E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Khutbah ( Sombong ))

Dibaca: 105 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: AFIFUDDIN, S.Ag. lihat profil
pada tanggal: 2017-10-09 13:56:33 wib


الخطبة الاولى
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلَّذِى خَلَقَ اْلإِنْسَانَ خَلِيْفَةً فِي اْلأَرْضِ وَالَّذِى جَعَلَ كُلَّ شَيْئٍ إِعْتِبَارًا لِّلْمُتَّقِيْنَ وَجَعَلَ فِى قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ بَهْجَةً وَّسُرُوْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْئ ٍقَدِيْرٌ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وسلم وبارك عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَأَفْضلِ اْلأَنْبِيَاءِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبه أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا . وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى.
Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullaj
Marilah kita berusaha untuk selalu meningkatkan taqwa kepada Allah swt., dengan cara ta’at kepada Allah swt. dan taat kepada rasulullah saw, sehingga dengan begitu kita akan mendapatkan keberuntungan yang besar:
ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما
ama’ah rahimakumullah
Makhluk, manusia itu milik Allah swt. dan hanya akan kembali pada-Nya saja. Akan tetapi perlu diingat untuk dapat kembali pada Allah, haruslah memenuhi syarat- syarat yang telah ditentukan, diantaranya adalah kembali pada fithrah, menyesuaikan diri dg sifat Allah sang maha suci ( الله سبحان).
Cara Pensucian diri ini banyak yang harus dilakukan oleh kita yaitu dengan cara dhohir dan bathin, jasad dan rohani serta hati dengan totalitas menghadap hanya pada Allah swt., sehingga terlepas semua unsur- unsur noda yang mengotori kita semua.
Untuk hal itu, yang paling utama harus dibenahi adalah menata hati untuk tetap pada Allah, karena dari hati inilah akan memancarkan semuanya.
أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْب. البخارى و مسل
“Ketahuilah, bahwasanya pada setiap tubuh seseorang ada segumpal daging. Jika dia baik, akan baiklah seluruh anggota tubuhnya. Namun, apabila dia rusak, maka akan rusak pula seluruh anggota tubuhnya. Ketahuilah, bahwasanya segumpal daging tadi adalah qalbu.”
Dari hati inilah akan melahirkan prilaku dhohir. Jika hatinya baik, maka akan berimplikasi pada tingkah laku yang baik, begitu juga sebaliknya jika hatinya jelek, rusak, maka prilaku yang muncul juga jelek dan rusak. Sebagaimana Ibnu ‘Athoillah nyatakan dalam “Hikamnya”
ماستودع فى غيب السرائر ظهر فى شهادة الظواهر
"apa yang tersimpan dan dirahasiakan dalam kegaibannya (hati) bekasnya akan nampak pada kenyataan lahiriyah”. (al- hikam)
كل كلام يبرز عليه كسوة القلب الذى منه برز
Setiap kalimat yang keluar pasti menunjukan isi hati orang yang menuturkannya”. (al-hikam)
Dan diantara sekian banyak kejelekan dan yang merusak adalah sifat “sombong” diri yang harus dihindari dengan sungguh- sunguh dan hati- hati, sebab sifat sombong ini seringkali terselip dalam hati secara tak disadari. Sebagai contoh adalah orang kaya dengan kebiasaan lingkungannya, ketika berhadapan dengan orang- orang yang berada dibawah status sosialnya terkadang bersikap, berbicara dengan kebiasaan yang dianggap lumrah oleh yang selevel status sosialnya. Akan tetapi hal itu mungkin menyakitkan dan menghina bagi orang yang dibawahnya.
Inilah yang kita perlu akan kesadaran dalam hal menempatkan diri (adaptasi): dimana, kapan dan dengan siapa kita berhadapan?.
Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Kesombongan ini bisa jadi disengaja ataupun tidak, akan tetapi pada essensinya sifat ini tetap merusak tatanan hati seseorang yang akan menimbulkan kebencian dengan sesama, sebagaiama ta’rif dari sombong itu sendiri yakni :
اَلْكبْرُ بَطْرُ الْحَقِّ وغِفْظُ النّاسِ
“Tidak mau menerima kebenaran dan menghina sesama manusia”.
Bahkan orang ‘alim dengan ke’alimannya (بعلومه العالم) , orang yang tawadlu’ dengan ketawadlu’annya seringkali tergelincir pada sifat sombong ini. Ketika terbersit dalam hatinya rasa ia “lebih” dari yang lain; merasa lebih ‘alim, merasa lebih tawadlu’, lebih benar yang lain salah, lebih lurus, lebih kaya, dsb., maka disinilah letak kesombongan yang merusak ke’aliman dan ketawadlu’annya secara tidak disadari.
من اثبت لنفسه تواضعا فهو المتكبر حقا. اذ ليس التواضع الا ان رفعة فمتى اثبت لنفسك رفعة. فاْنت المتكبر حقا. الحكم
“Siapa yang merasa dirinya tawadlu’ maka benar- benar ia telah takabbur, sebab tiadalah yang merasa tawadlu’ kalau bukan karena sifat tinggi darinya. Maka kapan saja engkau merasa dirimu tinggi, maka engkau telah benar- benar takabbur”

Jama’ah rahimakumullah
Seringkali juga kita mendapati fenomena orang yang ‘alim, lebih tua meremehkan yang lebih muda bahkan menyisihkannya, tidak memberi kesempatan pada yang muda. Ada yang disebabkan karena ketakutan akan hilangnya pengaruh, kharisma dan ada juga karena kesombongannya. Padahal Allah swt. itu lebih melihat pada hati dan amalan seseorang bukan karena yang lainnya.
ان الله لا ينظر الى اجسامكم ولا الى صوركم ولكن ينظر الى قلوبكم واعمالكم
“Sesungguhnya Allah swt tidak melihat pada fisik dan parasmu akan tetapi melihat pada hati dan perbuatanmu”
Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Kesombongan yag terbersit dalam hati yang sifatnya rahasia saja sudah menjatuhkan seseorang pada titik nol kerendahan, apalagi kesombongan tersebut didhohirkan pada amalan lisan dan prilaku, maka ancaman Allah pasti berlaku untuk dirinya, sebagaimana termaktub dalam hadits qudsi :
الكبرياء رداءى والعظمه ازارى, فمن نازعنى واحدا منهما قد فته فى النار. الحديث القدسى
“Sombong itu selendang-Ku, dan keagungan itu bersama-Ku. Maka barag siapa memakai/ merebut salah satu dari itu, maka benar- benar Aku akan melempar kedalam neraka dengan tiada ampun”
لا يدخل الجنة من كان فى قلبه مثقال ذرة من كبر. مسلم
“Tiada akan masuk surga, siapa yang didalam hatinya terdapat sifat sombong, meskipun sebesar biji sawi ( sekecil apapun).
Oleh karena itu kita usahakan sebisa mungkin untuk memurnikan hati amalan kita pada tingkat tawadlu’, merendah serendah- rendahnya, sehingga dengan begitu kita akan menjadi hamba sehamba- hambanya pada Allah ta’ala.
من تواضع رفعه الله ومن تكبر وضعه الله. الحديث
“Barangsiapa yang tawadlu’ (merendah) ia akan diangkat oleh Allah, dan barangsiapa yang takabbur maka ia akan dihinakan (direndahkan ) oleh Allah swt.”
Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Semoga dengan kita berusaha secara maksimal, membuahkan hasil menjadi hamba Allah secara mutlak, dengan begitu mudah- mudahan keridloan Allah selalu mengiringi kita, amiin...
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم :وَلاَ تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحاً إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ الأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولاً.
بارك الله لى ولكم ونفعنى واياكم بما فيه من الايات وذكر الحكيم وتقبل الله منى ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم.









الخطبة الثانيه
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. قال الله تعالى, اعوذ بالله من الشيطان الرجيم: وماامروا الا ليعبدوا الله مخلصين له الدين.........,
امابعد:
فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. وَقَالَ تَعاَلَى: إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ....................................

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ.

Bagikan Artikel ini ke Facebook