E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Membangun Kelompok

Dibaca: 40 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: ABD WAHID AKIB, SP, MP lihat profil
pada tanggal: 2018-02-06 11:21:10 wib


MEMBANGUN KELOMPOK
(Disajikan pada pertemuan rutin BPP Arungkeke)

1. Substansi Kelompok

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat akan menghadapi berbagai persoalan dimana persoalan tersebut bisa diselesaikan secara individu namun juga perlu diselesaikan secara bersama-sama. Ketika persoalan diselesaikan dengan banyak orang akan memunculkan banyak gagasan sehingga akan banyak alternatif pemecahan. Sebab pada dasarnya warga masyarakat mempunyai niat baik untuk membantu sesama, sehingga masalah yang dihadapi oleh orang-perorang akan dirasakan sebagai persoalan bersama jika dalam kelompok. Selain itu setiap orang mempunyai motivasi, pengalaman, serta potensi-potensi yang lain yang pada umumnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Jika dihimpun dalam kelompok maka potensi tersebut akan menjadi kekuatan besar yang bisa digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Ibarat seikat sapu lidi maka jika satu lidi potensi dan manfaatnya sangat kecil serta gampang dipatahkan. Namun ketika diikat menjadi sapu lidi maka menjadi lebih kuat serta lebih bermanfaat. Oleh karena itu ketika dalam bermasyarakat orang-perorang perlu menghimpun diri dalam kelompok ketika menghadapi masalah ataupun dalam mengembangkan potensi.
Kelompok-kelompok yang tumbuh di masyarakat dikarenakan kebutuhan tersebut sering disebut dengan Kelompok (Kelompok Tani dalam bidang pertanian) yaitu kumpulan orang yang menghimpun diri secara sukarela dalam kelompok dikarenakan adanya ikatan pemersatu yaitu kepentingan dan kebutuhan yang sama sehingga dalam kelompok tersebut memiliki kesamaan tujuan yang ingin dicapai bersama.
Dengan demikian menghimpun diri dalam kelompok tidak semata-mata berorientasi pada ekonomi, melainkan kelompok pemberdayaan. Bisa dikatakan dengan berkelompok menjadi wadah bagi tumbuhnya rasa percaya diri, semangat kemandirian, saling kepercayaan sosial, rasa kebersamaan dan lain-lain. Namun apabila terjadi pembentukan Kelompok yang diawali dan didasari oleh kepentingan ekonomi adalah kenyataan yang wajar, karena selama ini program pengembangan yang ada di masyarakat lebih banyak dengan pendekatan peningkatan pendapatan atau sering dikenal dengan income generating, selain juga karena kehidupan sehari-hari warga masyarakat tidak lepas dari masalah ekonomi. Namun kenyataan tersebut mesti disikapi lebih bijak dengan menggunakannya sebagai “entry point” (jalan masuk) untuk menuju Kelompok sebagai wadah pemberdayaan.
Dari sisi lain Kelompok dapat menjadi salah satu wadah pertukaran informasi, sharing pengalaman, peningkatan wawasan, pembahasan masalah kemasyarakatan baik yang berhubungan dengan kesejahteraan maupun berkaitan dengan pengambilan keputusan/ kebijakan publik.
Keberadaan Kelompok
Di masyarakat pada umumnya telah ada banyak Kelompok Masyarakat baik yang oleh masyarakat sendiri maupun oleh pihak-pihak tertentu yang punya kepedulian. Munculnya kelompok-kelompok ini hal itu akan menambah dinamika di masyarakat karena antar kelompok akan bisa saling berinteraksi dan saling belajar. Bahkan sangat memungkinkan kelompok yang telah lama eksis dan mempunyai banyak pengalaman bisa memberikan banyak masukan, bimbingan dan dorongan kepada kelompok baru. Sebaliknya, kelompok yang sudah eksis juga bisa belajar dari kelompok yang baru. Dengan demikian masing-masing kelompok bisa menggalang persatuan dan kekuatan untuk menanggulangi masalah –masalah bersama.
2. Prinsip-prinsip Kelompok
Agar Kelompok benar-benar menjadi wadah bagi pemberdayaan anggota maka ada beberapa prinsip yang perlu sepakati, yang bisa dijadikan pedoman di internal Kelompok, antara lain :
a. Saling mempercayai dan saling mendukung . Sikap tersebut bisa membuat anggota mengekspresikan gagasan, perasaan dan kekhawatirannya dengan nyaman. Setiap anggota Kelompok bebas mengungkapkan pemikiran dan pendapat serta mengajukan usul dan saran yang perlu dijadikan pembahasan dalam rapat kelompok tanpa adanya rasa segan atau adanya hambatan psikologis lainnya.
b. Bebas dalam membuat keputusan. Kelompok bebas menentukan dan memutuskan menurut kesepakatan yang diambil oleh kelompok sendiri. Keputusan kelompok harus merupakan hasil dari permusyawaratan bersama dan tidak diperkenankan adanya dominasi dari perorangan atau beberapa orang yang bersifat pemaksaan kehendak atau intervensi dari pihak manapun dan dalam bentuk apapun. Kelompok juga berwenang untuk mengatur rumah tangga sendiri sesuai dengan keputusan bersama,
c. Bebas dalam menetapkan kebutuhan. Dalam rangka peningkatan dan penguatan kapasitasnya Kelompok meningkatkan dan menguatkan tingkat kemampuan para anggotanya seperti : peningkatan kesejahteraan, peningkatan wawasan dan pengetahuan serta ketrampilan baik bersifat individu maupun kelompok.
d. Berpartisipasi nyata. Setiap anggota wajib berkontribusi kepada kelompok sebagai wujud komitmen dalam rangka keswadayaan serta ikatan kelompok
3. Peran dan fungsi Kelompok
Dalam berkelompok masyarakat bisa mengambil banyak manfaat darinya, karena Kelompok bisa memenuhi kebutuhan materil maupun psikologis. Oleh karena itu, Kelompok bisa berperan dan berfungsi dalam banyak hal antara lain:
a. Sebagai sarana proses perubahan sosial. Proses pembelajaran yang terjadi dalam Kelompok adalah menjadi pendorong terjadinya perubahan paradigma, pembiasaan praktek nilai-nilai baru, cara pandang dan cara kerja baru serta melembagakannya dalam praktek kehidupan sehari-hari.
b. Sebagai wadah pembahasan dan penyelesaian masalah. Setiap kegiatan yang dilaksanakan Kelompok haruslah mengambarkan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok, dan penyelesaiannya disepakati bersama
c. Sebagai wadah aspirasi. Jika ada masalah, kepentingan, atau harapan yang berkembang di masyarakat maka untuk menerima, membahas dan menyalurkan, kepada pihak-pihak yang relevan dengan berpijak pada hak-hak warga
d. Sebagai wadah menggalang tumbuhnya saling kepercayaan (menggalang social trust). Dalam kelompok anggota bisa saling terlibat dalam pelaksanaan kegiatan dan membagi tanggung jawab, Saling kepercayaan sosial ini dibangun melalui cara penjaminan, dan rekomendasi kelompok, Ketika kelompok membangun hubungan dengan pihak lain kepercayaan tersebut sebagai modalnya.
e. Sebagai sumber ekonomi. Jika masyarakat membutuhkan dana maka Kelompok bisa berfungsi sebagai sumber keuangan. Keuangan di Kelompok bisa saja bersumber dari pihak luar namun juga dari internal anggota sendiri. dengan cara iuran bersama. Iuran tersebut bisa menjadi modal usaha dan sekaligus menjadi salah satu bentuk ikatan pemersatu dan membangun kekuatan sendiri.

PENDAMPINGAN KELOMPOK

Kelompok yang baru terbentuk perlu penguatan dalam rangka memantapkan eksistensi dan keberlanjutannya, sehingga mampu melaksanakan fungsi dan peran Kelompok seperti yang diharapkan. Sebagai kelompok yang tumbuh karena semangat dan keinginan sendiri untuk dapat lebih berkembang perlu bantuan dan dampingan dari pihak eksternal, Beberapa alasan kenapa Kelompok perlu didampingi karena kelompok memerlukan orang yang;
 memberikan dorongan dan semangat agar tetap berkelompok
 memberi masukan untuk menambah wawasan
 memberi masukan jika memerlukan informasi
 membantu memecahkan masalah
 mengajari sesuatu yang dibutuhkan, misalnya membuat rencana kegiatan, pembukuan
 membantu menghubungkan dengan pihak lain
Dengan adanya pendampingan Kelompok akan menjadi lebih bersemangat karena selain terbantu dalam proses pembelajaran Kelompok juga mendapatkan masukan dan saran-saran sehingga membuat Kelompok menjadi cepat berkembang.
Oleh karena itu, peran seorang pendamping bisa menjadi teman sekaligus guru bagi Kelompok. Peran tersebut bisa dilakukan oleh siapapun, dalam arti bisa dilakukan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepeduliam pada pengembangan masyarakat dengan tanpa pamrih. Tentu saja pihak tersebut mempunyai potensi untuk dipercaya oleh masyarakat, karena jika tidak dipercaya masukan yang diberikan tidak akan diperhatikan, atau bahkan bisa lebih parah pendamping ditolak oleh Kelompok.
Pada prinsipnya arah pengembangan Kelompok ditujukan untuk :

1. Membangun adanya rasa saling membutuhkan, toleransi, menghargai antara satu anggota dengan yang lainnya.
2. Memelihara adanya tata-tertib dan aturan main yang telah disepakati bersama dilaksanakan secara konsisten,
3. Mendorong dilaksanakannya pertemuan rutin atau kegiatan-kegiatan bersama untuk memelihara kebersamaan dalam berkelompok dan saling belajar di antara mereka sendiri
4. Memotivasi Kelompok agar bermanfaat bagi anggotanya sehingga Kelompok bisa berperan sebagai wadah untuk pemecahan masalah ekonomi, penyampaian informasi, menambah pengetahuan, forum silaturahmi, dan lain sebagainya.
5. Mengembangkan sifat kepemimpinan yang mendorong terciptanya modal sosial.
Untuk pelatihan diberikan oleh pihak-pihak yang memiliki kompetensi dalam melatih, sedangkan untuk pendampingan lebih menekankan pada komitmen dan kepedulian sehingga tidak perlu kompetensi secara khusus.
Pendampingan dapat dilakukan beberapa cara antara lain:
Konsultasi : yaitu membantu KELOMPOK dalam rangka memenuhi kebutuhan terhadap informasi dan wawasan baru. Dalam Konsultasi ini pendampingan dilakukan dengan cara diskusi dan dialog antara pendamping dengan KELOMPOK dimana pendamping berperan sebagai pemandu atau moderator ataupun nara sumber sehingga terjadi proses transfer pengetahuan. Keterlibatan pendamping dalam proses belajar kelompok perlu diantisipasi agar tidak terjadi ketergantungan kelompok kepada pedamping. Misalnya saja ketika memandu diskusi tidak lagi dilakukan oleh pendamping melainkan oleh anggota kelompok sendiri, pendamping hanya sebagai pengamat dan memberi masukan bila diperlukan. Untuk bisa memenuhi kebutuhan KELOMPOK, pendamping bisa berkoordinasi dengan pendamping lain karena sangat memungkinkan ada banyak pendamping dalam sebuah kelurahan.
Asistensi : adalah pendampingan dengan cara mengajari atau membantu meningkatkan kemampuan untuk mengerjakan sesuatu. Proses peningkatan kemampuan lebih dititikberatkan pada praktek sehingga transfer kemampuan dari pendamping kepada kelompok lebih cepat. Keterlibatan pendamping dalam proses belajar ini tidak begitu tinggi, karena dalam proses belajar ini kelompok melakukan sendiri sementara pendamping hanya memberikan pengarahan-pengarahan. Pada awalnya banyak pengarahan yang diberikan oleh pendamping, namun pada proses selanjutnya menjadi berkurang. Misalnya dalam membantu kelompok mengerjakan pembukuan tidak lagi diasistensi oleh pendamping melainkan oleh anggota yang telah mampu melakukan sendiri. sedangkan pemdamping hanya sebagai pengamat. Jika memberi masukan tidak langsung kepada anggota yang belajar melainkan kepada yang memberikan asistensi Kegiatan yang perlu diasistensi misalnya, penyusunan usulan kegiatan, pembuatan rencana usaha, pembukuan keuangan, dan lain-lain.
Fasilitasi : adalah pendampingan untuk memperkuat KELOMPOK untuk berinteraksi dengan pihak lain. Pendamping membantu KELOMPOK agar terjadi proses pembelajaran, dan kesadaran kritis sehingga KELOMPOK menjadi meningkat rasa percaya diri serta diperhitungkan. Dalam hal ini pendamping memfasilitasi KELOMPOK untuk berhubungan dengan pihak lain, membuat jaringan dan lain-lain. Pendamping memberikan informasi mengenai pihak-pihak terkait yang bisa membantu dan dibutuhkan kelompok serta menemani kelompok untuk berhubungan dengan mereka. Pada awalnya pendamping banyak terlibat dalam proses belajar tersebut. Pada tahap selanjutnya peran pendamping menjadi berkurang. Misalnya ketika kelompok berhubungan dengan instansi pemerintah dalam rangka mendapatkan fasilitas, tidak lagi ditemani oleh pendamping melainkan anggota yang telah mampu melakukan.
Meski kegiatan pendampingan bukan kewajiban bagi pendamping, namun ada baiknya hasil pendampingan juga perlu dilihat perkembangannya. Ibarat menanam pohon, perlu dirawat, di beri perhatian dan dilihat perkembangannya, apakah bisa hidup terus, bisa tumbuh subur, berbunga, dan berbuah. Bukannya setelah menanam terus ditinggal begitu saja. Oleh karena itu, jika akan dilihat perkembangannya perlu diketahui kondisi awal KELOMPOK, dan untuk melihat perkembangan sebaiknya bersama kelompok sehingga mereka mengalami proses pembelajaran.


Daftar Pustaka
1. Modul Coaching Fasilitator mengenai Kelompok Swadaya Masyarakat (Makassar : Konsultan Manegement Wilayah VIII, 2006)
2. Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani (Jakarta : Peraturan Menteri Pertanian, 2007)

Bagikan Artikel ini ke Facebook