E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

FFD Gapoktan “Tani Makmur” Desa Paron Kecamatan Ngasem

Dibaca: 684 kali, Dalam kategori: Teknologi, Diposting oleh: YOHANA RAHAYU PANCAWATI DESRITA, S.Sos lihat profil
pada tanggal: 2016-09-26 08:04:57 wib


FFD Gapoktan “Tani Makmur” Desa Paron Kecamatan NgasemGapoktan “Tani Makmur” Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri mengadakan Temu Lapang (FFD) dengan PT.Bisi Internasional TBK. FFD dihadiri sekitar 55 orang terdiri dari Poktan, PPL, Perangkat Desa dan Petugas dari PT. Bisi Tbk. Kamis, (22/9).

Kunjungan Lapang di lahan Demplot tanaman jagung dilanjutkan dengan panen bersama dan juga diadakan penimbangan hasil panen dalam bentuk glondong (utuh tanpa di pipil). Selanjutnya dilaksanakan pemipilan dan penimbangan jagung dalam bentuk basah.

Tujuan dari hasil penanaman jagung dan penimbangan, petani bisa langsung mengetahui hasil panen, selanjutnya bisa dilakukan definasi atau perkiraan panen.

Yayuk Anisa, SP. M.Agr. PPL Kecamatan Ngasem mengatakan kegiatan evaluasi dan diskusi para petani di Gubug Tani Poktan “Tani Makmur” Desa Paron Kecamatan Ngasem adalah
sebagai salah satu upaya Pemberdayaan Petani melalui pertemuan antara Petani, PPL dan Pihak teknisi PT. Bisi Tbk. yang diwakili Kholis Widodo, SP.

Temu lapang tersebut untuk bisa saling tukar Informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan pada lahan Demplot. Diharapkan dengan pertemuan seperti ini ada umpan balik terutama dari petani. Selanjutnya bisa berdampak adanya peningkatan produksifitas dari penerapan teknologi tersebut. Ujar Yayuk Anisa.

Yayuk Anisa menambahkan kegiatan ini juga diharapkan bisa membuka kesempatan bagi petani untuk mendapatkan informasi teknologi dari hasil pertaniannya. Selain itu petani juga akan bisa menyalurkan hasil teknologi dikalangan petani dengan cepat dan akurat.

Dampak positif lainnya bagi petani bisa meningkatkan pengalaman serta ketrampilan melalui penguatan study lapang. Sehingga petani-petani ini akan mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi seluruh proses budidaya tanaman. Lanjut Yayuk Anisa.

Agus salah satu petani Desa Paron menyampaiakan harapannya agar kegiatan temu lapang ini tidak hanya pada budidaya tanaman jagung saja.

Budidaya tanaman hortikultura seperti tanaman cabe atau Lombok, bawang merah dan sayuran lainnya juga perlu temu lapang. Hal ini mengingat petani di Desa Paron sudah banyak yang membudidayakan tanaman hortikultura. Kata Agus penuh harap.

Pernyataan Agus langsung ditanggapi oleh Danang Petugas PT.Bisi Tbk. dari Divisi Tanaman Hortikultura dan Pestisida. Beliau mengatakan kami siap mengajak para petani juga PPL untuk Study Banding ke Kabupaten Blitar untuk bisa belajar bagaimana cara bertanam tanaman hortikultura.

Salah satu wilayah disana ada yang sudah berpengalaman dan berhasil dalam tanaman holtikultura seperti tanaman Cabe, Labu dan Mentimun, Ungkap Danang.

Ajakan Danang tersebut langsung disambut gembira oleh para petani. Mereka langsung mendaftarkan diri untuk ikut Study Banding penanaman holtikultura supaya bisa tambah maju lagi.

Suyitno salah satu Ketua Poktan Desa Paron sangat mengharapkan petani terutama yang belum hadir saat ini supaya bisa ikut dalam pertemuan yang akan datang.

Pertemuan seperti ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan para petani. Selain itu juga bisa menyampaikan permasalahan yang dihadapi para petani dan solusinya.

Temu lapang ini penting karena bisa menambah wawasan dan pengalaman. Sehingga pada akhirnya para petani bisa menanam tanaman dengan baik dan mendapat hasil untung yang lebih banyak dari hasil sebelumnya. Semua ini kita lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Imbuh Suyitno.(ita Kominfo)

Bagikan Artikel ini ke Facebook