E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Urgensi Tatakelola Majelis Ta'lim

Dibaca: 1506 kali, Dalam kategori: Umum, Diposting oleh: Drs. H. UTAWIJAYA, MM lihat profil
pada tanggal: 2016-07-11 09:50:28 wib


URGENSI TATA KELOLA ADMINISTRASI
MENUJU MANAJEMEN MUTU MAJELIS TAKLIM
Oleh: Dr. Utawijaya Kusumah


PROBLEMATIKA UMMAT ISLAM
Dewasa ini, tidak dapat kita pungkiri bahwa terdapat berbagai banyak masalah yang dihadapi ummat jaman sekarang khususnya umat Islam. Berbagai macam pendapat yang telah terlontarkan oleh para pakar peneliti dan ilmuan tentang masalah atau gejala sosial yang terjadi ditengah-tengah ummat Islam sehingga tak jarang ditemukan ada yang mengatakan bahwa masalah inilah yang menyebabkam keterpurukan ummat Islam dimasa kini. Menurut Hudzaifah, tema ini adalah suatu upaya untuk menggambarkan akan keadaan dunia Islam kontemporer (saat ini) dengan segala kelebihan dan kekurangan-kekurangannya. Kondisi umat Islam saat ini penuh dengan kelemahan-kelemahan. Kelemahan-kelemahan itu terkait dengan kapasitas intelektual dan problematika moral. Kelemahan dalam kapasitas intelektual (Al Jahlu).
Kelemahan umat Islam yang terkait dengan kapasitas intelektual meliputi:
1. Dho'fut Tarbiyah (lemah dalam pendidikan).
2. Dho'fut Tsaqofah (lemah dalam ilmu pengetahuan).
3. Dho'fut Takhthith (lemah dalam perencanaan-perencanaan).
4. Dho'fut Tanjim (lemah dalam pengorganisasian).
5. Dho'ful Amniyah (lemah dalam keamanan).
6. Dho'fut Tanfidz (lemah dalam memobilisasi potensi-potensi diri).
Adapun kelemahan dalam problematika moral (Maradun Nafs) yang terjadi pada umat Islam sekarang yaitu:
1. Adamus Saja'ah (hilangnya keberanian).
2. Adamus Sabat (hilangnya sikap teguh pendirian).
3. Adamut Dzikriyah (hilangnya semangat untuk mengingat Allah)
4. Adamus Sabr (hilangnya kesabaran).
5. Adamul Ikhlas (hilangnya makna ikhlas).
6. Adamul Iltizam (hilangnya komitmen).

PERAN MAJELIS TAKLIM
Majelis Taklim adalah:
1.Tempat untuk melaksanakan pengejaran syiar dakwah Islam.
2.Pertemuan atau perkumpulan atau bangunan tempat orang berkumpul.
3.Suatu tempat yang didalamnya berkumpul sekelompok manusia untuk melakukan aktifitas dan perbuatan.
4.Tempat berkumpulnya sekelompok orang untuk melakukan kegiatan,tempat itu dapat berupa masjid, rumah atau juga tempat khusus.
5. Menurut PP Nomor 55 Tahun 2007, Majelis Taklim adalah lembaga pendidikan diniyah non formal. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 21 ayat (1): “Pendidikan diniyah nonformal diselenggarakan dalam bentuk pengajian kitab, Majelis Taklim, Pendidikan Al Qur’an, Diniyah Takmiliyah, atau bentuk lain yang sejenis”.
6. Menurut Kementerian Agama, Majelis Taklim adalah suatu lembaga pendidikan non formal Islam yang memiliki kurikulum tersendiri, diselenggarakan secara berkala dan teratur dandiikuti oleh jamaah yang relative banyak bertujuan untuk membina danmembangun hubungan yang santun dan seraasi antara manusia dengan Allah,manusia dengan sesamanya, lingkungannya dalam membina masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Tujuan secara umum: untuk membina dan mengembangkan hubungan yang santun dan seraasi antar manusia dengan lingkungannya dalam rangkamembina masyarakat yang bertaqwa kepada Allah. Tujuan didirikannya Majelis Taklim menurut Pasal 23 ayat (1) adalah: “Majelis Taklim atau nama lain yang sejenis bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan akhlak mulia peserta didik serta mewujudkan rahmat bagi alam semesta”. Tujuan secara khusus: langsung dikaitkan dengan masyarakat ajaaran Islam.
Fungsi terpenting Majelis Taklim adalah:
1. Membina dan mengembangkan ajaran Islam.
2. Sebagai taman rekreasi rohani.
3. Sebagai ajang berlangsungnya silaturahmi.
4. Sebagai sarana dialog berkesinambungan antara ulama dan umaro denganumat.
5. Sebagai media penyampaian gagasan yang bermanfaat bagi pembangunanumat dan bangsa pada umumnya.

Majelis Taklim atau sering disebut pengajian adalah lembaga swadaya masyarakat yang memberikan pendidikan dan pengajian dibidang agama Islam secara non formal. Jadi peranan Majelis Taklim sangat strategis dan penting dalam membina keumatan dan kejamaahan.

KRISIS MAJELIS TAKLIM DAN UPAYA MENGATASINYA
1. KRISIS KEPENGURUSAN
Hal ini terjadi dengan banyak sebab, diantaranya karena, pertama, komitmen dan tanggung jawab pengurus yang rendah. Kedua, ada pengurus yang tidak mengerti tentang bagaimana menjalankan roda kepengurusan. Ketiga, tidak ada uraian kerja pengurus danwewenagn yang jelas. Keempat, waktu, tenaga, dan pikiran serta perhatian pengurus yang kurang sehingga kepengurusan berjalan sambil lalu saja. Kelima, konflik atau ketidak cocokan pribadi antara pengurus yang satu dengan yang lain, dan sebagainya. Agar kepengurusan majelis taklim bisa berjalan dengan baik dan memperoleh kepercayaan dari jamaah, harus dipilih orang-orang yang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap persoalan kemajelis takliman dan keumatan, memiliki kemauan dan kemampuan dalam bekerja, mau bekerja sama dan selalu menjaga persatuan dan kesatuan dikalangan pengurus, mencurahkan potensi yang dimilikinya untuk mengurus majelis taklim dan meningkatkan kapasitasnya sebagai pengurus.

2. KRISIS GURU
Majelis taklim kita tidak memiliki guru dalam jumlah yang memadai atau cukup jumlahnya tetapi tidak memiliki kualitas yang memadai. Pengkaderan guru perlu dilakukan oleh pengurus majelis taklim, baik dalam bentuk menyelenggarakan pelatihan guru maupun menugaskan pengurus atau jamaah yang berpotensi menjadi guru untuk mengikuti pendidikan guru dan mubaligh yang biasa diselenggarakan oleh lembaga dakwah.

3. KRISIS KETERLIBATAN
Keterlibatan jamaah dalam kegiatan majelis taklim memang dirasakan masih amat rendah bila dibandingkan dengan jumlah penduduk muslim di sekitar majelis taklim. Pengurus majelis taklim perlu melakukan upaya mengaktifkan jamaahnya dalam berbagai kegiatan. Salah satu pendekatan yang penting yang perlu dilakukan adalah secaraindividual.

4. KRISIS PROGRAM DAN SARANA
Banyak majelis taklim yang tidak merencanakan program yang dibutuhkan oleh jamaahnya. Kendala yang dirasakan oleh pengurus dan jamaah majelis taklim bila hendak mengambangkan program adalah sarana yang tidak memadai, sebab secara fisik, bangunan majelis taklim kita umumnya memang baru diperuntukkan bagi aktivitas pengajian dan peribadatan.

5. KRISIS KEUANGAN
Kurangnya semangat berinfaq dikalangan jamaah bukanlah karena masalah kesulitan ekonomi, tapi tingkat kesadaran yang masih harus dimantapkan lagi. Pengurus majelis taklim juga perlu melaporkan pemasukan dan pengeluaran dana secara transparan agar jamaah menjadi semakin yakin bahwa dana yang mereka sumbangkan memang semata-mata digunakan untuk kepentingan majelis taklim.

MANAJEMEN MUTU: SOLUSI ADMINISTRASI MAJELIS TAKLIM
Ada tiga tatakelola manajemen mutu, yaitu:
a. Quality planning, yaitu suatu proses yang mengidentifikasi, menyampaikan produk, dan meyakinkan konsumen agar konsumen merasa puas. Caranya adalah membuat dokumen RENSTRA (Rencana Strategis) dengan aspek-aspek yang meliputi: (1) Menetapkan visi misi; (2) Menetapkan tujuan dan sasaran; (3) Melakukan analisis SWOT; (4) Menetapkan strategi peningkatan mutu; (5) Merencanakan profile ideal Majelis Taklim; (6) Merencanakan pengembangan Majelis Taklim; dan (7) Menetapkan langkah-langkah strategi pengembangan.
b. Pengendalian Kualitas (quality control), yaitu suatu proses dimana produk benar-benar diperiksa dan dievaluasi, dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan para pelanggan. Caranya: mengevaluasi performa produk, membandingkan antara performa aktual dan target, serta melakukan tindakan jika terdapat perbedaan/penyimpangan
c. Perbaikanan Kualitas (quality improvement), yaitu suatu proses dimana mekanisme yang sudah mapan dipertahankan sehingga mutu dapat dicapai berkelanjutan. Caranya: mengidentifikasi proyek perbaikan (improvement), membangun infrastruktur yang memadai, membentuk tim, melakukan pelatihan-pelatihan yang relevan, diagnosa sebab-akibat (bisa memakai diagram Fishbone-Ishikawa), cara penanggulangan masalah, cara mencapai target sasaran
Tatakelola manajemen mutu di atas salah satunya adalah dilakukan dengan cara penatakelolaan administrasi Majelis Taklim yaitu upaya mendayagunakan semua tenaga, biaya dan fasilitas secara efektif dan efisien untuk menunjang tercapainya tujuan.
Kegiatan yang tergolong ke dalam administraasi Majelis Taklim pada umumnya meliputi:
1. Perencanaan (planning)
2. Pengorganisasian (organizing)
3. Penggerakkan (actuiting)
4. Pengawasaan (controlling)
Perencanaan (planning) harus mencakup kegiatan untuk menentukan apa yang akan dicapai(tujuan dan sasaran), antara lain:
1. Mengapa harus dicapai
2. Bagaimana mencapainya
3. Siapa yang melakukannya
4. Dimana melakukannya
5. Kapan harus tercapai
Proses Perencanaan:
1. Identifikasi tujuan
2. Menetapkan sasaran
3. Menyusun rencana pelaksanaan
4. Mengidentifikasi langkah-langkah kegiatan
5. Mengalokasikan sumber daya
6. Menyusun jadwal kegiatan
Pengorganisasian (organizing) adalah proses pengelompokan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan-tujuan dan penguasaan setiap kelompok. Pengorganisasian Majelis Taklim juga mempunyai sebuah struktur organisasi yang baik untuk mencapai pelaksanaan yang baik dalam organisasi. Dalam pengorganisasia Majelis Taklim dibutuhkan empat komponen nyata, Komponen-komponen itu antara lain:
1. Pekerjaan
2. Pegawan-pegawai
3. Hubungan-hubungan
4. Lingkungan
Dari fungsi pengorganisasian munculah suatu struktur organisasi, yang memperlihatkan arus interaksi dalam organisasi itu. Siapa yang memutuskan apa, siapa yang memerintah, siapa yang menjawab dan siapa yang melaksanakan suatu pekerjaantersebut.
Penggerakkan (actuiting) adalah proses perpindahan atau perubahan dari situasi atau kondsi stagnan/terhenti menuju arah perubahan situasi dan kondisi yang dinamis.
Langkah-langkah penggerakkan Majelis Taklim adalah:
1. Untuk perbaikan
2. Untuk pergerakan eksternal
Pengawasan (controlling) adalah proses pengendalian dan sekaligus pengawasan untuk perbaikan secara terus menerus. Caranya:
1. Monitoring
Pengawasan terhadap suatu kegiatan yang sedang berlangsung atau pemantauan agar menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan terhadap tujuan majelis taklim
2. Evaluating
Meninjau kembali kegiatan yang telah berlangsung dalam Majelis Taklim dengan merujuk kepada tujuan atau target yang ingin dicapai.
Komponen (unsur) Administrasi Majelis Taklim:
1. Pengaturan Renstra
2. Pengaturan program kerja
3. Pengaturan kepengurusan
4. Pengaturan kejamaahan
5. Pengaturan pelajaran
6. Pengaturan guru
7. Pengaturan peralatan
8. Pengaturan tempat
9. Pengaturan keuangan
10. Pengaturan ketata usahaan

MENUJU MAJELIS TAKLIM YANG IDEAL
Penilaian nilai ideal adalah relative atau berbeda bagi tiap-tiap orang ataukelompok. Langkah-langkah menuju keidealan majelis taklim antara lain.
1. Harus ada konsolidasi pengurus
2. Konsolidasi jama’ah
3. Perumusan program kegiatan yang baik dan sesuai kebutuhan
4. Memperbaiki mekanisme kerja
5. Menumbuhkan sense of belonging para pengurus, anggota dan jama’ah terhadap majelis taklim
6. Melengkapi fasilitas majelis taklim
7. Menggalang pendanaan majelis taklim
8. Penggunaan manajemen mutu majelis taklim yang meliputi: quality planning (perencanaan mutu), quality control (pengawasan mutu), dan quality improvement (perbaikan mutu)

CONTOH-CONTOH FORMAT SIMMAT MAJELIS TAKLIM:
1. SIMMAT Renstra:



Visi

Misi Sasaran
Program Kegiatan
Evalu
asi.
Uraian Indikator Rencana Tingkat Capaian (Target) Uraian Indikator Kinerja Satuan Rencana Tingkat Capaian (Target)












2. SIMMAT Program Kerja

Program Kegiatan Sumber Dana Besaran Dana Waktu Kegiatan Keterangan



3. SIMMAT Kepengurusan:

No Nama Tempat Tanggal Lahir Jabatan TUPOKSI



4. SIMMAT Kejamaahan:
a. Data Jama’ah

No Nama Tempat Tanggal Lahir Pendidikan Pekerjaan

b. Daftar Hadir:
Hari/Tanggal:

No Nama Jabatan Alamat Tanda Tangan

5. SIMMAT Pelajaran

a. Silabus/Kurikulum:

No Materi Pelajaran Standar Kompetensi
(SK) Kompetensi Dasar
(KD) Sumber Buku/Kitab


b. Jadwal Pelajaran:

No Hari/Tanggal Materi Pelajaran Pengajar/Ustadz Tempat


6. SIMMAT Guru:

No Nama Tempat Tanggal Lahir Pendidikan Pekerjaan Materi Pelajaran yang Diampu

7. Pengaturan Peralatan:

No Jenis Alat Jumlah Kondisi/Keadaan Keterangan



8. Pengaturan Tempat:

No Tempat Kegiatan Jenis Kegiatan Materi Kegiatan Pemateri Kegiatan Pemandu/Koord Kegiatan Jumlah Jama’ah



9. Pengaturan Keuangan:

a. Iuran Keanggotaan:

No Nama Anggota Iuran Bulan Ke..... Besarnya Iuran Jumlah/Ket.



b. Iuran Harian/Minggu:

No Nama Anggota Alamat Besarnya Infaq Keterangan


c. Laporan Keuangan Mingguan:

No Minggu ke... Sumber Dana Jumlah Pemasukan Jumlah Pengeluaran Saldo


d. Laporan Keuangan Bulanan:

No Bulan Sumber Dana Jumlah
Pemasukan Jumlah Pengeluaran Saldo


e. Laporan Keuangan Tahunan:

No Tahun Ke... Sumber Dana Jumlah
Pemasukan Jumlah Pengeluaran Saldo


10. Pengaturan Ketatausahaan:
a. Program Ketatausahaan:

No Bidang Usaha Jenis Usaha Kegiatan Usaha Jumlah Modal Usaha Sumber Modal Usaha Penanggung Jawab Pengelola



b. Laporan Hasil Ketatausahaan:

No Kegiatan Usaha Jumlah
Modal Laba Kotor Laba Kotor Saldo






c. Laporan Ketatausahaan Persuratan:
1) Surat masuk

No Nomor Surat Dari Perihal Tanggal Penerimaan Ket.


2) Surat Keluar

No Nomor Surat Ditujukan Perihal Tanggal Pengiriman Ket.


d. Notulensi:

No Hari/Tanggal Materi Pengajian Penceramah Isi Materi Jumlah Jama’ah



Bagikan Artikel ini ke Facebook