E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

ANTARA SUKA DAN DUKA LAHIRNYA PP NO 48 TAHUN 2014 JO PP NO 19 TAHUN 2015

Dibaca: 813 kali, Dalam kategori: Pemerintahan, Diposting oleh: NURIL ALAMIN, M.Ag lihat profil
pada tanggal: 2016-05-03 16:03:47 wib


Ada pepatah mengatakan "Tidak ada gading yang tak retak" sesempurna apapun suatu regulasi mesti ada kekuranganya.Sejak terbinya PP NO 48 tahun 2014 sudah tiga kali menteri Agama mengeluarkan peraturan tentang PP tersebut yaitu PMA NO 24 Tahun 2014,PMA NO 46 Tahun 2014 dan PMA NO 12 Tahun 2016.
Dari perubahan-perubahan tersebut menunjukkan betapa seriusnya pemerintah untuk membenahi aturan didalam tubuh kementerian Agama terutama dalam pelayanan KUA, karena itu tidaklah muda.
Harapan pemerintah dengan regulasi tentunya untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan/keamanan dalam menjalankan tugas yang dirasakan oleh masyarakat dan aparat pemerintah. Sebagai masukan kepada Pemerintah Pusat yang mempunyai hak dan wewenang pengatur kebijakan :
1. Jangan pernah meninggalkan Sejarah Kemenag dan KUA
2. Jangan ditinggalkan budaya positif masyarakat
3. Jangan pisahkan antara Ulama dengan KUA
4. Jangan samakan pengurusan nikah dengan pengurusan pencatatan Akta kelahiran atau KTP.
Kesimpulanya jadikan ulama yang ada di desa, P3N atau modin tetap exis dalam kemitraan kerja dengan KUA sebagaimana PMA NO 11 tahun 2007 psl 3 ayat 2.Untuk itu sesegera mungkin untuk mengangkat kembali P3N sebagai mitra kerja atau aparat pemerintah dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan publik KUA atau dihapus PMA NO 11 tahun 2007 yang sekarang masih berlaku untuk dibuat pedoman KUA.Bersambung (Gus Nuril)


Bagikan Artikel ini ke Facebook