E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

AKAD JUAL BELI

Dibaca: 275 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: Syafrida Wahyuni, S.Pd.I lihat profil
pada tanggal: 2017-02-01 20:25:38 wib


Jual beli makanan dengan makanan,keduanya harus sama kadarnya.
Dari Ma'mar bin Abdullah bahwa ia pernah mengutus budaknya membawa satu sho(3kg)qomh (gandum/wheal),ia mengatakan juallah ini,kemudian belilah sya'ir(jewawut/malt)dengan hasilnya maka pergilah budak tersebut kemudian ia mengambil sebagai gantinya satu sho lebih sedikit ketika kembali ke ma'mar ia memberitahukan hal itu mzka ma'mar pun mengatakan mengapa kau lakukan itu pergi dan kembalikanlah jangan ambil kecuali yang sama (kadarnya) karena aku pernah mendengar rasulullah bersabda jual beli makanan dengan makanan.


Larangan menjual makanan,sebelum menerima makanannya
Dari Ibnu ABBas sesungguihnya rasul;ullah shollahu alai salam bersabda barang siapa membeli makanan,maka janganlah ia menjualnya kembali sebelum menerima barangnya Ibnu Abbas mengatakan saya menganggap segala sesuatu sama (hukumnya) seperti makanan.


Memindah makanan,jika di jual tanpa takaran dan timbangan
Dari Ibnu Umar Sesungguhnya rasulullah saw telah bersabda barang siapa membeli makanan,maka janganlah ia menjual kembali sebelum menerima barangnya Ibnu Umar berkata lagi Dahulu kami membeli makanan,langsung dari kafilah dagang tanpa di takar/di timbang maka rasulullah Saw melarang kami menjual nya kembali sebelum kami memindahkannya dari temopat tersebut,


Menjual tumpukan kurnma yang tidak tahu takarannya
Jabir Bin Abdullah mengatakan Rasulullah Saw melarang menjual tumpukan kurma yang tidak di ketahui takarannya dengan kurma yang sudah jelas


Tidak sehingga jelas baiknya' boleh menjual buah di atas pohon sehingga jelas baiknya.
Jabir mengatakan Rasulullah Saw melarang atau denagn redaksi melarang kami menjual buah (di atas pohon).


Larang Menjual buah di atas pohon sehingga tampak matangnya.
Dari Ibnu Umar Sesungguhnya Rasulullah Saw telah melarang menjual kurma (di atas pohon ) sehingga berubah warnanya (menguning atau memerah) dan melarang menjual mayang (gandum dsb) sehingga memutih dan aman dari penyakit.Beliau melarang penjual dan pembelinya.


Jual mbeli sistem Muzabanah
Dari Busyair bin yasar-budaknya bin khodij dan sahl bin Abu Hatsmah mengatakan kepadanya Sesungguhnya Rasulullah Saw telah melarang jual beli Muzabanah,yaitu menjual kurmna basah dengan kurma kering kecuali mereka yang di bolehkan melakukan jual; beli ,maka itu di bolehkan bagi mereka.

Jual beli dengan sistem Aroya dengan cara menaksir
Zaid bin Tsabit mengatakan Sesungguhnya Rasulullah Saw memberi keringanan dalam jual beli sitem Aroya yaitu membeli kurma kering yang di taksir sama dengan kurma basah tersaebut tujuannya untuk mereka makan dalam keadaan basah.

Batas yang di bolehkan dalama jual beli Aroya
Dari Abu Hurairah Sesungguhnya Rasulullah saw telah memberikan keringganan dalam jual beli Aroya dengan cara menaksirnmya tapi harus kurang dari lima wasaq,atau sebanyak lima wasaq.

Yahya Bin Yahya bertanya apakah Dawud salah seorang perowi hadits ini ragu-ragu dalam mengatakan lima wasaq atau kurang?Imam Malik menjawab Ya.


Wabah yang terjadi jual beli buah - buahan
Mengatakan Rasulullah Saw Apabila kamu menjual buah-jabir Bin Abdullah buahan kepada saudaramu,kemuadian di serang wabah,maka tidaklah halaal bagimu mengambil apapun darinya dengan dalih apa kamu mengam,bil, harta saudaramu tanpa alasan yang benar.



Bagikan Artikel ini ke Facebook