E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Efek Transenden Dari Makanan Dan Minuman Yang Kita Konsumsi

Dibaca: 845 kali, Dalam kategori: Agama, Diposting oleh: AFIFUDDIN, S.Ag. lihat profil
pada tanggal: 2015-05-07 13:10:45 wib


Efek Transenden  Dari Makanan Dan Minuman Yang Kita KonsumsiKita, manusia sebagai makhluk hidup mempunyai kebutuhan- kebutuhan. Kebutuhan- kebutuhan itu secara umum dapat dikotomikan menjadi kebutuhan jasmani yang bersifat phisically dan kebutuhan rohani yang bersifat phsycis . Dua kebutuhan ini haruslah terpenuhi. Walaupun dalam proses pemenuhannya tidaklah maksimal 100%, karena memang tiadalah makhluk yang sempurna didunia ini, akan tetapi kewajiban kita adalah berusaha untuk memenuhinya.

Dalam proses pemenuhan kebutuhan inilah yang akan menjadikan sesuatu yang berimplikasi baik atau buruk untuk jasmani (fisik) ataupun rohani (psikis). Apa yang kita konsumsi mungkin akan baik akibatnya untuk fisik akan tetapi belum tentu baik untuk rohani (psikis), juga mungkin baik untuk rohani belum tentu baik untuk fisik. Dalam hal ini banyak sekali ayat- ayat alqur’an menyatakan haruslah baik untuk keduanya, حلالا طيبا . حلال artinya kebolehan untuk dikonsumsi yang berkonotasi pada aspek spiritualitas transenden, rohani. Sedangkan طيبا itu kebaikan yang berkonotasi dan berorientasi pada fisik.

Islam sebagai agama tidaklah hanya mementingkan rohani saja atau jasmani saja, akan tetapi keduanya haruslah terisi, bersinergis, saling mengisi. Untuk itu kita harus selektif dalam mengkonsumsi sesuatu baik makanan ataupun minuman, sebab akan berimplikasi dan berefek pada kesehatan jasmani terlebih lagi pada rohani jangka panjang, transenden eskatis.

Karena apa yang kita konsumsi akan menjadi darah, yang kemudian akan menjadi daging, yang kemudian akan menjadi nuthfah (sperma), dari nuthfah ditanam ke ovum perempuan dan berpadu menjadi embrio (janin) dan terakhir menjadi bentuk yang sempurna yakni bayi (خلقا اخر ). Jika sesuatu yang kita konsumsi sudah memenuhi حلالا طيبا maka akan membuat hasil akhir dari sebuah proses itu akan menjadi qualified, generasi yang unggul, generasi yang siap berkompetisi, generasi yang kuat. Dan implikasi makronya adalah terbentuknya negara dan bangsa yang berkualitas, sesuai dengan ayat:

. وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللّهَ. النساء : 9

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah”.

Untuk mengantisipasi kelemahan- kelemahan itu , maka kita harus memulai dari awal proses yang kita konsumsi haruslah baik dari aspek kesehatan lagi halal, karena jika yang kita konsumsi tidak حلالا طيبا niscaya bukan saja kita sudah merusak tunas yang kita miliki akan tetapi kita secara sadar atau tidak sadar telah menanamkan racun pada generasi- generasi kita dari proses awal pembentukan, baik secara parsial jasmani saja atau bahkan keduanya, jasmani dan rohani.

Kurangnya gizi yang kita konsumsi akan berakibat pada proses awal pembentukan generasi yang lemah secara fisik yang secara langsung berpengaruh pada otak (IQ) yang lemah:
العقل السالم فى الجسم السالم.

Untuk itu kita harus memulai dari awal dengan mengkonsumsi sesuatu yang syarat dengan gizi dalam kerangka mengantisipasi generasi yang lemah, untuk membentuk generasi- generasi kita agar qualified. Akan tetapi perlu diingat bahwa tidaklah cukup dengan hanya mengkonsumsi yang penuh gizi saja tapi juga harus ada aspek kehalalannya.

Sebab apa yang kita makan dan minum meskipun penuh gizi namun jika tidak halal akan berimplikasi pada aspek transenden. Apabila yang kita konsumsi tidak halal maka pasti akan jauh dari keberkahan, sebab keberkahan itu bersumber dari sesuatu yang halal baik dari zatnya ataupun dari proses atau metode mendapatkannya :

وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّهُ حَلاَلاً طَيِّباً وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِيَ أَنتُم بِهِ مُؤْمِنُونَ. الماىْده : 88

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya"

وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِل. البقره : 188

“Dan janganlah (haram) kalian makan harta diantaramu dengan cara yang bathil (salah)”.

Perlu diketahui bahwa keberkahan makanan ataupun minuman pasti dari yang halal, tapi yang halal belum tentu menjadi berkah, apalagi yang bersumber dari yang haram baik zat atau proses mendapatkannya yang semuanya mempunyai essensi yang najis (majazi ataupun dhohiri) pasti jauh dari kata berkah.

Jika yang haram kita konsumsi yang secara essensial itu najis, sedangkan makanan ataupun minuman tersebut berproses menjadi darah, maka akan menjadi darah yang najis, dari darah menjadi daging, daging yang najis, dari daging berproses menjadi sperma, sperma yang najis, kemudian dari sperma menjadi embrio, embrio yang najis dst. seluruh anggota kita najis, sehingga kita menulari kenajisan tersebut pada generasi berikutnya. Dan apabila sudah demikian, maka amalan utama kita yang mahdlah berupa shalat tidaklah akan diterima, sebab diantara syarat syah shalat adalah suci, lepas dari najis. Padahal amalan kita yang pertama- tama akan dihisab di akhirat nanti adalah shalatnya :

اول ما يحاسب به العبد من عمله يوم القيامة صلاته.

Disamping itu doa- doa yang kita munajatkan pasti akan mursal, tidak akan diterima Allah swt. Rizki apa yang kita terima hanyalah sebatas bersumber dari sifat “Rahman-Nya” saja tapi tidak dibarengi dengan “Rahim-Nya”, sama dengan Allah memberikan rizki pada makhluk lainnya.

Untuk itu marilah kita segera bertaubat, menghindari dari hal- yang telah disebutkan diatas :

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ. ال عمران : 133

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa

Ingatlah bahwa Alla itu maha suci, hanya mau didekati oleh orang yang suci, dengan cara atau metode yang suci serta dengan bekal yang suci.

Namun tiadalah kata terlambat untuk sebuah kebaikan, untuk sebuah pertaubatan menuju ampunan Allah swt., Allah maha luas ampunannya, Allah maha pengasih serta penyayang pada hambanya:
ان الله يقبل التوبة العبد مالم يغرغر

Semoga apa yang kita konsumsi itu حلالا طيبا yang dengan demikian mudah- mudahan akan menjadi diantara sebab berkahnya hidup kita, berkahnya hidup generasi- generasi kita. Semoga kita terhindar serta dijauhkan dari sesuatu yang haram, yang najis baik secara dhohiri ataupun majazi, sebab sesuatu yang najis adalah makanan pavorit serta tempat kesukaan bersarangnya setan dan golongannya. Semoga kita terhindar dari semua tipu daya setan dan selalu dilindungi Allah swt. amin....
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم :

Bagikan Artikel ini ke Facebook