E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Membentuk Karakter Siswa di Mesjid Sekolah

Dibaca: 369 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: DADANG,S.Ag, lihat profil
pada tanggal: 2016-11-15 04:42:10 wib


Membentuk Karakter Siswa di Mesjid Sekolah
By : Dadang, S.Ag., M.S.I
Guru MTsN 3 Tasikmalaya
Kab. Tasikmalaya


Kecerdasan bukan saja dilihat dari kemampuan anak untuk bisa berhitung, membaca dan menulis, meraih nilai yang bagus, dan memiliki IQ (Intelligence Qoutient) yang tinggi.
Ada sebuah kata bijak mengatakan “ ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh”. Sama juga artinya bahwa pendidikan kognitif tanpa pendidikan karakter adalah buta. Hasilnya, karena buta tidak bisa berjalan, berjalan pun dengan asal nabrak. Kalaupun berjalan dengan menggunakan tongkat tetap akan berjalan dengan lambat. Sebaliknya, pengetahuan karakter tanpa pengetahuan kognitif, maka akan lumpuh sehingga mudah disetir, dimanfaatkan dan dikendalikan orang lain. Untuk itu, penting artinya untuk tidak mengabaikan pendidikan karakter anak didik.
Pendidikan karakter penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan mengormati dan sebagainya. Pendidikan karakter akan melahirkan pribadi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif saja namun memiliki karakter yang mampu mewujudkan kesuksesan. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis dan kognisinyan (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill).
Pada tataran sekolah, kriteria pencapaian pendidikan karakter adalah terbentuknya budaya sekolah, yaitu perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah harus berlandaskan nilai-nilai tersebut. Sebagai awal langkah yang baik, beberapa kegiatan bisa dilaksanakan di dalam/lingkungan mesjid. Dewasa ini fungsi masjid mulai menyempit, tidak sebagaimana pada zaman Rasululloh SAW. Hal itu terjadi karena lembaga-lembaga sosial keagamaan semakin memadat, sehingga masjid terkesan sebagai tempat ibadah shalat saja. Pada mulanya masjid merupakan sentral kebudayaan masyarakat Islam, pusat organisasi masyarakat, pusat pendidikan dan pusat pemukiman, serta sebagai tempat ibadah dan I’tikaf. Masjid merupakan tempat terbaik untuk kegiatan pendidikan setelah lembaga pendidikan keluarga.
Masjid, secara historis memiliki peranan penting dalam struktur sosial keagamaan umat Islam. Dalam perkembangannnya ditanah air masjid merupakan ikon peradaban Islam di Nusantara. Untuk itu dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, masjid dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar dalam pengembangan karakter siswa. Pola pemanfaatan masjid sebagai sumber belajar dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, dalam bentuk kegiatan kurikuler, kokurikuler, maupun pemanfaaatan masjid sebagai resource dalam bentuk sarana perpustakaan, ruang diskusi. Pola pemanfaatan masjid sebagai sumber belajar dalam beberapa bentuk kegiatan, merupakan upaya konstruktif mengembangkan karakter siswa.

Fungsi masjid dapat lebih efektif, bila di dalamnya disediakan fasilitas-fasilitas tersedianya proses belajar mengajar. Fasilitas yang diperlukan adalah sebagai berikut : Pertama, Perpustakaan, yang menyediakan berbagai buku bacaan dengan berbagai disiplin keilmuan. Kedua, Ruang diskusi, yang digunakan untuk berdiskusi sebelum atau sesudah shalat jama’ah. Ketiga, Ruang kuliah, baik digunakan untuk training (tadrib) atau juga untuk madrasah diniyah. (Muhaimin,1993: 296-297)

Secara operasioanal, penyampaian materi yang mengarah pada pembentukan karakter taat beragama, yang termanifestasi pada menjalankan ibadah, masjid dapat difungsikan sebagai sarana praktek ibadah. Di samping itu pula mampu dimanfaatkan untuk kegiatan kokurikuler dalam konteks ini, merupakan kegiatan pembelajaran pendidikan agama Islam, sebagai program pendalaman sekaligus penguatan penghayatan ajaran Islam yang dilangsungkan di luar tatap muka di kelas. Pengembangan karakter sesuai nilai-nilai Islam dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan memperdalam ajaran Islam (tafaqquh dinul Islam). Dalam pelaksanaan Kegiatan tafaaquh dinul Islam sebagai kegiatan pendalaman ajaran Islam dapat memanfaatkan masjid sebagai sumber belajar.



Bagikan Artikel ini ke Facebook