E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Audit Kinerja PT

Dibaca: 897 kali, Dalam kategori: Pemerintahan, Diposting oleh: Drs. H. UTAWIJAYA, MM lihat profil
pada tanggal: 2016-07-11 09:47:06 wib


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Reformasi dan pengaruh arus globalisasi membawa semakin kritis dan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap jalannya pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan. Berbagai pertanyaan, keraguan, bahkan umpatan sering dilontarkan terhadap perilaku penyimpangan dari jajaran birokrasi pemerintah. Terlebih lagi bila penyimpangan tersebut menyangkut korupsi, kolusi, dan nepotisme atau lebih dikenal dengan sebutan KKN.
Perkembangan tersebut mendorong pemerintah untuk lebih bertanggung jawab (akuntabel) dan transparan dalam setiap kebijakan, tindakan, dan kinerja yang dihasilkan. Kewajiban melakukan pengukuran, pelaporan, dan penilaian kinerja kepada publik menjadi hal penting.
Konsep akuntabilitas publik didasari oleh pemikiran bahwa rakyat mempunyai hak untuk mengetahui kinerja atau hasil yang dicapai oleh para penyelenggara pemerintah yang tidak terbatas hanya pada pelaporan pertanggung jawaban keuangan namun yang lebih penting lagi adalah pertanggungjawaban hasil kerja, atau yang dikenal dengan sebutan “Akuntabilitas Kinerja”.
Pada Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri perubahan tututan peningkatan kinerja tersebut seiring dengan tututan perkembangan untuk meningkatkan kemampuan dan keunggulannya menghasilkan lulusan berkualitas yaitu lulusan yang cerdas dan berkehidupan yang damai, bermoral, terbuka, dan berdemokrasi, serta mampu bersaing secara terbuka di era global. Tututan tersebut hanya dapat diwujudkan jika kinerja penyelenggaraan pendidikan adalah profesional dan bermutu tinggi.
Inspektorat Jenderal Kementerian Agama sebagai aparat fungsional pada Kementerian dalam pelaksanaan tugas pokoknya mempunyai peran strategis dalam mewujudkan peningkatan kualitas kinerja tersebut. Sebagai pemeriksa internal Kementerian, maka dengan mengukur tingkat capaian kinerja perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Agama RI maka dapat diketahui gambaran tingkat efisiensi dan efektifitas kinerja, serta tingkat kepatuhan perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Agama RI terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Oleh karenanya maka audit kinerja sebagai suatu metode audit yang sangat menekankan peran auditor sebagai mitra auditan sebagai wujud peran internal auditor dalam konsep audit moderen, maka penyusunan dokumen audit kinerja perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Agama RI ini, berdasarkan pada filosofis, landasan yuridis, dan ekonomis, serta memperhatikan program dan pengembangannya.

B. Pengertian Audit Kinerja
Audit kinerja merupakan salah satu jenis audit yang dilakukan sebagai pengembangan audit tradisional (audit konvensional). Jenis audit ini dikenal sebagai audit baru dan baru diterapkan di Indonesia.
Dari segi istilah, audit kinerja disebut juga audit komprehensif atau audit manajemen. Beberapa pengertian audit kinerja adalah sebagai berikut.
1. Canadian Comprehensif Auditing Foundation menyatakan audit kinerja sebagai pengujian yang memberikan penilaian objektif dan konstrukstif mengenai pengelolaan sumber daya (uang, manusia, dan barang dari segi ekonomi, efisien, dan efektivitas), serta penyajian pertanggungjawaban.
2. Internasional Organization of Supreme Auditors Institution menyatakan audit kinerja sebagai suatu audit mengenai ekonomi, efisiensi, dan efektivitas sumber daya entitas yang diperiksa dalam rangka pelaksanaan tangung jawab.
3. United State General Accounting Office menyatakan audit kinerja sebagai audit yang meliputi ekonomi, efisien, dan audit program.
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa audit kinerja pada intinya merupakan kegiatan evaluasi atau kegiatan mengukur dan menilai tingkat efisiensi serta efektivitas suatu organisasi.
Istilah kinerja dipadankan dengan unjuk kerja atau prestasi kerja yang sepadan dengan performance dalam bahasa Inggris. Performance dalam bahasa Inggris dapat bermakna prestasi, pertunjukan, dan pelaksanaan tugas.
Sementara itu, penilaian kinerja diartikan sebagai penentuan secara periodik efektivitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi, dan personelnya berdasarkan sasaran, standar, dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya , atau sebagai hasil kerja selama periode tertentu dibandingkan dengan standar, target/sasaran, atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu.

C. Dasar Hukum
Dasar hukum pelaksanaan audit kinerja, yaitu:
1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pegelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi;
4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tetang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah;
6. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 ten¬tang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama;
7. Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2007 ten¬tang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.

D. Tujuan Audit Kinerja
Tujuan audit kinerja perguruan tinggi adalah mengetahui tampilan kinerja perguruan tinggi sebagai gambaran tingkat efisiensi dan efektivitas, serta kepatuhan pada peraturan perundang-undangan.

E. Manfaat
1. Manfaat audit kinerja antara lain:
a. mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian personel secara maksimum;
b. membantu pengambilan putusan yang berkaitan dengan penghargaan personel, seperti promosi, transfer, dan pemberhentian;
c. mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan personel dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan personel;
d. menyediakan suatu dasar untuk mendistribusikan penghargaan.
2. Manfaat lain untuk pelaksanaan audit kinerja Inspektorat Jenderal Kemenag RI, yaitu:
a. kinerja fakultas/perguruan tinggi dapat diketahui;
b. terbentuknya starting point yang jelas sehingga tersusun data time series kinerja perguruan tinggi;
c. pengolahan data lebih mudah (komputerisasi);
d. laporan menjadi terstandar;
e. terwujudnya audit yang bersifat komprehensif; dan
f. dampak audit bagi peningkatan kinerja auditan lebih nyata.

F. Sasaran Audit Kinerja
1. Universitas/Institut
a. Rektorat
b. Fakultas
c. Pascasarjana
d. Lembaga Penelitian
e. Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat
f. Unit Pelaksana Teknis
2. Sekolah Tinggi
a. Kantor Pusat
b. Jurusan
c. Pascasarjana
d. Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
e. Unit Pelaksana Teknis

G. Metodologi
Metode pengumpulan data dilakukan dengan bantuan instrumen penggalian data dan dilakukan melalui proses wawancara, studi dokumen, dan studi lapangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dalam bentuk skor.
Pendekatan audit yang dilakukan dalam audit kinerja Inspektorat Jenderal Kementerian Agama adalah pendekatan audit secara komprehensif terhadap tugas institusi, sebagai berikut:
1. Pada Rektorat/Kantor Pusat meliputi tugas :
a. Manajerial
b. Administrasi Akademik
c. Kepegawaian
d. Sarana Prasarana
e. Keuangan Perguruan Tinggi
f. Kemahasiswaan dan Alumni
g. Lulusan

2. Pada Fakultas dan Pascasarjana meliputi tugas:
a. Manajerial
b. Pendidikan dan Pengajaran
c. Administrasi Akademik
d. Kepegawaian
e. Sarana Prasarana
f. Keuangan Perguruan Tinggi
g. Kemahasiswaan dan Alumni
h. Lulusan
3. Pada Fakultas Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, UPT Perpustakaan, dan UPT Pusat Komputer meliputi tugas:
a. Penelitian.
b. Pengabdian kepada masyarakat.
c. Kepustakaan.
d. Komputerisasi.

H. Pengertian dan Peristilahan
Beberapa pengertian dan peristilahan pada audit kinerja, yaitu sebagai berikut.
1. Penilaian kinerja dalam audit kinerja pada prinsipnya diartikan sebagai proses penilaian kinerja suatu unit kerja dengan menggunakan tolok ukur unit kerja yang dinyatakan dalam indikator keberhasilan. Oleh karena itu, dengan indikator kinerja, gambaran kinerja suatu unit kerja dapat terukur.
2. Tugas merupakan unsur utama yang dinilai dari suatu unit kerja yang kemudian diturunkan dalam kegiatan, sub kegiatan, dan indikator keberhasilan kinerja yang semuanya diberi bobot.
3. Indikator keberhasilan merupakan unsur yang menggambarkan hasil yang diharapkan dalam suatu organisasi dalam periode tertentu.
4. Skor (S) diberikan pada indikator, sedangkan nilai (N) diberikan pada tugas, kegiatan, dan sub kegiatan serta kinerja keseluruhan tugas (satuan kerja).
5. Skor indikator yang dinyatakan dalam “Si” merupakan skor indikator yang diberikan pada suatu indikator dengan menggunakan kriteria penilaian 0--5.
6. Nilai sub kegiatan yang dinyatakan dalam “Nsk” berbanding lurus dengan sigma skor indikator dikalikan bobot indikator dibagi sigma bobot indikator.
7. Nilai Kegiatan yang dinyatakan dalam “Nk” berbanding lurus dengan sigma nilai sub kegiatan dikalikan bobot sub kegiatan dibagi sigma bobot sub kegiatan.
8. Nilai Tugas yang dinyatakan dalam “Nt” berbanding lurus dengan sigma nilai kegiatan dikalikan bobot kegiatan dibagi sigma bobot kegiatan.
9. Nilai kinerja yang dinyatakan dengan “Nkx” berbanding lurus dengan sigma nilai kinerja “x” dikalikan bobot komponen dibagi sigma bobot komponen.
10. Nilai kinerja perguruan tinggi dinyatakan dengan “Nkp” adalah rerata nilai kinerja Rektorat (Nkr)/Kantor Pusat (Nkt), nilai kinerja fakultas (Nkf)/Jurusan (Nkj), nilai kinerja lemlit (Nklit), nilai kinerja LP2M (Nkl), nilai kinerja Perpustakaan (Nkp), dan nilai kinerja Pusat Komputer (Nkkom).

BAB II
PELAKSANAAN

A. Pembentukan Tim
Tim audit kinerja yang disusun memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. pembentukan tim didasarkan pada surat tugas Inspektur Jenderal;
2. penyusunan tim dilakukan oleh auditor yang ditunjuk bekerja sama Inspektorat Wilayah/Investigasi dengan Sekretariat Inspektorat Jenderal;
3. satu entitas (perguruan tinggi) terdiri atas beberapa tim bergantung pada jumlah fakultas dan/atau jurusan yang ada pada perguruan tinggi tersebut;
4. setiap tim audit terdiri atas tiga atau empat auditor yang memiliki kemampuan mengenai substansi, ketenagaan, keuangan, dan sarana prasarana;
5. setiap tim audit melakukan audit pada dua atau tiga satuan kerja (sasaran);
6. organisasi tim audit kinerja;
a. penanggung jawab, Inspektur;
b. satu orang pengendali mutu (PM);
c. beberapa orang pengendali teknis (PT);
d. beberapa orang ketua tim (KT); dan
e. beberapa orang anggota tim.

B. Mekanisme Audit
1. Mekanisme audit digambarkan sebagai prosedur kerja audit. Mekanisme tersebut meliputi tahapan sebagai berikut:
a. buril/desk audit dilakukan tim pada saat berada di Inspektorat Jenderal guna mempelajari kondisi sasaran audit melalui dokumen yang dimiliki Inspektorat Jenderal atau pihak lain yang terkait;
b. koordinasi pemeriksaan dapat dilakukan oleh Inspektur Jenderal, inspektur, atau pengendali mutu;
c. temu awal merupakan proses mengenalkan tim audit, menjelaskan tujuan, metode, dan unit kerja yang akan diaudit;
d. audit pendahuluan dilakukan pada rektorat perguruan tinggi yang dikoordinasikan oleh pengendali mutu dan pengendali teknis selama 5--8 hari pertama, dan diakhiri dengan temu informasi sebagai bahan audit ke subunit kerja yang ditentukan pada setiap tim audit;
e. pelaksanaan audit dilakukan pada satuan kerja (fakultas, pascasarjana, lembaga/pusat/unit penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, UPT perpustakaan, dan UPT Pusat Komputer) yang secara teknis dikendalikan oleh ketua tim dan dikoordinasikan oleh pengendali teknis;
f. pengolahan data sementara;
g. koordinasi antar tim dipimpin oleh penanggung jawab, pengendali mutu, atau pengendali teknis;
h. Temu akhir merupakan forum penyampaian hasil audit kinerja berupa temuan yang perlu ditindaklanjuti dan hasil sementara capaian kinerja perguruan tinggi yang berupa tabel nilai kinerja setiap tugas pada perguruan tinggi. Kemudian, dilakukan penandatanganan berita acara hasil audit oleh pengendali mutu dan pemimpin perguruan tinggi sebanyak empat rangkap (format berita acara hasil audit, terlampir pada lampiran 1). Satu set dokumen hasil audit berupa berita acara dan kumpulan kertas data temuan diserahkan kepada perguruan tinggi, sedangkan tiga set lainnya dibawa tim audit;
i. satu set dokumen audit berupa berita acara dan kumpulan kertas data audit diserahkan ke Bagian Pengelolaan Hasil Pengawasan Sekretariat Inspektorat Jenderal; dan/atau
j. penyusunan laporan hasil audit ditandatangani Inspektur Jenderal dan laporan hasil audit lengkap ditandatangani inspektur pada kata pengantar, sedangkan pada akhir laporan ditandatangani oleh pengendali mutu. Laporan berisi hasil penilaian kinerja perguruan tinggi diselesaikan maksimal dua minggu setelah pelaksanaan audit. Bentuk laporan hasil audit yang ditandatangani Inspektur Jenderal, inspektur, dan pengendali mutu disusun sesuai dengan standar prosedur pedoman audit kinerja.
k. Guna menjaga mutu audit, sebelum surat hasil audit dan laporan hasil audit ditandatangani, dilakukan gelar pengawasan, yaitu pimpinan tim audit mempresentasikan hasil audit kinerja berupa tabel resume hasil audit dihadapan perwakilan tim lain dan pimpinan Inspektorat Jenderal.
2. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian selama audit, yaitu sebagai berikut:
a. kertas kerja audit (KKA) diperoleh sebagai hasil audit kinerja melalui penilaian kinerja dan diberi kodefikasi temuan;
b. setiap KKA berisi temuan pada satuan kerja (biro, fakultas, pascasarjana, lembaga/pusat/unit, dan UPT);
c. kedudukan auditor dalam tim memiliki hak yang sama dalam memberikan nilai (skor) pada indikator keberhasilan; dan
d. metode pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara, studi dokumen, dan studi lapangan.

C. Penghitungan dan Penilaian
Penghitungan dan penilaian hasil dapat dilakukan secara manual ataupun komputerisasi. Secara manual, beberapa hal yang perlu diketahui dalam penghitungan dan penilaian hasil audit adalah sebagai berikut:
1. kinerja yang diukur meliputi kinerja rektorat, kinerja fakultas, pascasarjana, lembaga/pusat/unit penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, UPT perpustakaan, dan UPT Pusat Komputer.
2. penilaian kinerja digunakan skor (S) dan nilai (N). Skor diberikan pada indikator, sedangkan nilai diberikan kepada Sub kegiatan, kegiatan, dan tugas serta unjuk kerja/kinerja keseluruhan tugas.
3. skor indikator (Si) yang diberikan pada suatu indikator keberhasilan dilakukan dengan menggunakan kriteria penilaian dari 0 – 3.
4. nilai sub kegiatan diperoleh dengan memperhitungkan semua nilai indikator pada sub kegiatan yang bersangkutan tanpa melupakan bobot indikator. Rumus penghitungan nilai sub kegiatan (Na) adalah sebagai berikut:




Keterangan:
Nsk = Nilai sub kegiatan
Si = Skor indikator
Bi = Bobot indikator
Contoh:
1. Tugas Manajerial
1.1. Kegiatan Rencana Strategik
1.1.1. Penyusunan renstra memiliki dua indikator keberhasilan, yaitu:
(1) Tersusunnya renstra (2)
(2) Naskah renstra menjadi pedoman kerja (2)
Jika setiap indikator mendapat skor sebagai berikut:

Indikator Bobot Skor
(1) 2 3
(2) 2 2

formulasi penghitungannya adalah

(3x2) + (2x2)
Nsk 1.1.1 =
2 + 2

Nsk 1.1.1 = 2,50

5. Nilai Kegiatan diperoleh diperoleh dengan memperhitungkan nilai sub kegiatan pada kegiatan bersangkutan tanpa melupakan bobot sub kegiatan. Rumus perhitungan nilai kegiatan (Nk) adalah sebagai berikut:






Keterangan:
Nk = Nilai kegiatan
Nsk = Nilai sub kegiatan
Bsk = Bobot sub kegiatan
Contoh:
1. Tugas Manajerial
1.1. Kegiatan Rencana Strategik
1.1.1. Penyusunan renstra (2)
1.1.2. Melaksanakan renstra (3)
1.1.3. Evaluasi restra (2)



Jika setiap sub kegiatan mendapat nilai sebagai berikut:

Sub Kegiatan Bobot Nilai Sub Kegiatan
1.1.1. 2 2,5
1.1.2. 3 3
1.1.3. 2 2,5

formulasi penghitungannya adalah

(2x2,5) + (3x3) + (2x2,5)
Nk 1.1 =
2 + 3 + 2

Nk 1.1 = 2,71

6. Nilai tugas diperoleh dengan memperhitungkan semua nilai kegiatan pada tugas yang bersangkutan tanpa melupakan bobot kegiatan. Rumus penghitungan nilai tugas (Nt) adalah sebagai berikut:







Keterangan:
Nt = Nilai tugas
Nk = Nilai kegiatan
Bk = Bobot kegiatan

Contoh:

Tugas 1 Manajerial dengan nilai bobot 3

Jika telah diketahui pula nilai setiap kegiatan.

Aspek Aspek Bobot Nilai
1.1 3 2,31
1.2 2 2,93
1.3 2 3,00
1.4 2 2,50
1.5 2 2,20
1.6 2 1,22
1.7 2 1,50
Maka formulasi penghitungannya adalah:

(3x2,31)+(2x2,93)+(2x3,00)+(2x2,50)+(2x2,20)+(2x1,22)+(2x1,50)
Nt =
3 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2
Nt = 2,32

f. Nilai kinerja Rektorat diperoleh dengan memperhitungkan semua nilai tugas. Rumus penghitungan nilai kinerja (Nkr) adalah sebagai berikut:






Keterangan:
Nkr = Nilai kinerja rektorat
Nt = Nilai tugas
Bt = Bobot tugas

Contoh:

Tugas Bobot Nilai
1 3 2,32
2 2 2,30
3 2 1,15
4 2 3,00
5 3 2,33
6 2 2,00
7 3 2,00

formulasi penghitungannya adalah

6,96 + 4,60 + 2,30 + 6,00 + 6,99 + 4,00 + 6,00
Nkf =
17
Nkf = 2,17
Kinerja perguruan tinggi merupakan rata-rata nilai kinerja Rektorat/Kantor Pusat, fakultas/Jurusan, Program Pascasarjana, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UPT Perpustakaan, dan UPT Pusat Komputer yang dinyatakan dalam klasifikasi dengan range sebagai berikut:
A Baik = 2,50< NK 3,00
B Cukup = 2,00 >NK 75 % sesuai dengan perencanaannya. 2) Meningkatnya disiplin pegawai

Meningkat 75-100 % jika ada data yang menggambarkan trend peningkatan disiplin pegawai dilihat dari jumlah penurunan pelanggaran disiplin pegawai.

1.4.3. Laporan pembinaan personil 1) Tersusunnya laporan hasil pembinaan personil

Lengkap jika laporan hasil pembinaan personil telah disusun dalam bentuk dokumen yang menjelaskan tentang pelaksanaan setiap pembinaan yang dilakukan.
2) Perbaikan pembinaan personil

Ditindaklanjuti 75-100 % jika > 75 % bentuk pembinaan personil ditindaklanjuti dalam wujud nyata/action seperti hukuman ringan, sedang, dan berat.
1.5. Pengendalian Interen
1.5.1. Membentuk SPI (satuan pengawas Internal/Quality assurance) 1) Terbentuknya SPI


Sudah terbentuk dan berjalan jika ada SPI, ditetapkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi, sumber daya memadai, ada program kerja dan telah dilaksanakan.
2) Pengendalian kualitas terarah

Terarah jika kegiatan pengendalian memiliki prioritas, terprogram, dan diarahkan pada kegiatan-kegiatan organisasi yang memiliki nilai resiko tinggi.
1.5.2. Melaksanakan pengendalian kualitas pendidikan 1) Terlaksananya pengendalian kualitas pendidikan

Terlaksana jika ada evaluasi diri yang dilakukan oleh setiap program studi.
2) Budaya pengendalian kualitas pendidikan

75-100 % civitas akademika jika setiap kelompok dalam civitas akademika peduli terhadap kualitas pendidikan. Contoh : dosen menyiapkan rencana pengajaran dengan baik, mahasiswa mempertanyakan kualitas pengajaran dsb.
1.5.3. Mengevaluasi pelak-sana¬an pengendalian kualitas pendidikan 1) Terlaksananya evaluasi pengendalian kualitas pendidikan

Terlaksana jika tim SPI telah melakukan audit kualitas pendidikan yang dinyatakan dengan adanya dokumen hasil pelaksanaan kegiatan.
2) Perbaikan pelaksanaan pengendalian

Ditindaklanjuti 75-100 % jika hasil evaluasi berupa rekomendasi > 75 % ditindaklanjuti oleh satuan kerja di lingkungan organisasi.
1.5.4. Menyusun laporan pengendalian kualitas pendidikan 1) Tersusunya laporan pengendalian kualitas pendidikan


Lengkap jika ada dokumen laporan yang berisi paling tidak menyampaikan/menginformasikan pengendalian kualitas yang dilaksanakan, hasilnya, dan rekomendasi yang diberikan untuk organisasi. 2) Terdokumentasinya pelaksanaan pengendalian kualitas

Tertib jika ada, mudah diperoleh, lengkap dan aman.

1.6. Koordinasi interen dan ekstern
1.6.1. Menyusun rencana koordinasi 1) Tersusunnya kegiatan koordinasi


Lengkap jika ada program terjadwal rakor secara periodik/kontinue
2) Terencananya koordinasi interen dan eksteren

Terencana jika rakor diprogramkan dalam kegiatan tahunan


1.6.2. Menyelenggarakan kegiatan koordinasi 1) Terlaksananya kegiatan koordinasi

Terlaksana jika ada rapat koordinasi yang dibuktikan dengan laporan kegiatan 2) Tumbuhnya budaya koordinasi dalam bekerja

Terkoordinasi jika setiap kegiatan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan.

1.6.3. Mengevaluasi pelaksanaan koordinas 1) Tersusunnya laporan koordinasi


Lengkap jika laporan koordinasi berisikan informasi yang komprehensif. 2) Dokumentasi pelaksanaan koordinasi

Tertib jika dokumen laporan kegiatan rapat koordinasi didokumentasikan dengan baik.
1.7. Laporan akuntabilitas
1.7.1. Menyusun laporan akuntabilitas 1) Tersusunnya laporan akuntabilitas

Lengkap jika ada laporan akuntabilitas sesuai dengan standar LAKIP 2) Kinerja organisasi terukur


Terukur jika dapat diukur capaian kinerjanya.
1.7.2. Mendistribusikan laporan akuntabilitas
1) Terdistribusikannya laboran akuntabilitas

Terdistribusi jika laporan disampaikan sesuai dengan tingkat kepentingannya.

2) Akuntabilitas kegiatan organisasi terinformasi

Baik jika laporan akuntabilitas dapat akses dengan mudah oleh pihak yang berkepentingan.
1.7.3. Mendokumentasikan laporan akuntabilitas
1) Terdokumentasikannya laporan akuntabilitas

Tertib jika dokumen laporan akuntabilitas terdokumentasi dengan baik. 2) Pendataan kegiatan tertib


Tertib jika setiap aktivitas terdata dengan baik, akurat dapat tersaji secara cepat.
2.











































































































PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
2.1. Kurikulum dan Pengembangan
2.1.1. Menyusun Kurikulum 1) Tersusunnya Kurikulum Berbasis Kompetensi

Ada kurikulum berbasis kompetensi yang dicirikan : ada dokumennya yang terdiri dari profil komptensi, standar kompetensi, dan kurikulumnya. 2) Perkuliahan efisien dan efektif

Efisien dan efektif, jika penyelengaraan perkuliahan sesuai dengan perencanaan pengajaran (SAP).
2.1.2. Mengembangkan kurikulum 1) Terlaksananya pengembangan kurikulum

Kurikulum dikembangkan secara periodik, disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.


2) Materi kurikulum sesuai kebutuhan dunia kerja

Sesuai dengan kebutuhan dunia kerja jika ada pernyataan positif dari stake holder dan lulusan tentang kualitas kurikulum yang diajarkan.
2.2. Proses Belajar Mengajar
2.2.1. Menyusun Silabus 1) Tersusunnya silabus


Sesuai kurikulum jika kurikulum diturunkan secara lengkap sesuai dengan kurikulum yang disusun.
2) Perkuliahan efisien dan efektif

Efisien dan efektif jika tepat waktu, tepat materi, dan memiliki kualitas penyelenggaraan yang baik.
2.2.2. Menyusun SAP 1) Tersusunnya SAP

> 75 % mata kuliah telah disusun SAP-nya
2) Tercapainya daya serap

> 75 % mahasiswa lulus evaluasi
2.2.3. Menyusun Bahan Ajar 1) Tersusunnya bahan ajar

> 75 % mata kuliah telah memiliki bahan ajar (buku, diktat, hand out, dan atau kumpulan transparasi)
2) Tersedianya bahan ajar

> 75 % bahan ajar mata kuliah telah dikuasai/dimiliki mahasiswa.
2.2.4. Tatap muka perkuliahan 1) Tatap muka perkuliahan sesuai dengan SKS

14-16 kali tatap muka (jelas)


2) Ketuntasan belajar


Tuntas jika kompetensi telah diajarkan secara utuh dan dikuasai oleh mahasiswa.
2.2.5. Praktikum 1) Terselenggaranya praktikum


> 8 kali pertemuan dengan materi praktikum sesuai dengan perencanaan.


2) Tercapainya kompetensi optimal

Tercapai jika hasil evaluasi mahasiswa menunjukkan mahasiswa dapat mendemontrasikan kompetensi yang diajarkan.
2.2.6. Kerja lapangan 1) Terselenggaranya kerja lapangan


> 2 kali jika ada program kerja lapangan dan diselenggarakan dengan baik, dan dibuktikan dengan laporan penyelenggaraan kerja lapangan.

2) Diperolehnya pengalaman kerja

Tercapai jika diperoleh komentar positif dari mahasiswa yang ikut kegiatan pengalaman praktek dan pihak yang ditempati. (dapat pula dilihat dari evaluasi pelaksanaan kegiatan)
2.3. Evaluasi
2.3.1. Menyusun perangkat evaluasi PBM
1) Tersusunnya perangkat evaluasi

Sesuai dengan domain kognitif. Soal disusun untuk mengukur tujuan pembelajaran yang disusun dalam SAP. 2) Daya serap dapat terukur

Terukur jika jawaban dari soal terukur tidak subyektif atau ada kisi-kisi jawaban yang disusun.

2.3.2. Melaksanakan evaluasi PBM 1) Terlaksananya evaluasi PBM

Terlaksana dan sesuai jika tepat waktu, tepat materi, terstandar, terukur, dan merupakan kumpulan dari beberapa komponen penilaian.
2) Umpan balik PBM

Terukur jika dari evaluasi yang dilakukan dapat diketahui daya serap pelajaran, kelemahan-kelemahan proses pembelajaran, dan kelebihannya.
2.4. Tenaga Pendidik
2.4.1. Kualitas tenaga pendidik




1) Dosen mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikan

Kompeten jika latar belakang pendidikan sesuai dengan mata pelajaran yang diajar.
4) Perkuliahan efisien dan efektif

Efisien dan efektif jika pengetahuan yang diajarkan sesuai dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan, mudah dipahami, dan dinamis.
2) Jumlah S2 dan S3


> 76 % dari jumlah keseluruhan dosen tetap
(jelas) 5) Perkuliahan efisien dan efektif

Efisien dan efektif digambarkan kualitas materi perkuliahan sesuai dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan.
3) Jumlah Guru Besar


> 2 guru besar (jelas) 6) Perkuliahan efisien dan efektif

Efisien dan efektif digambarkan kualitas materi perkuliahan sesuai dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan. GB tetap terlibat dalam perkuliahan dan menjadi pengampu bagi dosen-dosen baru.
2.4..2. Kuantitas tenaga pendidikan 1) Rasio dosen dan mahasiswa


1 : 15 (dibandingkan dengan dosen tetap) 2) Perkuliahan efisien dan efektif

Efisien dan efektif jika komunikasi dalam proses perkuliahan berjalan baik, dosen tidak terlalu banyak membimbing mahasiswa dalalm satu kelas tetapi juga tidak terlalu sedikit.

2.5. Tenaga Kependidikan
2.5.1. Kualitas tenaga kependidikan 1) Terampil melaksanakan pekerjaan

Terampil jika kompetensi yang menjadi tugasnya sesuai
2) Meningkatnya daya dukung PBM

Mendukung jika kegiatan pelayanan kegiatan pembelajaran berjalan dengan lancar.
2.5.2. Kuantitas tenaga kependidikan 1) Terpenuhinya tenaga kependidikan

Terpenuhi jika jumlah dan kualitas sesuai dengan kebutuhan. 2) Meningkatnya daya dukung PBM

Mendukung jika kegiatan pelayanan kegiatan pembelajaran berjalan dengan lancar.
2.6 Tenaga Penunjang
2.6.1. Kualitas tenaga penunjang
1) Terpenuhinya tenaga penunjang


Terpenuhi jumlah sesuai kebutuhan. 2) Meningkatnya daya dukung PBM

Mendukung jika jika kegiatan pelayanan kegiatan pembelajaran berjalan dengan lancar.


2.6.2. Kuantitas tenaga penujang 1) Tenaga penunjang sesuai dengan kebutuhan

Sesuai jika kualitas/latar belakang pendidikan sesuai.
2) Meningkatnya daya dukung PBM

Mendukung jika kegiatan pelayanan kegiatan pembelajaran berjalan dengan lancar.
3.
























PENELITIAN
3.1. Kelembagaan
3.1.1. Keberadaan kelembagaan 1) Tersedianya Lembaga Penelitian dan pusat-pusat

Ada dengan 4 pusat jika ada dan aktif. 2) Meningkatnya daya dukung peneltian

Mendukung jika dapat memberi kesempatan dosen dalam melakukan penelitian.
3.1.2. Mekanisme dan Prosedur 1) Tersedianya mekanisme/SOP



Ada mekanisme dan dilengkapi dengan SOP (jelas) 2) Meningkatkan tertib mekanisme /prosedur organisasi lemlit

Jelas dan tertib jika memudahkan dosen dalam mengajukan proposal, melaksanakan penelitian, dan melaporkan hasil penelitian.
3.2. Kegiatan Penelitian
3.2.1. Kuantitas kegiatan penelitian


1) Adanya kegiatan penelitian


Kegiatan penelitian > 80 % fakultas (jelas)
2) Anggaran penelitian meningkat

Anggaran penelitian 20 % dari anggaran PT dan meningkat dari tahun sebelumnya (jelas)
3.2.2. Kualitas kegiatan penelitian 1) Hasil penelitian yang berkualitas


10 judul mendapat penghargaan dari luar kampus (2 tahun terakhir) 2) Meningkatnya budaya penelitian di PT

Meningkat nyata jika ada peningkatan jumlah proposal penelitian dari tahun sebelumnya.
3.3. Publikasi Hasil Penelitian
3.3.1. Publikasi hasil penelitian melalui media cetak dan internet 1) Ada publikasi penelitian melalui buletin, jurnal ikmiah, atau prosiding

Telah terakreditasi/mendapat pengakuan. 3) Luasan pelanggan



Di distribusikan sampai perguruan tinggi lain (jelas)
2) Ada publikasi penelitian melalui jaringan maya (internet)

Teh memiliki web site (jelas) 4) Pelaksanaan pedoman penelitian

Dikunjungi peminat dari perguruan tinggi dan lembaga lain (jelas)
4.

















PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
4.1. Kelembagaan
4.1.1. Keberadaan kelembagaan 1) Tersedianya Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat dan pusat-pusat

Ada empat kelompok dan aktif (jelas) 2) Meningkatnya daya dukung pengabdian kepada masyarakat

Mendukung jika dapat memberi kesempatan dosen dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat.
4.1.2. Mekanisme dan Prosedur 1) Tersedianya mekanisme/SOP



Ada mekanisme dan dilengkapi SOP disajikan dalam bentuk dokumen dan dilaksanakan. 2) Meningkatkan tertib mekanisme /prosedur organisasi LPM

Jelas dan tertib, jika memudahkan dosen dalam mengajukan proposal, melaksanakan kegiatan pengabdian, dan melaporkan hasil kegiatan.
4.2. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat
4.2.1. Kuantitas kegiatan pengabdian masyarakat


1) Adanya kegiatan pengabdian masyarakat

Kegiatan pengabdian masyarakat pada > 80 % fakultas (jelas) 2) Anggaran pengabdian masyarakat meningkat

Anggaran penelitian 10 % dari anggaran PT dan meningkat dari tahun sebelumnya (jelas)
4.2.2. Kualitas kegiatan pengabdian masyarakat 1) Hasil pengabdian masyarakat yang berkualitas


5 judul kegiatan pengabdian masyarakat mendapat penghargaan dr luar kampus
(2 tahun terakhir) 2) Meluasnya kegiatan pengabdian pada masyarakat

Memiliki dua desa binaan (jelas)
4.3. Publikasi Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.
4.3.1. Publikasi hasil pengabdian masyarakat melalui media cetak. 1) Ada publikasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Majalah Kampus

Telah mendapat pengakuan (terakreditasi) 1) Luasan pelanggan



Didistribusikan hingga perguruan tinggi lain (jelas)
5.


















Pengelolaan Perpustakaan
5.1. Perencanaan Perpustakaan
5.1.1. Menyusun rencana pengelolaan perpustakaan 1) Tersusunnya rencana pengelolaan perpustakaan.

Tersedia jika terdokumen dan terjadwal dengan baik. 2) Pelayanan perpustakaan berjalan lancar

Sasaran tercapai 75 % s.d 100 % jika buku yang dapat diolah mencapai target tersebut.
5.2. Pengelolaan Perpustakaan
5.2.1. Menata Sumber Daya Manusia Perpustakaan 1) Tertatanya SDM Perpustakaan



Teratur jika ada program pembinaan SDM perpustakaan 2) Tenaga pengelola perpustakaan sesuai kebutuhan

Lengkap jika jumlah tenaga perpustakaan sesuai dengan kebutuhan.
5.2.2. Pembinaan tenaga pustakawan dan administrasi perpustakaan 1) Tersedianya tenaga profesional perpustakaan

Profesional 75% s.d 100% jika jumlah tenaga pustakawan mencapai jumlah tersebut.
2) Pelayanan prima


Prima jika waktu dan prosedur terstandar, diumumkan dan diterapkan sesuai komitmen yang ada.
5.2.3. Penyediaan sarana dan prasarana perpustakaan 1) Terpenuhinya sarana dan prasarana perpustakaan

Terpenuhi jika Judul dan jumlahnya memadai dibandingkan dengan mahasiswa, terdapat ruang baca yang nyaman, tempat penyimpannan buku yang aman dan mudah dijangkau, ada fasilitas multi media, dan fasilitas penunjang lainnya. 2) Sarana dan prasarana bermanfaat

Berdaya guna jika jumlah pengunjung perpustakaan meningkat dari tahun-ketahun.
5.2.4. Menyusun sistem pengelolaan perpustakaan 1) Tersedianya pedoman pengelolaan

Lengkap jika ada pedoman pengelolaan perpustakaan dan terdokumen rapi 2) Sistem pengelolaan dilaksanakan

Efektif jika sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.
5.2.5.Menambah koleksi perpustakaan 1) Bertambahnya koleksi perpustakaan

Lengkap jika terjadi penambahan baik judul maupun jumlah eksemplar sebabagi upaya memenuhi kebutuhan bahan bacaan mahasiswa dan dosen. 2) Kebutuhan literatur terpenuhi

Variatif jika koleksi buku lengkap meliputi antara lain: buku referens, eksiklopedia, majalah, dan lain-lain.

5.7. Evaluasi pengelolaan perpustakaan 1) Terlaksananya evaluasi pengelolaan

Tepat waktu jika sesuai dengan perencanaan dan hasil disajikan dalam bentuk laporan. 2) Umpan balik perbaikan


Berguna jika hasil evaluasi ditindaklajuti dengan action nyata.
6.















































































SARANA PRASARANA
6.1. Penyedia Sarana dan Prasarana Penunjang Pendidikan
6.1.1. Menyediakan sarana fisik penunjang pendidikan antara lain:
- Ruang kuliah
- Ruang administrasi
- Ruang dosen
- Student Centre
- Fasilitas olah raga
- Fasilitas ibadah
- Asrama mahasiswa
- Penataan halaman
- dan lain-lain 1) Tersedianya sarana untuk menunjang proses pendidikan mengajar.



Terpenuhi jika sarana dan prasarana tersebut dipenuhi baik jumlah maupun kualitasnya. 2) Sarana penunjang dapat bermanfaat untuk menunjang kelancaran pendidikan dan pengajaran

Bermanfaat jika sarana prasarana yang disediakan digunakan sesuai dengan fungsinya dengan intensitas yang cukup sampai tinggi.

6.1.2. Menyediakan peralatan media penunjang pendidikan 1) Tersedianya media penunjang pendidikan

Lengkap jika ada media penunjang pendidikan sebagai contoh : OHP, LCD dan media lain. 2) Media penunjang pendidikan bermanfaat

Efektif jika media penunjang pendidikan digunakan sesuai dengan fungsinya dan dengan intensitas yang cukup sampai tinggi.
6.1.3.Menyediakan meubelair penunjang pendidikan 1) Tersedianya meubelair penunjang pendidikan

Lengkap jika kualitas dan jumlah meja memadai sesuai dengan jumlah mahasiswa dan dosen. 2) Meubelair bermanfaat


Bermanfaat jika meneuler tersebut digunakan sesuai dengan fungsinya.
6.1.4. Menyediakan laboratorium berikut peralatannya, antara lain:
- Lab. Bahasa
- Lab. Komputer
- Micro Teaching
- Lab. Perbankan Syariah
- Lab. Hukum
- Lab. IPA
- Lab. Kedokteran
- Lab. Media Dakwah
- Lab. Falaqiyah
- dan lain-lain 1) Tersedianya laboratorium penunjang pendidikan


Lengkap jika laboratorium ada sesuai dengan program studi yang diselenggarakan dengan kondisi yang baik. 2) Laboratorium berfungsi meningkatkan kualitas pendidikan

Efektif jika laboratorium yang ada dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya dengan intensitas cukup sampai tinggi.
6.1.5. Penyediaan Alat Tulis Kantor (ATK)

1) Tersediannya ATK


Lengkap jika alat tulis yang diadakan mencukupi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan pada perguruan tinggi tersebut. 2) ATK menunjang pendidikan

Efektif jika alat tulis tersebut dapat digunakan untuk proses penyelenggaraan pendidikan dengan efisien tidak boros.
6.1.6. Penyediaan kendaraan operasional

1) Tersediannya kendaraan operasional dalam menunjang pelaksanaan tugas


Terpenuhi jika jumlah dan jenis mencukupi sesuai dengan kebutuhan.
2) Kendaraan operasional bermanfaat dalam menunjang keberhasilan tugas

Efektif jika kendaraan tersebut digunakan untuk keperluan penyelenggaraan pendidikan.
6.2. Pengelolaan Sarana Prasarana
6.2.1. Menyusun rencana pengelolaan laboratorium 1) Tersusunnya rencana pengelolaan laboratorium

Tersedia jika ada program pemanfaatan laboratorium termasuk program maintenance 2) Pelayanan laboratorium berjalan lancar

Sasaran tercapai 75 % s.d 100 % jika pelaksanaan praktikum dan kegiatan lain yang menggunakan laboratorium terlakasana sesuai perencanaan tahunan.
6.2.2. Menata Sumber Daya Manusia laboratorium 1) Tertatanya SDM laboratorium



Teratur jika SDM laboratorium baik jumlah dan kualitas yang diadakan sesuai dengan perencanaannya. 2) Tenaga pengelola laboratorium sesuai kebutuhan

Lengkap jika jumlah dan keterampilannya sesuai dengan yang dibutuhkan.
6.2.3. Pembinaan tenaga laboratorium dan administrasi laboratorium 1) Tersedianya tenaga profesional laboratorium

Terampil jika tenaga laboratorium yang ada memiliki keterampilanmengelola laboratorium dan pernah mengikuti pelatihan yang sesuai dengan tugasnya. 2) Pelayanan prima


Prima jika pelayanan terlaksana sesuai dengan prosedur yang ada dan tidak ada keluhan dari pengguna laboratorium
6.2.4. Evaluasi pengelolaan laboratorium 1) Terlaksananya evaluasi pengelolaan

Tepat waktu jika sesuai dengan perencanaan dan hasil disajikan dalam bentuk laporan. 2) Umpan balik perbaikan


Berguna > 75 % jika sebanyak 75 % hasil evaluasi ditindaklanjuti dengan upaya perbaikan.
6.2.5. Pemeliharaan sarana fisik penunjang pendidikan 1) Terlaksananya pemeliharaan sarana fisik penunjang pendidikan


Terlaksana jika ada upaya nyata perbaikan fisik.
2) Perbaikan fasilitas fisik yang rusak


Berguna jika perbaikan yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik.
7.


















KEMAHASISWAAN & ALUMNI
7.1. Pembinaan Organisasi Mahasiswa
7.1.1. Pembinaaan Organisasi Mahasiswa 1) Terbentuknya Organisasi Mahasiswa

Terbentuk jika ditetapkan dengan SK, ada struktur organisasi, dan ada program kerjanya. 4) Terbinanya Mahasiswa


> 20 % mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan kampus (jelas)

2)Terlaksananya Aktivitas Organisasi Mahasiswa

50 % program terealisasi (jelas) 5) Prestasi Mahasiswa (penalaran, minat, bakat)

Tingkat internasional (jelas)
3) Tersedianya Laporan Kegiatan Organisasi Mahasiswa


Memenuhi persyaratan jika terdokumentasi dengan baik dan menjelaskan aktivitas kegiatan, yang dilaksanakan. 5) Efektifitas Organisasi kemahasiswaan

Efektif jika kegiatan organisasi sejalan dengan upaya mewujudkan intelektualisme mahasiswa.
7.1.2. Pembinaan Organisasi Alumni 1) Terbentuknya Organisasi Alumni

Terbentuk jika ditetapkan dengan SK, ada struktur organisasi, dan ada program kerjanya. 4) Partisipasi Alumni

> 20 % alumni berpartisipasi dalam kegiatan kampus (jelas)
2) Terlaksananya aktivitas organisasi alumni

> 50 % program terealisasi (jelas) 5) Masa tunggu lulusan


Rerata < 1 tahun (jelas)
3) Tersedianya Laporan Kegiatan Organisasi Alumni.

Memenuhi persyaratan jika terdokumentasi dengan baik dan menjelaskan aktivitas kegiatan, yang dilaksanakan. 6) Efektiftas Organisasi Alumni

Efektif jika organisasi alumni dapat mencapai maksud dan tujuan didirikannya.
8. Administrasi Akademik
8.1. Perencanaan Pendidikan Perguruan Tinggi.
8.1.1. Menyusun perangkat administrasi akademik. 1) Tersedianya Pedoman Adminitrasi Akademik

Lengkap jika Buku Pedoman Administrasi Akademik yang direvisi paling kurang 3 tahun sekali.
5) Ketertiban administrasi akademik

Tertib jika Administrasi akademik dimiliki oleh dosen dan mahasiswa dan diterapkan sesuai denganisinya.
2) Tersusunnya rencana pendidikan & pengajaran


Rinci dan terpadu jika sudah ada kalender akademik dan jadwal perkuliahan. 6) Lancarnya proses pendidikan dan pengajaran

> 70 % jika sesuai dengan perencanaan.
3) Tersedianya formulir-formulir (borang) administrasi akademik

Lengkap jika ada borang untuk mengumpulkan data pelaksanaan akademik. 7) Mudahnya proses pendataan

> 80 % jika data diperoleh lengkap, cepat dan akurat.

4) Tersusun Standar Operasional Prosedur Administrasi Akademik


Ada lengkap, dan berfungsi
8) Mekanisme dan prosedur administrasi akademik tertib

Tertib jika prosedur yang ada diterapkan dengan baik.
9. PUSAT KOMPUTER
9.1. Pengelolaan Pusat Komputer
9.1.1. Fasilitas Komputer 1) Tersedianya fasilitas komputer

Lengkap jika baik kulaitas dan jumlah memadai. 2) Mudahnya pelayanan

Keluhan < 5 % (jelas)
9.1.2. Peran Fasilitas Komputer 1) Terpenuhinya informasi dari masing-masing unit kerja

Lengkap jika setiap unit kerja dapat memperoleh informasi dengan baik 2) Akses mendapatkan informasi


Cepat jika mudah diakses.
10.

















KEUANGAN PERGURUAN TINGGI
10.1. Perencanaan Anggaran
10.1.1. Menyusun Perencanaan Anggaran 1) Tersusunnya perencanaan anggaran PT


Sesuai dengan perencanaan strategik PT jika kegiatan di dalam DIPA merupakan tahapan-tahapan kegiatan yang telah direncanakan dalam perencanaan strategik PT 2) Kegiatan perguruan tinggi lebih terarah

Terarah jika menuju visi dan misi organisasi
10.2. Pelaksanaan Anggaran
10.2.1. Mengadministrasikan penggunaan keuangan PT 1) Tersusunnya penggunaan keuangan PT


Tertib jika pembukuan keuangan tertib, transaksi keuangan dicatat, dan diawasai dengan baik 2) Dapat dijadikan alat kendali pengelolaan PT

Memudahkan pengendalian keuangan jika pencatatan dilakukan dengan tertib dan benar.
10.2.2. Mengelola keuangan PT. 1) Penyelenggaraan kegiatan sesuai prosedur

Sesuai aturan yang berlaku jika dibandingkan dengan Keppres 80/2003 4) Pengelolaan keuangan akuntabel

Akuntabel jika penggunaan keuangan sesuai aturan yang berlaku.
2) Penggunaan keuangan sesuai rencana

Seluruhnya sesuai jika seluruh penggunaan keuangan sesuai perencanaan, baik waktu, jumlah dan sasarannya. 5) Pengelolaan keuangan akuntabel

Akuntabel jika penggunaan keuangan sesuai aturan yang berlaku.
3) Pengadaan barang/bangunan fisik sesuai perencanaan

Seluruhnya sesuai jika sesuai dengan dengan spack dan atau RAB 6) Barang/bangunan fisik dapat dimanfaatkan

Dapat dimanfaatkan jika barang/bangunan yang diadakan dapat digunakan sesuai fungsinya secara maksimal.
10.2.3. Mempertanggungjawabkan penggunaan keuangan PT 1) Tersusunnya laporan kegiatan


Lengkap jika sesuai dengan jumlah kegiatan yang dilakukan 3) Dapat digunakan sebagai bahan evaluasi kegiatan

Mudah jika memberikan informasi yang lengkap.
2) tersusunnya laporan akuntansi Instansi

Tertib jika sesuai dengan petunjuk penyusunan akuntansi Instansi 4) Dapat digunakan sebagai bahan evaluasi kegiatan.

Mudah jika memberikan informasi yang lengkap.
11.





LULUSAN PERGURUAN TINGGI
11.1. Meningkatkan Mutu Lulusan
11.1.1. Meningkatkan Indeks Prestasi Komulatif 1) Rerata IPK Lulusan sesuai tuntutan dunia kerja.

Rerata IPK > 2,75 (jelas) 2) Kualitas lulusan terstandar


Baik jika mutu penyelenggaraan akademik baik.
11.1.2. Mempercepat Masa Studi 1) Rerata masa studi sesuai dengan peraturan yang berlaku

Rerata masa studi < 4 tahun (jelas) 2) Kualitas lulusan terstandar


Baik jika mutu penyelenggaraan pendidikan terstandar
11.1.3. Meningkatkan Jumlah Lulusan yang Bekerja 1) Lulusan berkerja sesuai dengan keilmuannya

> 50 % bekerja sesuai dengan keilmuannya, jika dapat dibuktikan dengan penelusuran lulusan yang akurat. 2) Tingkat kepuasan stake holder meningkat

Memuaskan jika tidak ada keluhan dari lulusan dan dunia kerja







KRITERIA PENILAIAN
AUDIT KINERJA PADA PERGURUAN TINGGI AGAMA NEGERI
DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGAMA RI



INSPEKTORAT JENDERAL
KEMENTERIAN AGAMA RI
2011

KRITERIA PENILAIAN AUDIT KINERJA REKTORAT / KANTOR PUSAT


No. Tugas, Kegiatan dan Sub Kegiatan INDIKATOR KINERJA
Keluaran (output) Kriteria Penilaian Skor Hasil (outcomes) Kriteria Penilaian Skor
1. TUGAS MANAJERIAL ( 3 )
1.1. Rencana Strategik ( 3 )
1.1.1. Penyusunan Renstra (2)
1) Tersusunnya Renstra (2)
- Memenuhi syarat 3 2) Naskah Renstra menjadi pedoman kerja (2) - Efektif 3
- Kurang memenuhi syarat 2 - Cukup efektif 2
- Tidak memenuhi syarat 1 - Kurang efektif 1
- Tidak ada 0 - Tidak efektif 0
1.1.2. Melaksanakan Renstra (3)

1) Terlaksananya program (3) - 75-100 % sesuai renstra 3 2) Renstra memberi arah program organisasi (2) - Sangat terarah 3
- 45-74 % sesuai renstra 2 - Cukup Terarah 2
- 1 – 44 % sesuai renstra 1 - Kurang terarah 1
- < 1 % 0 - Tidak terarah 0
1.1.3. Evaluasi Renstra (2)
1) Terlaksananya evaluasi Renstra untuk mengetahui tingkat keberhasilan program (2) - Akurat 3 2) Peningkatan kualitas program (2) - Sangat logis 3
- Cukup akurat 2 - Cukup Logis 2
- Kurang akurat 1 - Kurang logis 1
- Tidak akurat 0 - Tidak logis 0
1.2. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) – ( 2 )
1.2.1. Menyusunan RKT (Rencana Kinerja Tahunan)- (2)
1) Tersusunnya RKT (2) - Memenuhi syarat 3 2) RKT dijadikan pedoman kerja (2) - Konsisten 3
- Cukup memenuhi syarat 2 - Cukup konsisten 2
- Kurang memenuhi syarat 1
- Kurang konsisten 1
- Tidak memenuhi syarat 0 - Tidak konsisten 0
1.2.2. Melaksanakan RKT (2)

1) Terlaksananya Kinerja sesuai RKT (2) - 75-100 % sesuai RKT 3 2) Kegiatan organisasi berjalan dengan baik (2) - Terarah 3
- 45-74 % sesuai RKT 2 - Cukup Terarah 2
- 1 – 44 % sesuai RKT 1 - Kurang terarah 1
- < 1 % 0 - Tidak terarah 0
1.2.3. Monitoring dan Evaluasi RKT (2) 1) Hasil monev (2) - Akurat 3 2) Perbaikan RKT (2) - Logis 3
- Cukup akurat 2 - Cukup Logis 2
- Kurang akurat 1 - Kurang logis 1
- Tidak akurat 0 - Tidak logis 0
1.3. Pengendalian mekanisme dan tata kerja organisasi ( 2 )
1.3.1. Merencanakan pengendalian mekanisme dan tata kerja organisasi (2) 1) Ada program pegendalian mekanisme dan tata kerja organisasi (2)
- Lengkap 3 2) Pengendalian organisasi menjadi terarah (2) - Terarah 3
- Cukup lengkap 2 - Cukup terarah 2
- Kurang lengkap 1 - Kurang terarah 1
- Tidak lengkap 0 - Tidak terarah 0
1.3.2. Melakukan pengendalian mekanisme dan tata kerja organisasi (2) 1) Mekanisme dan tata kerja organisasi berjalan efektif dan efisien (2)
- Efektif dan efisien 3 2) Organisasi berjalan dinamis (2)
- Dinamis 3
- Cukup efektif dan efisien 2 - Cukup dinamis 2
- Kurang Efektif dan efisien 1 - Kurang dinamis 1
- Tidak efektif dan efisien 0 - Tidak dinamis 0
1.3.3. Evaluasi pengendalian mekanisme dan tata kerja organisasi (2) 1) Naskah laporan hasil evaluasi pengendalian mekanisme dan tata kerja organisasi (2) - Lengkap 3 2) Perbaikan mekanisme dan tata kerja organisasi (1)
- Logis 3
- Cukup lengkap 2 - Cukup Logis 2
- Kurang lengkap 1 - Kurang logis 1
- Tidak lengkap 0 - Tidak logis 0
1.4. Pembinaan Personil ( 2 )
1.4.1. Merencanakan pembinaan pembinaan personil (1) 1) Tersusunnya program pembinaan personil (1) - Lengkap 3 2) Pembinaan personil terarah (1) - Terarah 3
- Cukup lengkap 2 - Cukup terarah 2
- Kurang lengkap 1 - Kurang terarah 1
- Tidak lengkap 0 - Tidak terarah 0
1.4.2. Melaksanakan pembinaan personil (2)
1) Terlaksananya pembinaan personil (2) - 75-100 % sesuai 3 2) Meningkatnya disiplin pegawai (2) - Meningkat 75-100% 3
- 45-74 % sesuai 2 - Meningkat 45-74 % 2
- 20 – 44 % sesuai 1 - Meningkat 20 – 44 % 1
- < 20 0 - < 20 0
1.4.3. Laporan pembinaan personil (1) 1) Tersusunnya laporan hasil pembinaan personil (1) - Lengkap 3 2) Perbaikan pembinaan personil (1) - Ditindaklanjuti 75-100% 3
- Cukup lengkap 2 - Ditindaklanjuti 45-74% 2
- Kurang lengkap 1 - Ditindaklanjuti 10-44% 1
- Tidak lengkap 0 - < 10 % 0
1.5. Pengendalian Interen ( 2 )
1.5.1. Membentuk SPI (satuan pengawas Internal/Quality assurance)- (1) 1) Terbentuknya SPI (1) - Sudah terbentuk dan berjalan 3 2) Pengendalian kualitas terarah (1) - Terarah 3
- Sudah terbentuk 2 - Cukup Terarah 2
- Belum terbentuk 1 - Kurang terarah 1
- Belum direncanakan 0 - Tidak terarah 0
1.5.2. Melaksanakan pengendalian kualitas pendidikan (2) 1) Terlaksananya pengendalian kualitas pendidikan (2) - Terlaksana 3 2) Budaya pengendalian kualitas pendidikan (1) - 75 -100% civitas akademika 3
- Sebagian terlaksana 2 - 45 – 74% civitas akademika 2
- Belum terlaksana 1 - 0 – 44% civitas akademika 1
- Tidakl terlaksana 0 - Tidak ada 0
1.5.3. Mengevaluasi pelak¬sana¬an pengen-dalian kualitas pendidikan (1) 1) Terlaksananya evaluasi pengendalian kualitas pendidikan (1)
- Terlaksana 3 2) Perbaikan pelaksanaan pengendalian (1) - Ditindaklanjuti 75 – 100% 3
- Sebagian terlaksana 2 - Ditindaklanjuti 45 – 74% 2
- Belum terlaksana 1 - Ditindaklanjuti 1- 44 1
- Tidak terlaksana 0 - Tidak ditindaklanjuti 0
1.5.4. Menyusun laporan pengendalian kualitas pendidikan (1) 1) Tersusunya laporan pengendalian kualitas pendidikan (1) - Lengkap 3 2) Terdokumentasinya pelaksanaan pengendalian kualitas (1) - Tertib 3
- Cukup lengkap 2 - Cukup tertib 2
- Kurang lengkap 1 - Kurang tertib 1
- Tidak lengkap 0 - Tidak tertib 0
- -
1.6. Koordinasi Interen dan Eksteren ( 2 )
1.6.1. Menyusun rencana koordinasi (1) 1) Tersusunnya kegiatan koordinasi (1) - Lengkap 3 2) Terencananya koordinasi interen dan eksteren (1) - Terencana 3
- Cukup lengkap 2 - Cukup terencana 2
- Kurang lengkap 1 - Kurang terencana 1
- Tidak lengkap 0 - Tidak terencana 0
1.6.2. Menyelenggarakan kegiatan koordinasi (1) 1) Terlaksananya kegiatan koordinasi (1) - Terlaksana 3 2) Tumbuhnya budaya koordinasi dalam bekerja (1) - Kegiatan org terkoordinasi 3
- Terlaksana sebagian 2 - Kegiatan org cukup terorganisasi 2
- Belum terlaksana 1 - Kegiatan org kurang terkoordinasi 1
- Tidak terlaksana 0 - Tidak terkoordinasi 0
1.6.3. Mengevaluasi pelaksanaan koordinas (1)i 1) Tersusunnya laporan koordinasi (1) - Lengkap 3 2) Dokumentas pelaksanaan koordinasi (1) - Tertib 3
- Cukup lengkap 2 - Cukup tertib 2
- Kurang lengkap 1 - Kurang tertib 1
- Tidak lengkap 0 - Tidak tertib 0
1.7. Laporan akuntabilitas ( 2 )
1.7.1. Menyusun laporan akuntabilitas (2) 1) Tersusunnya laporan akuntabilitas (1) - Lengkap 3 2) Kinerja organisasi terukur (2) - Terukur 3
- Cukup lengkap 2 - Cukup terukur 2
- Kurang lengkap 1 - Kurang terukur 1
- Tidak lengkap 0 - Tidak terukur 0
1.7.2. Mendistribusikan laporan akuntabilitas (1)
1) Terdistribusikannya laboran akuntabilitas (1)
- Terdistribusi 3 2) Akuntabilitas kegiatan org terinformasi (1) - Baik 3
- Cukup terdistribusi 2 - Cukup baik 2
- Kurang terdistribusi 1 - Kurang baik 1
- Tidak terdistribusi 0 - Tidak baik 0
1.7.3. Mendokumentasikan laporan akuntabilitas (1)
1) Terdokumentasikan nya laporan akuntabilitas (1) - Tertib 3 2) Pendataan kegiatan tertib (1) - Tertib 3
- Cukup tertib 2 - Cukup tertib 2
- Kurang tertib 1 - Kurang tertib 1
- Tidak tertib 0 - Tidak tertib 0
2. ADMINISTRASI AKADEMIK ( 2 )
2.1. Perencanaan Pendidikan Perguruan Tinggi ( 2 )
2.1.1. Menyusun perangkat administrasi akademik. (2) 1) Tersedianya Pedoman Adminitrasi Akademik (2)  Lengkap 3 5) Ketertiban administrasi akademik (2)  Tertib 3
 Kurang lengkap 2  Cukup tertib 2
 Tidak lengkap 1
 Kurang tertib 1
 Tidak ada pedoman 0  Tidak tertib 0
2) Tersusunnya rencana pendidikan & pengajaran (2)  Rinci dan terpadu 3 5) Lancarnya proses pendidikan dan pengajaran (2)  > 75 % 3
 Kurang rinci dan terpadu 2  60-74 % 2
 Tidak rinci dan terpadu 1
 50 - 59 % 1
 Tidak tersusun 0  < 49 % 0
3) Tersedianya formulir-formulir (borang) adaministrasi akademik (1)  Lengkap 3 7) Mudahnya proses pendataan (2)  > 80 % 3
 Kurang lengkap 2  60-79 % 2
 Tidak lengkap 1
 50 - 59 % 1
 Tidak ada 0  < 49 % 0
4) Tersusun Standar Operasional Prosedur Administrasi Akademik (1)  Ada, lengkap, dan berfungsi 3 8) Mekanisme dan prosedur administrasi akademik tertib (2)  Tertib 3
 Ada, cukup lengkap, dan berfungsi 2  Cukup Tertib 2
 Ada, cukup lengkap, dan tidak berfungsi 1  Kurang tertib 1
 Tidak ada 0  Tidak tertib 0
3. KEPEGAWAIAN (2)
3.1. Merencanakan SDM (2)
3.1.1. Merencanakan kebutuhan SDM (2) 1) Ada analisis Kebutuhan SDM (1)



 Sesuai dengan analisis jabatan 3 3) SDM yang ada kompeten (1)  Kompeten 3
 Tidak sepenuhnya sesuai 2  Tidak sepenuhnya kompeten 2
 Tidak sesuai 1  Kurang kompeten 1
 Tidak ada analisis 0  Tidak kompeten 0

2) Tersusunnya dokumen perencanaan SDM (2)  Terdokumentasi dengan baik 3 4) Perencanaan SDM terarah (2)  Terarah 3
 Kurang terdokumen¬tasi dengan baik 2  Cukup terarah 2
 Tidak terdokumentasi dengan baik 1  Cukup terarah 1
 Tidak ada dokumentasi 0  Tidak terarah 0
3.1.2. Merencanakan Pengembangan Pegawai (1) 1) Ada data base SDM (1)  Lengkap 3 3) Pengembangan terarah (1)  Terarah 3
 Cukup Lengkap 2  Cukup terarah 2
 Tidak Lengkap 1  Kurang terarah 1
 Tidak ada 0  Tidak terarah 0
2) Tersusunnya dokumen pengambangan pegawai (1)  Terdokumentasi dengan baik 3 4) Perencanaan SDM terarah (1)  Terarah 3
 Kurang terdokumentasi dengan baik 2  Cukup terarah 2
 Tidak terdokumentasi dengan baik 1  Kurang terarah 1
 Tidak ada dokumentasi 0  Tidak terarah 0
3.2. Mengelola SDM 1) Tertib kenaikan pangkat (2)  Tertib 3 3) Kenaikan pangkat tepat waktu (1)  4 tahun struktural/2 tahun fungsional 3
 Cukup tertib 2  > 4 tahun – 6 tahun struktural / >2 tahun – 4 tahun fungsional 2
 Kurang tertib 1  > 6 tahun – 7 tahun struktural / > 4 tahun – 5 tahun fungsional 1
 Tidak tertib 0  > 7 tahun struktural / > 5 tahun fungsional 0
2) Tertib penempatan formasi (1)  Tertib 3 4) Penempatan pegawai sesuai kompetensinya (1)  Sesuai 3
 Cukup tertib 2  Cukup sesuai 2
 Kurang tertib 1  Kurang sesuai 1
 Tidak tertib 0  Tidak sesuai 0
3.3. Membina SDM (2) 1) pemberian reward (2)  Sesuai dengan prestasi 3 3) Motivasi kerja meningkat (2)  Baik 3
 Cukup sesuai dengan prestasi 2  Cukup baik 2
 Kurang sesuai dengan prestasi 1  Kurang baik 1
 Tidak sesuai dengan prestasi  Tidak baik
2) penerapan punishment (2)  Sesuai dengan pelanggarannya 3 4) Disiplin pegawai meningkat (2)  Pelanggaran kurang dari 5% dari jumlah pegawai 3
 Cukup sesuai dengan pelanggarannya 2  Pelanggaran kurang dari 5% s.d. 10% dari jumlah pegawai 2
 Kurang sesuai de¬ngan pelanggarannya 1  Pelanggaran lebih dari 10 s.d. 15 % dari jumlah pegawai 1
 Tidak sesuai dengan pelanggarannya 0  Pelanggaran lebih dari 15 % dari jumlah pegawai 0
4.


SARANA PRASARANA ( 2 )

4.1. Penyediaan sarana dan prasarana penunjang pendidikan (2)

4.1.1. Menyediakan sara¬na fisik penunjang pendidikan antara lain:
- Ruang kuliah
- Ruang administrasi
- Ruang dosen
- Student Centre
- Fasilitas olah raga
- Fasilitas ibadah
- Asrama mahasiswa
- Penataan halaman
- dan lain-lain (2) 1) Tersedianya sarana untuk menunjang proses pendidikan mengajar (2)  Terpenuhi 3 2) Sarana penunjang dapat bermanfaat untuk menunjang kelancaran pendidikan
dan pengajaran (2)
 Bermanfaat 3
 Kurang terpenuhi 2  Kurang bermanfaat 2
 Tidak terpenuhi 1  Tidak bermanfaat 1
 Tidak ada 0  Tidak ada 0
4.1. 2. Menyediakan peralatan media penunjang pendidikan (2) 1) Tersedianya media penunjang pendidikan (2)  Lengkap 3 2) Media penunjang pendidikan bermanfaat (2)  Efektif 3
 Kurang lengkap 2  Kurang efektif 2
 Tidak lengkap 1
 Tidak efektif 1
 Tidak ada 0  Tidak ada 0
4.1.3. Menyediakan meubelair penunjang pendidikan (1) 1) Tersedianya meubelair penunjang pendidikan (1)  Lengkap 3 2) Meubelair bermanfaat (2)  Bermanfaat 3
 Kurang lengkap 2  Kurang bermanfaat 2
 Tidak lengkap 1  Tidak bermanfaat 1
 Tidak ada 0  Tidak ada 0
4.1.4. Menyediakan laboratorium berikut peralatannya, antara lain:
- Lab. Bahasa
- Lab. Komputer
- Micro Teaching
- Lab. Perbankan Syariah
- Lab. Hukum
- Lab. IPA
- Lab. Kedokteran
- Lab. Media Dakwah
- Lab. Falaqiyah
- dan lain-lain
(2) 1) Tersedianya laboratorium penunjang pendidikan (2)  Lengkap 3 2) Laboratorium berfungsi meningkatkan kualitas pendidikan (2)  Efektif 3
 Kurang lengkap 2  Kurang efektif 2
 Tidak lengkap
 Tidak ada 1
0  Tidak efektif
 Tidak ada 1
0
4.1.5. Penyediaan Alat Tulis Kantor (ATK)- (2)

1) Tersediannya ATK (2)  Lengkap 3 2) ATK menunjang pendidikan (1)  Efektif 3
 Kurang lengkap 2  Kurang efektif 2
 Tidak lengkap 1  Tidak efektif 1
 Tidak ada 0  Tidak ada 0
4.1.6. Penyediaan kendaraan operasional (1)



1) Tersediannya kendaraan operasional dalam menunjang pelaksanaan tugas (1)
 Terpenuhi 3 2) Kendaraan operasional bermanfaat dalam menunjang keberhasilan tugas (1)  Efektif 3
 Cukup terpenuhi 2  Cukup efektif 2
 Kurang terpenuhi 1  Kurang efektif 1
 Tidak terpenuhi 0  Tidak efektif 0
4.2. Penegelolaan Sarana Prasarana (2)
4.2.1. Menyusun rencana pengelolaan laboratorium (2) 1) Tersusunnya rencana pengelolaan laboratorium (2)  Tersedia 3 2) Pelayanan laboratorium berjalan lancar (2)  Sasaran tercapai 75% s.d 100% 3
 Cukup tersedia 2  Sasaran tercapai 45% s.d 74% 2
 Kurang tersedia 1  Sasaran tercapai 1% s.d 44% 1
 Tidak tersedia 0  Sasaran tercapai 0% 0
4.2.2. Menata Sumber Daya Manusia laboratorium (2) 1) Tertatanya SDM laboratorium (1)  Teratur 3 2) Tenaga pengelola laboratorium sesuai kebutuhan (2)  Lengkap 3
 Cukup teratur 2  Cukup lengkap 2
 Kurang teratur 1  Kurang lengkap 1
 Tidak teratur 0  Tidak lengkap 0
4.2.3. Pembinaan tenaga laboratorium dan administrasi laboratorium (2) 1) Tersedianya tenaga profesional laboratorium (1)  Terampil 3 2) Pelayanan prima (2)  Prima 3
 Kurang terampil 2  Kurang prima 2
 Tidak terampil 1  Tidak prima 1
 0  0
4.2. 4. Evaluasi pengelolaan laboratorium (1) 1) Terlaksananya evaluasi pengelolaan (1)  Tepat waktu 3 2) Umpan balik perbaikan (1)  Berguna 75% s.d 100% 3
 Cukup tepat waktu 2  Berguna 45% s.d 74 % 2
 Kurang tepat waktu 1
 Berguna 0% s.d 44% 1
 Tidak tepat waktu 0  Tidak berguna 0
4.2.5 Pemeliharaan sarana fisik penunjang pendidikan (2) 1) Terlaksananya pemeliharaan sarana fisik penunjang pendidikan (2)

 Terlaksana 3 2) Perbaikan fasilitas fisik yang rusak (2)  Berguna 3
 Cukup terlaksana 2  Cukup berguna 2
 Kurang terlaksana 1
 Kurang berguna 1
 Tidak terlaksana 0  Tidak berguna 0
5. KEUANGAN PERGURUAN TINGGI (3)
5.1. Perencanaan Anggaran (2)
5.1.1. Menyusun perencanaan anggaran (2) 1) Tersusunnya perencanaan anggaran PT (2)  Sesuai dengan perencanaan strategik PT 3 2) Kegiatan perguruan tinggi lebih terarah (2)  Terarah 3
 Tidak seluruhnya sesuai dengan perencanaan strategik PT 2  Cukup terarah 2
 Tidak sesuai dengan perencanaan strategik PT 1  Kurang terarah 1
 Tidak ada perencaan anggaran PT 0

 Tidak terarah 0
5.2. Pelaksanaan Anggaran (3)
5.2.1. Mengadminis-trasikan penggunaan keuangan PT (2) 1) Tersusunnya pembukuan penggunaan keuangan PT (2)  Tertib 3 2) Dapat dijadikan sebagai alat kendali penggunaan keuangan PT (1)  Memudahkan pengendalian keuangan 3
 Cukup tertib 2  Cukup memudahkan 2
 Kurang tertib 1  Kurang memudahkan 1
 Tidak tertib 0  Tidak memudahkan 0
5.2.2. Mengelola keuangan PT (3) 1) Terpenuhinya pendanaan PT (3)  Memadai 3 5) Operasional PT berjalan dengan baik (2)  Memadai 3
 Cukup Memadai 2  Cukup Memadai 2
 Kurang Memadai 1  Kurang Memadai 1
 Tidak Memadai 0  Tidak Memadai 0
1) Penyelenggaraan kegiatan sesuai prosedur (2)  Seluruhnya sesuai aturan yang berlaku 3 4) Pengelolaan keuangan akuntabel (2)  Akuntabel 3
 Sebagian besar sesuai 2  Cukup akuntabel 2
 Sebagian kecil sesuai 1  Kurang akuntabel 1
 Tidak sesuai 0  Tidak akuntabel 0
2) Penggunaan keuangan PT sesuai perencanaan (3)  Seluruhnya sesuai 3 5) Pengelolaan keuangan akuntabel (2)  Akuntabel 3
 Sebagian besar sesuai 2  Cukup akuntabel 2
 Sebagian kecil sesuai 1  Kurang akuntabel 1
 Tidak sesuai 0  Tidak akuntabel 0
3) Barang/bangunan (fisik) sesuai perencanaan (3)  Sesuai 3 6) Barang/bangunan (fisik) dapat dimanfaatkan (2)  Dimanfaatkan 3
 Cukup sesuai 2  Cukup dapat dimanfaatkan 2
 Kurang sesuai 1  Kurang dapat dimanfaatkan 1
 Tidak sesuai 0  Tidak dapat dimanfaatkan 0
5.2.3. Mempertang-gungjawabkan penggunaan keuangan PT (2) 1) Tersusunnya laporan kegiatan.(2)  Lengkap 3 3) Dapat digunakan sebagai bahan evaluasi kegiatan (1)  Mudah 3
 Cukup lengkap 2  Cukup mudah 2
 Tidak lengkap 1  Sukar 1
 0  0
2) Tersusunnya Laporan Auntansi Instansi (2)  Tertib 3 4) Dapat digunakan sebagai bahan evaluasi kegiatan (1)

 Mudah 3
 Cukup tertib 2  Cukup mudah 2
 Tidak tertib 1  Sukar 1
 Tidak ada laporan akuntansi instansi 0  Tidak ada 0
6 KEMAHASISWAAN & ALUMNI ( 2 )
6.1. Pembinaan Organisasi Mahasiswa dan Alumni (2 )
6.1.1. Pembinaaan Organisasi Mahasiswa (2) 1) Terbentuknya Organisasi Mahasiswa (2)  Terbentuk 3 4) Terbinanya Mahasiswa (2)  > 20 % mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan kampus 3
 Sebagian terbentuk 2  10-19 % mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan kampus 2
- Belum terbentuk 1 - < 10 % mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan kampus 1
 Tidak terbentuk 0 - tidak ada partisipasi 0
2) Terlaksananya Aktivi¬tas Organisasi Mahasiswa (2) - > 50 % Program terrealisasi 3 5) Prestasi Mahasiswa (penalaran, minat, bakat) (2)  Tingkat internasional 3
- 20-49 % Program terrealisasi 2  Tingkat nasional 2
- 1 -20% Program terrealisasi 1
 Tingkat lokal 1
- 0% Program terrealisasi 0  Tidak ada 0
3) ``Tersedianya Laporan Kegiatan Organisasi Mahasiswa (1) - Memenuhi persyaratan 3 6) Efektiftas Organisasi Mahasiswa (2)  Efektif 3
- Kurang memenuhi persyaratan 2  Cukup efektif 2
 Tidak memenuhi persyaratan 1  Kurang efektif 1
 Tidak ada laporan 0  Tidak efektif 0
6.2.2. Pembinaan Organisasi Alumni (2) 1) Terbentuknya Organisasi Alumni (2)  Terbentuk 3 4) Partisipasi Alumni (2)  > 20 % alumni berpartisipasi dalam kegiatan kampus 3
 Sebagian terbentuk 2  10-19 % alumni berpartisipasi dalam kegiatan kampus 2
 Belum terbentuk 1  < 10 % alumni berpartisipasi dalam kegiatan kampus 1
 Tidak ada 0  Tidak ada 0
2) Terlaksananya Aktivitas Organisasi Alumni (2)  > 50 % Program terrealisasi 3 5) Masa tunggu lulusan (2)  Rerata < 1 tahun 3
 20-49 % Program terrealisasi 2  Rerata < 2 tahun 2
 1 s.d. 20% Program terrealisasi 1  Rerata < 3 tahun 1
 0 % Program terrealisasi 0  Rerata < 4 tahun 0
3) Tersedianya Laporan Kegiatan Organisasi Alumni (1)  Memenuhi persyaratan 3 6) Efektiftas Organisasi Alumni (2)  Efektif 3
 Kurang memenuhi persyaratan 2  Kurang efektif 2
 Tidak memenuhi persyaratan 1  Tidak efektif 1
 Tidak ada laporan 0 

Bagikan Artikel ini ke Facebook