E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

PERANAN PENYULUH AGAMA DALAM PEMBINAAN UMAT

Dibaca: 2537 kali, Dalam kategori: Agama, Diposting oleh: Kartono, S.Pd.I lihat profil
pada tanggal: 2015-06-15 14:52:03 wib


PERANAN PENYULUH AGAMA DALAM PEMBINAAN UMATOleh : Kartono, S.PdI
( Penyuluh Agama Ahli Muda, Kanwil Kemenag Prov.Kalbar)

A. Pendahuluan
Agama mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dan strategis, utamanya sebagai landasan spiritual, moral dan etika dalam hidup dan kehidupan umat manusia. Agama sebagai sistem nilai seharusnya dipahami, dihayati dan diamalkan oleh seluruh pemeluknya dalam tatanan kehidupan setiap individu, keluarga dan masyarakat serta menjiwai kehidupan berbangsa dan bernegara. Penyuluh agama Islam sebagai pelaksana kegiatan penyiaran agama mempunyai peranan yang sangat strategis. Karena berbicara masalah dakwah atau kepenyuluhan agama berarti berbicara masalah ummat dengan semua problematikanya. Sebab banyak kasus dan dari banyak fakta dakwah, kita melihat tanda-tanda betapa kemaslahatan ummat (jama’ah) tidak merupakan sesuatu yang obyektif atau dengan kata lain belum mampu diwujudkan oleh pelaksana dakwah (Penyuluh).
Hal ini merupakan salah satu problematika dakwah dari sisi pelaksana dakwah (da’i, Muballigh, Penyuluh), dimana sebagian aktivitas dakwah belum mampu menterjemahkan persoalan yang dihadapi umat secara rinci, untuk kemudian dicarikan jalan keluarnya dalam konteks dakwah Islam. Ungkapan ini tidak memperkecil peran para pelaksana dakwah. Sebab, betapapun rendahnya kualitas keilmuan dan kemampuan penyampaian seorang da’I , muballigh, ataupun penyuluh agama, umumnya umat Islam (obyek dakwah) menyadari bahwa ia (Da’I, Muballigh atau Penyuluh Agama Islam) tetap merupakan figur sentral dari gerakan dakwah.
Da’i/penyuluh Agama Islam merupakan leader atau pemimpin bahkan sayyidul qaum. Dai/Penyuluh Agama Islam merupakan unsur yang dominan dalam pelaksanaan dakwah/kepenyuluah agama, bahkan lebih dari itu ia merupakan pemegang kunci yang terpenting terhadap sukses atau tidaknya pelaksanaan dakwah/penyuluhan agama.
Sehingga penyuluh agama sebagai figure central kepenyuluhan harus mampu merealisasikan kegiatan penyuluhan dalam masyarakat, dimanapun ia berada. Sebab tanpa realisasi penyuluh agama/amar makruf nahi mungkar yang dilakukan oleh orang/umat dengan kualitas terbaik (khaira ummatin), maka ummatan wahidatan menjadi tidak mungkin. Maka dakwah/penyuluhan agama menjadi bagian esensial yang tidak mungkin terpisahkan dengan ihtiar mewujudkan tatanan masyarakat yang ummatan wahidatan yang adil dalam ridha Allah “baldatun toyyibatun wa rabbun ghofur”.

Bagikan Artikel ini ke Facebook