E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

SEKOLAH MENJADI RUMAH KEDUA

Dibaca: 530 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: MASRUKAH S.Pd lihat profil
pada tanggal: 2017-03-20 16:29:38 wib


Pagi ini seperti biasa aku harus sudah siap untuk pergi ke sekolah. Walaupun jarak sekolah dari rumah sangat dekat (tidak habis memakan waktu 10 menit saja).Namun jam 06.00 WIB harus sudah berada di sekolah, rutinitas pagi yang selalu dilakukan oleh seorang guru yang merangkap sebagai Kepala Madrasah,datang lebih awal dan pulang paling akhir tetap dilalui dengan semangat dan rasa bersyukur,apalagi diantara teman-temanku tempat tugasku mengajar adalah yang paling dekat.
Sesampai di sekolah seperti biasa setelah masuk ruang KS aku langsung meriksa kamar kecil siswa.Apa sudah bersih toiletnya,atau sekedar keliling halaman barangkali masih ada sampah yang berserakan.Walaupun tugas itu seharusnya dilakukan tukang kebun,namun tidak ada salahnya kepala sekolah langsung turun tangan sendiri,dan itu sudah biasa aku lakukan setiap pagi.
Melihat kamar kecil bersih halaman bersih alangkah senangnya, serasa fres.
Aku teringat sesaat,ketika anak lanangku yang sekarang kuliyah di UIN Malang jurusan Manejemen Pendidikan diberi tugas oleh dosenya untuk menanyakan”Mengapa guru dan murid merasa bosan di sekolah? begitu pertanyaan diajukan.
Dan ini jadi bahan tulisanku di waktu senggang ini.
Sebagai seorang guru aktifitas keseharian selalu berada di sekolah.Bahkan untuk menyiapkan perangkat pembelajaran saja,tidak terasa terkadang sampai melebihi jam pulang sekolah.Maka dari itu,bagaiman agar semua warga sekolah merasa krasan dan tidak bosan ? tentu saja pihak sekolah harus bisa menciptakan sekolah yang nyaman,bersih dan terawat.Keberadaan sekolah yang bersih menjadikan para guru yang sedang bertugas mengajar tidak ingin cepat pulang,sehingga tugas-tugas bisa dikerjakan dengan baik.Demikian juga dengan siswa,mereka merasa betah dan semangat pagi ingin cepat berada di sekolah.
Kita bisa membayangkan apabila sekolah kita kotor dan tidak sehat, tentu sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Pastikan ruangan kelas bersih dari sampah,jangan biarkan sampah berserakan dimana-mana.Selain membuat pemandangan tidak menarik juga menimbulkan bau yang tidak sedap.Sehingga menyebabkan timbulnya bermacam-macam penyakit.
Tentu saja bila lingkungan sekolah kumuh akan menjadikan guru,murid,bahkan orang lain (tamu) menjadi enggan berlama lama untuk berada di sekolah.
Bagaimana mungkin siswa mampu menangkap pelajaran yang disampaikan dengan maksimal bila siswa itu sendiri kurang nyaman berada di kelas karena kotor.
Selain keberadaan fasilitas-fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar siswa lainya di penuhi,suasana sekolah yang nyaman dan asri juga bisa menjadi daya tarik wali murid untuk menyekolahkan anaknya.
Lingkungan dengan taman bermain yang memadai akan membuat tumbuh kembang anak menjadi baik dan menyenangkan.
Bisa jadi,mengapa jumlah murid baru kita dari tahun ketahun menurun? Mungkin salah satunya pihak pengelola tidak memperhatikan masalah kenyamanan.
Sekolah merupakan “perpanjangan tangan” dari rumah,berfungsi sebagai rumah kedua bagi anak-anak setelah keluarga.
Dengan kondisi lingkungan fisik dan sosial yang baik, sekolah akan menjadi tempat ternyaman kedua setelah di rumah. Oleh sebab itu semua warga sekolah perlu menumbuh kembangkan budaya bersih,indah,asri di sekolah. Baik lingkungan fisik sekolah, juga lingkungan sosial.

Nah...Masihkah ada lingkungan sekolah terkesan kumuh dan bau??
Buang !....dan harus kita tinggalkan....

Tulisanku 01032017

Bagikan Artikel ini ke Facebook