E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Dukung Budaya Membaca di Sekolah

Dibaca: 538 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: DADANG,S.Ag, lihat profil
pada tanggal: 2016-11-15 04:46:17 wib


Jadikan Membaca sebagai Budaya di Sekolah
By : Dadang, S.Ag., M.S.I
Guru MTsN 3 Tasikmalaya
Kab. Tasikmalaya

Sudah menjadi fenomena yang berkepanjangan dimana akhir-akhir ini agaknya sulit mendapatkan atau memperhatikan sebagian masyarakat khususnya di sekolah-sekolah yang mewajibkan anak untuk gemar membaca. Sekalipun ada tapi hanya sebgian kecil saja. Hal inilah yang menyita perhatian pemerintah untuk segera mengeluarkan program yang baik khususnya gemar membaca.
Program 15 menit membaca yang pernah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan jelas harus diwujudkan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menumbuhkan budaya baca. Salah satu langkah tindak lanjut yang harus dilakukan misalnya dengan menyiapkan bacaan-bacaan yang sesuai untuk setiap tingkat pendidikan secara mudah dalam berbagai platform. Harus dibangun sebuah budaya baru di sekolah-sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa.
Presiden Jokowi tak pernah bosan menegaskan bahwa melalui pendidikan masa depan suatu bangsa dipertaruhkan akan menjadi seperti apa. Budaya baca adalah bagian dari tanggungjawab pendidikan. Artinya, sistem pendidikan, mulai dari tingkat dasar sudah harus mampu menumbuhkan iklim bagi tumbuhnya budaya membaca. Melalui budaya membaca kita bisa menumbuhkan wawasan kultural dan kesadaran budaya masyarakat dengan cara sederhana.
Budaya membaca juga akan menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat sebagai prasyarat tumbuhnya ekosistem budaya yang sehat. Kesadaran kritis hanya bisa dipupuk melalui budaya membaca yang pada akhirnya akan melahirkan masyarakat yang cerdas, memiliki daya saing tinggi dan produktif. Jika masyarakat kita berdaya saing tinggi dan produktif, maka langkah menuju kesejahteraan hanya tinggal setapak lagi.
Bahan bacaan perlu dijadikan sebagai sahabat karena banyak manfaat yang dapat kita peroleh dengan membaca. Budaya membaca amat penting untuk membentuk karakter seseorang khususnya pelajar. Para pelajar perlu disiapkan dengan bahan bacaan yang bermutu untuk melahirkan generasi yang akan menjadi pemimpin negara pada masa yang akan datang.
Membaca memang tidak diragukan lagi untuk dapat memperluas ilmu pengetahuan kita. Maka membaca dapat meningkatkan daya pikir kita dan membuat kita senantiasa proaktif dan senantiasa menganalisis setiap bacaan. Dengan banyak membaca, kita dapat mengasah keterampilan dalam percakapan dan penulisan. Percakapan kita akan menjadi semakin lancar karena pembendaharaan kata kita semakin luas. Keterampilan dalam penulisan semakin meningkat kaarena adanya gagasan yang terencana.
Bahan bacaan yang bermutu seperti surat kabar dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang jika kita senantiasa peka dengan bacaan mengenai keadaan sekarang. Kita akan tahu apa yang terjadi di sekeliling kita dan memikirkan tindakan apa yang perlu dilakukan seperti mengikuti satu aktivitas sukarelawan untuk menolong terjadinya bencana alam. Secara keseluruhan, dengan membaca keyakinan diri kita akan semakin meningkat dan kita akan senantiasa berani.
Membaca adalah satu amalan mulia dan merupakan jembatan ilmu kepada semua manusia. Oleh karena itu, berbagai ilmu akan kita peroleh dan pelajari dari kegiatan membaca. Dengan sering membaca akan tumbuh pemikiran seseorang itu berkembang dan mempunyai imajinasi yang lebih tinggi untuk berbicara dan mengeluarkan pendapat dibandingkan dengan orang yang kurang membaca.
Kegiatan membaca dapat dikaitkan dengan pembinaan ilmu pengetahuan dalam diri seseorang. Hal ini karena, perbedaan yang nampak antara individu yang suka membaca dengan individu yang tidak suka membaca adalah melalui ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Sikap individu yang suka membaca tersebut dapat melahirkan seorang manusia yang berguna dan mempunyai tahap pemikiran yang tinggi. Golongan ini juga merupakan salah satu golongan yang akan menjadi pemimpin di sebuah negara.
Kalau Indonesia sedang gencar membudayakan baca buku pada kaum mudanya, lain halnya dengan Jepang yang sudah memiliki akar kuat dalam budaya membaca. Negara yang memiliki tingkat melek huruf tertinggi di dunia dengan 99% melek huruf pada anak usia 15 tahun ini memiliki beberapa hal menarik yang sepertinya menjadi alasan sukses negeri sakura ini dalam meningkatkan budaya baca mereka. Berikut 4 hal yang buat Jepang punya budaya membaca.
Pertama, Tachiyomi. Budaya membaca gratisan ala Jepang. Membaca gratisan ini dilakukan di toko, di Jepang setiap toko buku menyediakan buku yang sampulnya sudah dibuka agar bisa dibaca oleh para calon pembeli. Mereka tidak merasa rugi jika orang-orang datang untuk membaca buku secara gratis, para pemilik toko di Jepang malah percaya semakin banyak yang membaca, walau gratis, kemungkinan yang membeli pun akan semakin banyak pula.
Kedua, 10 Menit Membaca Di Sekolah. Sebelum Indonesia, sekitar lebih dari 30 tahun silam Jepang sudah menerapkan budaya membaca 10 menit sebelum belajar. Dikutip dari sumber yang sama, Yoshiko Shimbun, sebuah harian nasional Jepang terbitan Tokyo, gerakan ini diberlakukan dari anak pada masa sekolah dasar. Pola kebiasaan membaca ini bahkan memiliki reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) dalam kegiatannya.
Ketiga, Acara Sekiguchi. Sekiguchi adalah salah satu program televisi shopping, jika di Indonesia televisi shopping hanya untuk keperluan jual beli properti, alat kecantikan, perabot rumah tangga, atau perhiasan di Jepang acara belanja melalui televisi ini dikhususkan untuk menjual buku terbitan terbaru di mana para penonton tinggal melihat review buku tersebut saat program berlangsung dan memesan melalui telepon.
Keempat, Toko Buku Menjamur. Statistik dari Niponia (sebuah majalah bulanan tentang Jepang) menunjukan bahwa toko buku di Jepang jumlahnya sama dengan toko buku di Amerika Serikat. Padahal, luas wilayah Amerika Serikat dua puluh enam kali lebih luas dan berpenduduk dua kali lebih banyak daripada Jepang.

Bagikan Artikel ini ke Facebook