E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Penentuan Arah Qiblat Shalat

Dibaca: 647 kali, Dalam kategori: Agama, Diposting oleh: Ridwan, S.Pd.I, MA lihat profil
pada tanggal: 2016-09-15 11:51:16 wib


PENENTUAN ARAH QIBLAT DALAM TRIGONOMETRI
DAN ZENITH UNTUK IBADAH SHALAT
(Studi Kajian pada Mesjid Kota Langsa)
Oleh: Ridwan, S.Pd.I, MA


PENDAHULUAN

Menghadap arah Qiblat adalah salah satu rukun shalat, apakah itu shalat wajib maupun shalat sunat, wajib 'ain maupun wajib kifayah. Bila seseorang yang mengerjakan shalat tidak menghadap Qiblat, maka tidak sah shalatnya. Bagi umat Islam mengetahui letak/posisi kota Mekah adalah sangat penting, hal ini dikarenakan di kota inilah Ka’bah yang menjadi pusat Qiblat umat Islam berada. Secara geografis, letak kota Mekah berada pada posisi 39o49’ BT dan 21o26’ LU. Pentingnya menentukan letak Ka’bah sama dengan pentingnya menentukan arah Qiblat dalam Shalat.
Menghadap Qiblat yang terletak di dalam Masjidil Haram itu tidak dapat ditentukan hanya dengan berijtihad saja, akan tetapi memerlukan ilmu pengetahuan untuk mengetahui dimana posisi arah Qiblat pada posisi dimana kita berada.
Firman Allah :
وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۖ وَإِنَّهُ لَلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ [٢:١٤٩]
Artinya: Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah: 149)

Bagi penduduk/masyarakat sekitar Masjidil Haram, penentuan arah Qiblat tidak ada masalah. Namun bagi orang yang berada jauh dari Masjidil Haram akan terasa sulit menentukan arah Qiblatnya. Untuk itu diperlukan suatu metode/cara dalam menentukan arah Qiblat tersebut secara sederhana dan mudah dilakukan.
Untuk mengetahui cara menghadap Qiblat, maka perlu diketahui terlebih dahulu bahwa orang yang akan mengerjakan shalat mempunyai dua keadaan: Orang yang akan mengerjakan shalat tersebut berada di depan Ka’bah atau mampu melihat Ka’bah secara langsung. Dalam keadaan seperti ini, maka dia harus menghadap langsung ke bangunan Ka’bah. Jika dia tidak menghadap kepada bangunan Ka’bah dan melenceng walaupun sedikit, maka shalatnya tidak sah.
Ibnu Qudamah berkata: “Kemudian jika seseorang langsung melihat ka’bah, maka wajib baginya ketika shalat untuk menghadap langsung ke bangunan Ka’bah, kami tidak mengetahui adanya perselisihan antara para ulama dalam masalah ini. Berkata Ibnu ‘Aqil: “Jika sebagian arahnya melenceng dari bangunan Ka’bah, maka shalatnya tidak sah’.”
Sedangkan orang yang akan mengerjakan shalat itu jauh dari Ka’bah bahkan jauh dari Tanah Haram, maka menjadi permasalahan ketika menghadap ke arah Qiblat dalam pelaksanaan ibadah, terutama ibadah shalat.
Cara menentukan arah Qiblat dari zaman ke zaman terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi. Namun bukan berarti metode orang-orang terdahulu itu salah, akan tetapi metode orang-orang terdahulu yang bersifat sangat sederhana dan manual telah dikembangkan dengan teknologi sekarang.
Penentuan arah Qiblat pada hakikatnya adalah menentukan posisi Ka'bah dari suatu tempat di permukaan bumi, atau sebaliknya. Tempat-tempat yang dekat dengan Ka'bah di mana orang menunaikan shalat di tempat itu dapat langsung menyaksikan Ka'bah tentu tidak perlu menentukan arah Qiblatnya terlebih dahulu.
Arah Qiblat tidak akan pernah bergeser dengan sebab pergeseran lempangan bumi yang patah akibat gempa maupun tsunami. Bila terjadi pergeseran arah Qiblat pada suatu masjid maupun tempat, setelah diukur dengan menggunakan kompas atau teknologi sekarang, hal ini kemungkinan mesjid itu ketika dibangun kurang tepat perhitungan posisi arah Qiblatnya. Buktinya, banyak mesjid tua di Indonesia yang arah qiblatnya tidak bergeser atau sama dengan hasil pengukuran yang menggunakan teknologi zaman sekarang.
Untuk mudahkan dalam menentukan arah Qiblat adalah dengan menggunakan kompas arah Qiblat yang telah banyak ditemukan di pasaran. Selain itu dengan menggunakan bantuan internet yang difokuskan pada letak geografis suatu kota dan daerah, akan langsung tertera arah Qiblatnya (seperti situs Qiblalocator.Com). Untuk waktu-waktu tertentu, dapat digunakan tongkat sebagai alat penunjuk arah Qiblat berdasarkan bayangan (zenith). Selain itu, arah Qiblat dapat ditentukan dengan menggunakan trigonometi bola, asalkan diketahui posisi geografis suatu tempat dengan mengacu pada posisi geografis Ka’bah. Dua metode yang disebutkan terakhir akan diuraikan secara singkat dalam tulisan ini.
Kota Langsa mempunyai lima wilayah masing-masing mempunyai mesjid besar para imam yang menjadi bilal mendapatkan faslitas yang berbeda dengan bilal mesjid lain yang ada di dalam satu wilayah. Setiap wilayah mempunyai imam dan khatib yang berbeda dengan tupoksi yang berbeda pula termasuk penetapan arah Qiblat. Maka yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah Penentuan Arah Qiblat khususnya wilayah Kota Langsa.

CARA MENENTUKAN ARAH QIBLAT
Renungkan firman Allah Swt. berikut :
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ [٢١:٣٣]

Artinya: Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (Q.S. Al-Anbiyaa': 33)

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوا فَضْلاً مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلاً [١٧:١٢]
Artinya: Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. (Q.S. Al-Israa': 12)

Penentuan arah Qiblat pada hakikatnya adalah menentukan posisi Ka'bah dari suatu tempat di permukaan bumi, atau sebaliknya. Tempat-tempat yang dekat dengan Ka'bah di mana orang menunaikan salat di tempat itu dapat langsung menyaksikan Ka'bah tentu tidak perlu menentukan arah Qiblatnya terlebih dahulu.
a. Menentukan Arah Qiblat Dengan Bayang-Bayang Matahari
Dengan menggunakan posisi zawal (rashdul qiblat) matahari di Ka'bah (Istiwa'). Kaedah ini adalah berpandukan kepada kedudukan matahari yang akan berada tepat pada suatu tempat. Bagaimanapun kaedah ini hanya berlaku 2 kali saja dalam setahun dalam pergerakan matahari.
Thomas, pakar astronomi dan astrofisika, mengemukakan bahwa ada penentuan arah Qiblat yang menggunakan bayangan Matahari. Sekitar tanggal 26-30 Mei pukul 16.18 WIB dan 13-17 Juli pukul 16.27 WIB Matahari tepat berada di atas Ka'bah (Waktu Mekah: 12.18; tanggal 26-30 Mei dan 12.27 tanggal 13-17 Juli).
Pada saat itu Matahari yang tampak dari semua penjuru bumi dapat dijadikan penunjuk lokasi Ka'bah. Begitu pula bayangan benda tegak pada waktu itu juga dapat menjadi menentu arah ke Qiblat.
Selain itu untuk daerah yang tidak mengalami siang, sama dengan Mekkah, waktu yang digunakan adalah saat Matahari di atas titik yang diametral dengan Mekkah. Waktu yang dapat dijadikan patokan penunjuk Qiblat untuk wilayah tersebut adalah Matahari pada tanggal 12 hingga 16 Januari pukul 16.30 WIB dan 27 November hingga 1 Desember pukul 16.09 WIB.

Gambar di atas menunjukkan bahwa bayangan matahari pada tanggal dan waktu tersebut menghadap ke arah Ka'bah secara tepat dan akurat, tidak memerlukan rumus perhitungan trigonometri bola serta derajat kordinat wilayah. Namun situasi seperti hanya terjadi dua kali dalam setahun.
Caranya adalah:
1. Pastikan tiang tersebut tegak dan lurus. Anda boleh memeriksanya dengan menggunakan sebarang pemberat yang diikat pada ujung tiang tersebut.
2. Tepat pada pukul 16.18 WIB tanggal 26-30 Mei (posisi tanggal tengah) atau pukul 16.27 WIB pada tanggal 13-17 Juli, bayang yang ditunjukkan tiang tegak, bersamaan dengan arah Qiblat. Oleh karena matahari berada di langit barat, bayang tiang akan jatuh ke arah timur. Arah Qiblat ialah arah yang bertentangan dengan posisi tiang tersebut.
3. Pilih tempat yang tidak terlindung dari cahaya matahari, Tancapkan satu tiang untuk melihat arah Qiblatnya.
4. Anda boleh melakukan dengan menggunakan bayang-bayang yang ditunjukkan oleh tiang bendera, tiang lampu atau sisi-sisi rumah yang tegak atau apa saja objek yang lurus.
5. Bawa peralatan yang dibutuhkan seperti: busur derajat, kertas, benang, dan pulpen untuk mencatat dan mencari jumlah derajat bayangan matahari.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut:









MENENTUKAN ARAH UTARA-SELATAN DAN BARAT-TIMUR SEJATI
Sedangkan cara lain juga dapat dilakukan pada setiap hari, bila matahari bersinar terang, yang proses pengukurannya dilakukan satu jam sebelum tengah hari waktu setempat dan satu jam setelah tengah hari waktu setempat.
Untuk menentukan titik utara selatan terdapat beberapa cara, yaitu dengan menggunakan theodolit, tongkatistiwa (sundilan), teropong, kompas. Di antara cara-cara tersebut di atas, yang paling mudah, murah, dan memperoleh hasil yang teliti adalah dengan mempergunakan tongkat istiwa.
Caranya, tancapkan sebuat tongkat lurus pada sebuah pelataran datar yang berwarna putih cerah. Panjang tongkat sekitar 50 cm dan berdiameter satu cm. Ukurlah dengan lot dan waterpass sehingga pelataran betul-betul datar dan tongkat betul-betul tegak lurus terhadap pelataran. Lalu, lukislah sebuah lingkaran berjari-jari sekitar 30 cm yang berpusat pada pangkal tongkat tadi.
Kemudian, amati dengan teliti bayang-bayang tongkat beberapa jam sebelum tengah hari sampai sesudahnya. Semula, tongkat akan mempunyai bayang-bayang panjang menunjuk ke arah Barat. Semakin siang, bayang-bayang semakin pendek, lalu berubah arah sejak tengah hari. Kemudian semakin lama bayang-bayang akan semakin panjang lagi menunjuk ke arah Timur. Dalam perjalanan seperti itu, ujung bayang-bayang tongkat akan menyentuh lingkaran sebanyak dua kali pada dua tempat, yaitu sebelum tengah hari dan sesudahnya.
Selanjutnya kedua sentuhan itu kita beri tanda dan hubungkan antara keduanya dengan garis lurus. Garis ini merupakan arah Barat-Timur secara tepat. Lalu lukislah garis tegak lurus pada garis Barat-Timur tersebut, maka akan memperoleh garis Utara-Selatan yang persis menunjuk titik Utara sejati.
Untuk lebih jelasnya dalam melakukan pengukuran dapat diperhatikan gambar berikut :




Matahari



Tongkat tegak lurus



Arah Qiblat Kota Langsa




Jika anda berdiri di atas garis barat timur dan tanda pertama berada di sebelah kiri anda, maka anda sedang menghadap arah utara geografis yang sejati. Setelah mendapatkan empat arah penjuru tersebut maka letakkan busur derajat dimana jumlah derajat posisi Qiblat suatu tempat. Misalnya untuk markas Kota Langsa yang terletak pada Lintang 4o 47' 04,12" dan Bujur 97o 95' 87,36" maka posisi arah Qiblat pada 292o 07' 47" arah putaran jarum jam dari utara atau 22o 07' 47" dari arah Barat menuju ke Utara.

b. Dengan hitungan Bujur dan Lintang
Arah Ka'bah yang berada di kota Makkah dapat diketahui dari tempat manapun di permukaan bumi ini dengan menggunakan Ilmu Ukur Segitiga Bola (Trigonometri). Untuk membayangkan arah qiblat, berikut ilustrasi arah qiblat dalam bola dunia.

Data yang diperlukan untuk menghitung arah qiblat sebagai berikut :
1. Lintang Ka'bah (φk) = 21° 25' 25" LU
2. Bujur Ka'bah (λk) = 39° 49' 39" BB
3. Lintang Markas (φ)
4. Bujur Markas (λ)
Data lintang dan bujur bisa didapat dari buku-buku geografi atau daftar lintang dan bujur yang dikeluarkan oleh Depag RI. Apabila daerah yang dimaksud tidak terdaftar maka kita bisa mengukurnya dengan bantuan GPS (global position system) alat navigasi berbasis satelit untuk mengetahui lintang dan bujur. Bagi yang memakai komputer bisa menggunakan Atlas Encarta atau Google Earth jika ada koneksi ke internet.
Adapun rumus Arah Qiblat sebagai berikut:
Cotan B = Cotan b Sin a - Cos a Cotan c
Sin c

Rumus bantu :
Sisi a (a) = 90° – lintang markas
Sisi b (b) = 90° – lintang ka'bah
Sisi c (c) = bujur markas – bujur ka'bah
Jika nilai c > 0 maka arah dihitung dari Utara ke Barat
Jika nilai c < 0 maka arah dihitung dari Utara ke Timur
Contoh perhitungan Arah Qiblat dengan Markas Kota Langsa ( λ : 97° 95' 87,36" φ : 4° 47' 04,12" )
Sisi a (a) = 90° – lintang markas = 90° – (4° + (47/60) + (04,12/3600)) = 85° 21' 55,22"
Sisi b (b) = 90° – lintang ka'bah = 90° – (21° + (25/60)+ (25/3600)) = 68° 57' 63,9"
Sisi c (c) = bujur markas – bujur ka'bah = (97° + (95/60)+(87,36/3600)) – (39° + (49/60) + (39/3600)) = 58° 78' 01"
Aq = tan-1 (1/ tan b x sin a / sin c – cos a x 1/tan c)
= tan-1 (1/ tan 68° 57' 63,9" x sin 85° 21' 55,22" / sin 58° 78' 01" – cos 85° 21' 55,22" x 1/tan 58° 78' 01") = 22° 12' 97,47"
Az = Jika c lebih kecil dari 0 maka Az = 90 + Aq
Jika c lebih besar dari 0 maka Az = 270 + Aq
Dari hasil perhitungan, sisi c diperoleh 58° 78' 01", maka c > 0. Jadi Azimut (Az) dapat dihitung = 270 + 22° 12' 97,47" = 292° 12' 97,47" (292,1o). Inilah posisi arah Qiblat Mesjid Darul Falah Kota Langsa searah putaran jarum jam dari arah Utara, atau 22° 12' 97,47" (22,1o) dari Barat ke Utara atau 67o 77' 29,2" dari Utara ke Barat.
Setelah mendapatkan hasil hitungan, maka digunakan kompas untuk mengetahui posisi arah qiblatnya.


Gambar Kompas


Bagikan Artikel ini ke Facebook