E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

PENGEMBANGAN RANCANGAN INOVASI PENDIDIKAN “STRATEGI TERBALIK DALAM PEMBELAJARAN”

Dibaca: 78 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: MUHAMMAD ANWARUDIN, S.Pd lihat profil
pada tanggal: 2017-12-30 00:04:11 wib


PENGEMBANGAN  RANCANGAN INOVASI PENDIDIKAN “STRATEGI TERBALIK DALAM PEMBELAJARAN”PENGEMBANGAN
RANCANGAN INOVASI PENDIDIKAN
“STRATEGI TERBALIK DALAM PEMBELAJARAN”


A. Analisis Latar Belakang Inovasi
Pembelajaran yang sering kita lakukan dalam prakteknya di dalam kelas kebanyakan strategi pembelajaran yang secara umum memiliki pola pemberian materi pembelajaran dan diakhiri dengan evaluasi hasil pembelajaran yang dilakukan. Banyak pendekatan, model, dan metode pembelajaran yang menaungi proses pembelajaran yang sedang berlangsung dengan berbagai sintaks (tahapan-tahapan) pembelajaran sesuai dengan pendekatan, model dan metode pembelajaran yang diadopsi oleh seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajarannya, namun penggunaan pendekatan, model, dan metode pembelajaran tersebut berada pada tahap/ sesi penyampaian materi pembelajaran sehingga pola umum tetap sama yakni pemberian materi dan diakhiri dengan evaluasi hasil pembelajaran.
Bukan menafikan hasil-hasil pembelajaran yang disampaikan dengan pendekatan, model, dan metode pembelajaran yang diadopsi oleh guru, karena pendekatan, model dan metode pembelajaran tersebut merupakan hasil penelitian dari para ahli/ pakar di bidang pendidikan yang telah dibuktikan kebermanfaatannya dalam mendukung dan mewarnai proses pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas.
Berdasarkan analisa tersebut, saya memberanikan diri untuk mencoba mengembangkan sebuah strategi yang secara umum mampu meningkatkan hasil belajar siswa, bersifat efektif efisien, tetap dapat dikombinasikan baik dengan pendekatan, model dan metode pembelajaran yang sudah ada bahkan dapat dikombinasikan juga dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam tahapan proses pembelajaran.
Kendala awal kurang maksimalnya hasil belajar siswa salah satunya adalah tujuan pembelajaran berupa indikator-indikator pencapaian yang belum maksimal diketahui oleh siswa sejak awal pembelajaran. Pengetahuan awal siswa yang beragam dan berbeda antara satu siswa dengan siswa lainnya juga menjadi kendala dalam pelaksanaan proses pembelajaran, dimana guru akan kerepotan dalam malaksanakan pelayanan pembelajaran dengan kemampuan pengetahuan awal yang berbeda siswa-siswa dalam kelasnya apalagi dengan jumlah yang relatif banyak dan kemampuan awal siswa yang heterogen.
Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, maka ide Strategi Terbalik Dalam Pembelajaran untuk dikembangkan karena dalam pelaksanaannya, strategi terbalik dalam pembelajaran bisa dijadikan solusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan adanya pre test yang memuat semua indikator materi dalam tingkat kesulitan soal “sedang”, dan dari hasil analisis pre test dapat ditentukan materi mana yang harus lebih dalam dan lebih ringan untuk disampaikan, pada tahap inilai kombinasi dengan pendekatan, model dan metode lainnya dibutuhkan untuk dipergunakan, dukungan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi juga dilakukan pada tahap ini. Kelanjutan tahapannya adalah post test dengan soal yang sama dengan soal pre test, jika sudah mendapatkan hasi maksimal, maka dapat dilakukan evaluasi hasil pembelajaran sebenarnya dengan soal yang memiliki tingkat kesulitan yang merata (mudah, sedang, dan sukar).

B. Deskripsi Inovasi
Inovasi dalam pembelajaran dengan judul “Strategi Terbalik Dalam pembelajaran” yang saya kembangkan ini secara umum memiliki pola/ strategi pembelajaran yang diawali dengan pre test – analisis hasil pre test – penyampaian materi sesuai hasil analisis pre test – post test – evaluasi hasil belajar. Berbeda dengan strategi pembelajaran yang biasa kita laksanakan yakni dengan penyampaian tujuan pembelajaran – penyampaian pembelajaran – evaluasi pembelajaran.
Strategi yang kami kembangkan sebagai inovasi pembelajaran ini mensubstitusi penyampaian tujuan pembelajaran dan penggalian kemampuan awal siswa dengan kegiatan pre test dilanjutkan dengan penggunaan pendekatan, model, metode pembelajaran dan penggunaan/ pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam tahapan pelaksanaan pembelajaran yang disesuaikan dengan hasil analisis pre test.

1. Cara Pembuatan Inovasi Strategi Terbalik Dalam Pembelajaran
Untuk mengaplikasikan/ mempergunakan inovasi pembelajaran yang kami kembangkan ini, beberapa hal penting yang harus dipersiapkan dalam pelaksanaan Strategi Terbalik Dalam Pembelajaran ini antara lain sebagai berikut :
a. Dua (2) paket soal utuh / lengkap (pada contoh pengembangan Kurikulum 2013 (sesuai indikator dan mencakup semua muatan pembelajaran) dalam sebuah tema, sub tema, dan pembelajaran tertentu, paket pertama dengan tingkat kesulitan soal sedang untuk soal pre test dan post test, sedangkan paket kedua dengan tingkat kesulitan merata (mudah, sedang, sukar) untuk soal evaluasi pembelajaran.
b. Lembar format Analisis pre test, dipergunakan untuk menganalisa hasil pre test untuk selanjutnya dipergunakan sebagai dasar pemetaan materi (porsi mendalam, sedang, dan ringan) yang akan disampaikan pada pelaksanaan pembelajaran.
c. Pada fase pelaksanaan pembelajaran dengan didasarkan kepada hasil analisis pre test, kita dapat mengkombinasikan dengan pendekatan, model dan metode pembelajaran serta penggunaan/ pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang relevan untuk menunjang penyampaian materi baik yang harus diberikan dengan intensitas dalam, sedang dan ringan.
d. Untuk mengisi waktu siswa ketika guru memeriksa dan menganalisis hasil pre test, siswa bisa disiapkan kegiatan pembelajaran yang dapat dilaksanakan mandiri oleh siswa, atau kalau dipandang “etis” siswa dilibatkan dalam pengkoreksian hasil pre test (hal ini akan memberikan pemahaman lebih mandalam terhadap apa yang menjadi tujuan pembelajaran saat itu).

2. Pengaplikasian Inovasi Strategi Terbalik Dalam Pembelajaran
Pengaplikasian inovasi strategi terbalik dalam pembelajaran ini kami kembangkan dengan mencoba merencanakan pembelajaran tematik kurikulum 2013 Tema 4 Sub Tema 1 Pembelajaran 2, Kelas 4 yang terdapat tiga (3) muatan pembelajaran di dalamnya, yakni Matematika, PPKn, dan Seni Budaya dan Prakarya (SBdP).
Dengan mempertimbangkan hasil analisis yang telah dilakukan berdasarkan hasil pre test siswa, maka dilakukan penyampaian materi berdasarkan derajat intensitas mendalam, sedang, dan ringan dengan didukung oleh pendekatan, model, dan metode pembelajaran yang sesuai serta dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, demi mendapatkan hasil maksimal untuk selanjutnya dilaksanakan post test dengan menggunakan soal yang sama dengan soal pada saat pelaksanaan pre test.
Penyampaian materi pembelajaran dengan mempertimbangkan hasiul analisis pre test dapat dilakukan misalnya dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri (pengamatan), eksperimen, dan lain-lain ditambah dukungan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam menunjang penyampaian materi pembelajaran dan juga memenuhi berbagai jenis sumber belajar yang bervariasi dan relevan.
Tahap terakhir adalah pelaksanaan evaluasi pembelajaran sebenarnya jika hasil post test sudah memenuhi/ sesuai dengan hasil yang kita harapkan, jika belum memenui, maka dapat dilakukan penguatan-penguatan terutama pada bagian-bagian materi yang masih terasa kurang dipahami oleh siswa.

3. Keunggulan Inovasi Strategi Terbalik Dalam Pembelajaran
Berdasarkan analisa kami, beberapa keunggulan penggunaan inovasi strategi terbalik dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Memberikan alternatif strategi yang lain dari strategi-strategi biasanya, dari yang biasanya pembelajaran – evaluasi menjadi pre test – analisis – pembelajaran – evaluasi.
2. Pada Fase pre test, kemampuan awal siswa mengenai materi dapat segera terukur yang berguna untuk menentukan tehnis mengajar apa yang paling tepat kita gunakan. Selain itu, dengan pre test, secara tidak langsung kita telah menyampaikan tujuan pembelajaran.
3. Strategi ini dapat diaplikasikan pada pembelajaran mata pelajaran maupun tematik, dan juga dapat dikombinasikan dengan berbagai model, tehnik, metode pembelajaran lainnya terutama pada fase Pelaksanaan Pembelajaran.
4. Motivasi anak lebih terpacu, karena mereka telah mengetahui gambaran hal-hal yang menjadi tujuan pembelajaran (dari pre test), sehingga arah pembelajaran menjadi semakin jelas.

4. Kelemahan Inovasi Strategi Terbalik Dalam Pembelajaran
Menurut analisa kami, kelemahan/ kendala dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan strategi terbalik dalam pembelajaran ini adalah membutuhkan kompetensi yang baik dari guru untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam penggunaan strategi ini baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pengelolaan waktu dan pemanfaatan sumber daya pendukung pembelajaran yang kurang maksimal serta partisipasi peserta didik akan menjadi kendala tersendiri.
Dengan niat tulus, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan sesuai rencana, pemanfaatan waktu dan pemanfaatan sumber daya pendukung sebesar-besarnya serta pelibatan aktif peserta didik dapat dijadikan solusi alternatif untuk mengatasi kendala-kendala dan kelemahan pada pelaksanaan strategi ini.
C. Strategi Implementasi dan Pendifusian Inovasi
Pengembangan inovasi pembelajaran dengan menggunakan strategi terbalik dalam pembelajaran ini jika kami rujukkan kepada buku modul mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan adalah merupakan kategori inovasi additive innovation, yakni inovasi berupa penambahan komponen dari sistem yang sudah ada. Dalam hal ini sistem pembelajaran yang sudah terbiasa dilakukan oleh pendidik (guru) hanya ditambah dengan melaksanakan pre test, analisis pre test dalam jangka waktu yang relatif singkat.
Sedangkan jika dilihat dari sifatnya, maka inovasi strategi terbalik dalam pembelajaran ini termasuk dalam sifat penambahan (addition) dan penyusunan kembali (restructuring), yakni inovasi yang tidak disertai dengan penggantian atau perubahan yang radikal, kalaupun ada sedikit yang berubah, masih ada struktur sistem yang masih dipertahankan. Penyusunan kembali atas beberapa komponen yang ada dalam sistem (pola pembelajaran) disusun kembali dengan disesuaikan dengan kebutuhan peningkatan pelayanan pembelajaran kepada peserta didik dalam rangka mendapatkan hasil yang maksimal.
Rogers (2003), menyampaikan bahwa proses adopsi suatu inovasi oleh calon penerima, pengguna atau adaptor adalah melalui tahapan-tahapan berikut :
1. Kesadaran tentang adanya inovasi pembelajaran, pada tahapan ini inovator harus mampu mengemukakan berbagai pendapat logis terkait bahwa inovasi pembelajaran mutlak diperlukan dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan.
2. Munculnya minat (ketertarikan atas inovasi), pada tahap ini inovator harus mampu menyampaikan bahwa inovasi pembelajaran yang dikembangkan merupakan hal yang baik dan baru dalam usaha menarik perhatian penerima/ pengguna/ adaptor innovasi pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan demonstrasi-demonstrasi kecil terkait inovasi dalam skala kecil dan dalam bentuk sosialisasi-sosialisasi dalam skala besar.
3. Pelaksanaan evaluasi terhadap inovasi, tahapan ini dilakukan untuk menguji kevalidan inovasi pembelajaran yang dikembangkan, bisa dilakukan intern oleh inovator dan dapat dilakukan dengan melibatkan penerima/ pengguna/ adaptor untuk menghasilkan evaluasi yang tepat dan akurat.
4. Percobaan penggunaan inovasi, tahapan piloting (percobaan awal) pada beberapa tempat dan waktu berbeda perlu dilakukan untuk menjamin aspek “dapat dilakukan” disemua tempat dan waktu, sehingga inovasi mampu memenuhi unsur dapat dilakukan. Tahapan ini dilakukan untuk menentukan penggunaan inovasi dalam skala besar.
5. Adopsi/ aplikasi inovasi secara penuh, jika tahapan-tahapan tersebut di atas sudah dilakukan dan menghasilkan kesimpulan bahwa inovasi pembelajaran daat dilakukan/ digunakan secara menyeluruh, maka dapat kita tetapkan pengaplikasian inovasi pembelajaran secara penuh.

Tahapan-tahapan dalam proses difusi/ pendifusian (diseminasi) inovasi untuk dapat dipergunakan oleh orang lain atau oleh masyarakat luas harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Desain
Pendesainan presentasi inovasi pembelajaran yang menampilkan permasalahan/ kendala umum dalam pembelajaran serta inovasi pembelajaran sebagai sarana mengatasi permasalahan/ kendala umum dengan disertai landasan dan alasan-alasan logis dan akurat terkait solusi untuk mengatasi permasalahan/ kendala dengan tawaran inovasi pembelajaran akan mempermudah membuka kesadaran pengguna dalam menerima dan menerapkan inovasi pembelajaran yang ditawarkan dalam inovasi pembelajaran.
2. Awarness-interest
Komunikasi untuk penyadaran terhadap masyarakat yang diharapkan dapat mengadopsi inovasi yang ditawarkan dengan mengedepankan karakteristik inovasi berupa kemanfaatan (relative advantage); kesesuaian (compability); kerumitan (complexity); dapat dicoba (triability); dan penampakan penggunaan inovasi (observability).


3. Evaluation
Evaluasi atas inovasi pembelajaran baik yang dilakukan secara intyern inovator maupun yang melibatkan pengguna dapat dilakukan untuk menghasilkan analisis keunggulan dan kendala-kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kepercayaan/ minat pengguna dalam menggunakan inovasi pembelajaran tersebut.
4. Trial
Uji coba atas produk inovasi pembelajaran dilakukan untuk melihat sejauh mana inovasi tersebut dapat digunakan oleh pengguna. Dengan adanya trial (uji coba), maka calon pengguna dapat melihat dan mencoba sendiri kemudahan dalam penggunaan inovasi pembelajaran dan dapat diputuskan oleh pengguna untuk mengunakan produk inovasi pembelajaran tersebut.

D. Kesimpulan
Dari analisis latar belakang, deskripsi inovasi, dan pengimplementasian/ pendifusian inovasi strategi terbalik dalam pembelajaran yang telah disampaikan di atas, maka kesimpulan yang dapat kita dapatkan diantaranya sebagai berikut :
1. Permasalahan/ kendala dalam pelaksanaan pembelajaran berperan penting sebagai pemicu dalam pengembangan inovasi pembelajaran berupa inovasi baru/ pengembangan dari inovasi-inovasi pembelajaran yang telah ada sebelumnya.
2. Pengembangan inovasi pembelajaran berupa pengembangan strategi terbalik dalam pembelajaran termasuk dalam kategori additive innovation dan dan bersifat addition – restructuring, yaitu menambah komponen pola pembelajaran dan menata kembali pola pembelajaran dengan disesuaikan pada kebutuhan pencapaian hasil belajar yang maksimal.
3. Diperlukan ketelitian, kecermatan, dan ketekunan serta kompetensi yang baik dari guru dalam mempergunakan inovasi strategi terbalik dalam pembelajaran untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
4. Kelemahan yang ada pada inovasi strategi terbalik dalam pembelajaran dapat diatasi dengan melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sesuai rencana, pemanfaatan waktu dan pemanfaatan sumber daya pendukung sebesar-besarnya serta pelibatan aktif peserta didik.
5. Dalam mensosialisasikan hasil produk inovasi pembelajaran diperlukan langkah-langkah menyadarkan pengguna terhadap pentingnya inovasi terbaru dalam pembelajaran, menarik perhatian/ minat pengguna pada produk inovasi pembelajaran, malaksanakan evaluasi intern dan ekstern, percobaan penggunaan awal (piloting), dan penggunaan produk inovasi secara penuh.
6. Langkah-langkah pendifusian produk inovasi dapat dilakukan dengan pendesainan presentasi produk inovasi, membangun komunikasi dengan pengguna dengan baik berdasarkan karakteristik inovasi, pelaksanaan evaluasi untuk mengetahui kendala dan keunggulan produk inovasi serta sejauh mana produk inovasi dapat dicoba terapkan dalam pembelajaran sehingga mampu meyakinkan pengguna untuk memutuskan menggunakan strategi terbalik dalam pembelajaran.

Bagikan Artikel ini ke Facebook