E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

“ MIKOT JAMANI DAN MIKOT MAKANI “

Dibaca: 743 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: UNDANG SAHRUDIN,S.Pd.I lihat profil
pada tanggal: 2016-07-18 13:39:05 wib


Dua kalimat diatas adalah istilah yang ada dalam pelaksanaan ibadah haji yang terkadang kita yang belum melaksanakan ibadah haji sangat jarang mendengar kalimat tersebut sehingga sangatlah asing kedua kalimat tersebut di telinga kita.atau bahkan orang yang sudah jauh-jauh hari mendaptarkan diri menjadi calon tamu Alloh pun kedua kalimat tersebut masih sedikit yang sudah memahami betul tentang kedua istilah tersebut.oleh karena itu saya mencoba menjelaskan secara singkat dua kalimat asing itu dengan harapan semua muslim memahami tentang kedua istilah itu terutama teman-teman yang sudah siap-siap melaksanakan rukun islam yang kelima yang menjadi dambaan setiap muslim dapat melaksanakannya.
Mikot jamani adalah batasan waktu pelaksanaan ibadah haji,mikot jamani terdiri dari beberapa bulan yaitu bulan sawwal,dzul qo’dah dan beberapa hari di bulan dzul hijjah.dengan mikot jamani kita hanya dapat melaksanakan ibadah haji pada bulan –buln tersebut .berbeda dengan ibadah umroh yang dapat dilaksanakan kapan sajah sehingga dalam satu tahun penuh adalah mikot jamani untuk pelaksanaan ibadah umroh.
Sedangkan mikot makani adalah tempat dimana di laksanakannya ibadah haji dan itu hanya berada di kota mekah. Miqat Makani adalah tempat dimulainya ritual haji dan umrah yang telah ditetapkan dalam syariat. Di tempat ini seorang muslim hanya menggunakan 2 helai kain putih yang merupakan simbol telah ditinggalkannya segala kenikmatan dunia.[1] Terdapat lima Miqat Makani di dunia:
1. Dzul Hulaifah (sekarang Abyar ‘Ali atau Bir ‘Ali) - miqat bagi penduduk Madinah dan yang datang melalui rute mereka.
2. Al-Juhfah (dahulu Mahya'ah) - miqat bagi penduduk Arab Saudi bagian utara dan negara-negara Afrika Utara dan Barat, serta penduduk negeri Syam (Lebanon, Yordania, Syiria, dan Palestina) atau yang melewati rute mereka.
3. Qarnul Manazil (sekarang As-Sail) - miqat penduduk Najd dan negara-negara teluk, Irak (bagi yang melewatinya), dan Iran dan juga penduduk Arab Saudi bagian selatan di sekitar pegunungan Sarat.
4. Yalamlam (sekarang As-Sa’diyyah) - miqat penduduk negara Yaman, Indonesia, Malaysia, dan sekitarnya.
5. Dzatu ‘Irqin (sekarang Adh-Dharibah) - miqat penduduk negeri Irak (Kufah dan Bashrah) dan penduduk negara-negara yang melewatinya.[2]
Demikian penjelasan singkat ini semoga bermanfaat .

Bagikan Artikel ini ke Facebook