusaha kembali ke masa lalunya. Kata “anjang-anjang� berarti tempat yang dibuat berupa rangka kayu berbentuk anyaman atau kisi-kisi tempat menjalarnya tumbuhan hias.
Kenangan si penyair ketika dia masih anak-anak atau remaja (latar budaya Jawa) yang penuh kebahagiaan dengan seseorang. “Anjang-anjang� juga mempu-nyai arti lain saat pengarang berkarya bersama orang lain, sehingga membentuk kesan sedih sebab ada sesuatu yang berubah menjadi kuning (kenangan) dari dirinya. Hal ini diperkuat dengan lanjutan baris puisi berikutnya, yaitu “belalainya mulai berpikir kemana lagi harus mendaki� memulai pekerjaan baru.
Kata “anjang-anjang� merupakan kata yang dipakai dalam bahasa Jawa. Si kau dalam lirik pernah mengalami menanam pohon rambat dengan memberikan anjang-anjang. Hal ini berarti menguatkan latar tokoh si kau dari mana dia berasal.
Fungsi pemanfaatan kosakata bahasa Jawa dalam kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono untuk mengingat kembali dan menguatkan latar tokoh.

SIMPULAN DAN SARAN
Dari penelitian terhadap kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut. Dalam kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono terdapat aspek-aspek penggunaan diksi yaitu pemanfaatan kosakata bahasa daerah Jawa, yang berfungsi untuk mengintensifkan makna, dan menguatkan latar tokoh.
Dari analisis terhadap kumpulan puisi Kolam karya Sapardi Djoko Damono penulis memberi saran kepada pembaca sebagai berikut. Hasil penelitian diksi diharapkan dapat menambah khazanah penelitian sastra dan dapat menjadi referensi penelitian sastra berikutnya yang menggunakan pendekatan stilistika dengan memfokuskan teori diksi. Kumpulan puisi yang dipergunakan sebagai media penelitian ini diharapkan dapat dianalisis dengan pendekatan lain, seperti struktural dan semiotik. Hasil analisis ini dapat digunakan sebagai sumbangan terhadap khasanah pembelajaran khususnya pembelajaran diksi dan fungsinya pada pembelajaran puisi dari tingkat Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi.















DAFTAR PUSTAKA


Damono, Supardi Djoko. 2015. Kolam. Bandung: Editum.
_____. 2014. Bilang Begini, Maksudnya Begitu. Jakarta: Gramedia.
Moleong. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Pradopo, Rahmat Djoko. 2009. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ratna, Nyoman Kutha. 2013. Diksi Kajian Puitika Bahasa, Sastra, dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sudikan, Setya Yuwana. 2014.Metode Penelitian Sastra Lisan. Lamongan: CV Pustaka Ilalang.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.



Bagikan Artikel ini ke Facebook