E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Fenomena Batu Akik Dikhawatirkan Rusak Situs Bersejarah

Dibaca: 1278 kali, Dalam kategori: Hiburan, Diposting oleh: ZARKASI, A.Ma lihat profil
pada tanggal: 2015-04-27 14:12:28 wib


KOMPAS.com — Balai Pengelolaan Kepurbakalaan Sejarah dan Nilai Tradisional Jawa Barat menyatakan, demam batu akik yang terjadi saat ini dikhawatirkan mengganggu keberadaan situs-situs bersejarah yang ada di daerah.

"Kami mengendus para pemburu batu akik dan batu mulia sudah mulai mencoba menggali di tempat situs-situs bersejarah," kata Kepala Balai Pengelolaan Kepurbakalaan Sejarah dan Nilai Tradisional Jawa Barat Agus Hanafiah ketika dihubungi melalui telepon, Kamis (12/3/2015).

Pihaknya mendapatkan informasi dari sejumlah pihak bahwa demam batu akik saat ini telah merusak sejumlah situs di beberapa provinsi. "Dari sana kami khawatir, situs-situs di Jabar dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," kata dia.

Ia mencoba berkomunikasi dengan sejumlah juru pelihara yang menjaga situs-situs bersejarah dan melakukan peninjauan di Curug Dago, Bandung, pada Jumat pekan lalu.

"Jadi kami meninjau ke sana sekitar pukul 11.00 malam, ternyata ada orang mencoba masuk ke sana dengan membawa palu dan pahat. Khawatirnya, mereka mencoba mengambil batu di situs," kata Agus.

Menurut dia, di Curug Dago terdapat prasasti, dan merupakan obyek wisata yang sempat disinggahi oleh dua raja, yakni raja V dan raja VII Thailand.

Sebelum dikukuhkan menjadi raja, mereka sempat bersemadi di Curug Dago. Sejumlah peninggalan yang ada di sana bahkan dibawa langsung dari Thailand.

"Di sana ada cangkup atau bangunan yang didatangkan langsung dari Thailand. Di sekitar cangkup tersebut terdapat bebatuan," katanya.

Bukan hanya di kawasan Curug Dago, pihaknya juga mendapatan laporan dari juru pelihara mengenai dugaan pencurian bongkahan batu yang terjadi di wilayah Garut dan Subang.

"Lalu beberapa hari lalu ada laporan di Garut, ada juga yang mencoba masuk ke situs Kampung Adat Dukuh membawa pahat dan palu, hendak mencari batu. Di Subanglarang, Kabupaten Subang, juga terjadi fenomena yang sama," kata dia.

Akan tetapi, lanjut dia, para juru pelihara dengan sigap mengusir para pemburu batu tersebut, dan memang hingga saat ini belum ada laporan mengenai perusakan situs akibat para pemburu batu.

"Kami sosialisasikan kepada masyarakat agar tidak mengganggu situs-situs lantaran hal tersebut merupakan sejarah peradaban manusia," kata dia.

"Jadi memang konten perusakan belum ada. Namun, masyarakat juga masih belum tahu tentang situs di Jabar. Ini tugas kami untuk sosialisasikan. Kami juga bersama-sama harus menjaga serta mewaspadai jangan sampai ada oknum merusak situs," katanya.

Sumber: kompas.com

Bagikan Artikel ini ke Facebook