E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

MENJAGA SHALAT DALAM KEHIDUPAN

Dibaca: 823 kali, Dalam kategori: Agama, Diposting oleh: AFIFUDDIN, S.Ag. lihat profil
pada tanggal: 2015-06-19 13:27:14 wib



الحمد لله. الحمد لله الذى خلق السموات والارض وجعل الظلمات والنور, ثم الذين كفروا بربهم يعدلون. اشهد ان لااله الا الله واحده لا شريك له اله واحدا ونحن له مسلمون. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله وحبيبه وخليله, الهادى الى صراط مستقيم. أللهم صل وسلم وبارك على الرسول الاكرم الداع الى الخير الاعظم سيدنا ومولنا محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعه باحسان الى يوم الدين. قال تعالى اعوذ بالله من الشيطان الرجيم : الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون فى خلق السموات والارض, ربنا ماخلقت هذا باطلا, سبحانك فقنا عذاب النار. اما بعد : اتقوا الله, اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون.
Jama’ah shalat jum’ah rahimakumullah
Marilah kita selalu berusaha untuk selalu meningkatkan taqwa kepada Allah swt., taat kepada rasulullah, sehingga dengan begitu kita akan mendapatkan keberuntungan yang besar, amiin.
Jama’ah rahimakumullah
Sebagian besar dari kita jika mendengar kalimat انا لله وانا اليه راجعون, QS : 2 : 156 konotasinya langsung pada sebuah kejadian yang memilukan; kematian, atau minimal sesuatu yang tragis secara fisik.
Ketakutan yang kita rasakan rata-rata karena ketidak-siapan menghadapi bagaimana nanti setelah mati, karena merasa bekalnya tidak cukup. Akan tetapi masih sebatas merasa saja, tidak ada tindak lanjut untuk mengisi rasa kekosongan tersebut, mengisi sebanyak- banyaknya untuk bekal perjalanan panjang yang tiada hentinya
Manusia pada dasarnya sudah diberi modal awal yakni potensi ilahiyah sebagai potensi asal yang kita miliki, hal ini dengan melihat makna kontekstual dari انا لله وانا اليه راجعون . انا لله , dalam kalimat ini yang dipakai adalah " لِ “bukanlah ‘’مِنْ’’ (dari), dengan begitu maka kalimat tersebut kita dapatkan pengertian “sesungguhnya kita (manusia) itu kepunyaan Allah dan sesungguhnya kita (manusia) akan kembali pada-Nya”
Akan tetapi kemudian “bisakah” manusia tetap menjaga potensi ilahiyah ini hingga kembali pada-Nya. Dalam proses menjaga potensi hingga kembali inilah kemudian terjadi singgungan- singgungan dengan potensi- potensi lain yaitu potensi syaithoniyah (sebagai simbol unit kejahatan )
Pada proses kembali ( راجعون ) ini banyak orang, manusia yang lupa “kacang akan kulitnya”. Padahal dalam fokus proses ini kita diperintahkan untuk mengisi dengan segala sesuatu yang positif, diantaranya adalah dengan sholat dalam pengertian yang luas.
Hadirin jama’ah shalat jum’at yang dimuliakan Allah swt.
Shalat dalam Islam adalah amalan utama yang diperintahkan Allah swt. dengan melihat dalil- dalil ayat ataupun hadits yang menerangkannya, bahkan shalat dijadikan amalan pertama yang akan diperhitungkan dihari qiyamat, jika
shalatnya sudah benar maka selamatlah amalan amalan yang lain.
- اول ما يحاسب به العبد يوم القيامة من عمله صلاته... الحديث. الترمذى
Mari kita tilik juga dalil yang lain dalam alquran
اقم الصلاة,ان الصلاة تنهى عن الفحشاءوالمنكر
Kata aqim dalam ayat diatas mengandung perintah yang bersifat aktif, maka ayat tersebut kita dapatkan pengertian “Dirikanlah shalat (secara aktif), sesungguhnya shalat (yang aktif) itu mencegah perbuatan yang keji dan mungkar”, dan shalat yang aktif tersebut adalah wajib atau suatu keharusan dengan berpegang pada kaidah al ashlu fil amri lil wujuub ( pada asalnya perintah itu memfaedahkan wajib atau keharusan untuk melaksanakannya ), sedangkan kalimat yang terakhir dari rangkaian ayat ini adalah tanhaa ‘anil fahsyaa-i wal munkar sebagai fungsi dari shalat, yakni mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar. Lalu bagaimanakah shalat yang aktif ini agar dapat berfungsi sebagai pencegah perbuatan yang keji dan mungkar ?
Jama’ah rahimakumullah
Shalat yang aktif bukanlah hanya dari takbiratul ihram yang mantab, ruku’, i’tidal, sujud hingga dahi seperti aspal menghitam karena lamanya mencium sajadah , tahiyat dan salam secara syar’iyah yang bersifat ritus saja. Akan tetapi shalat yang aktif adalah bagaimana nilai- nilai shalat selalu diimplementasikan dalam multi aspek kehidupan kita yakni dengan cara dzikrullaah sebagaimana perintah dalam al- Ahzab: 41
يايها الذين امنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا. Jika dzikir ini sudah diterapkan dalam kehidupan, maka inilah shalat yang sebenarnya yakni mengimplementasi dalam semua segi nafas hidup manusia :
الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون فى خلق السموات والارض. orang- orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan dalam keadaan berbaring .... “, QS; 3: 191. Dalam posisi, situasi dan kondisi apapun selalu dzikir. Manakala dzikir sudah menyatu dalam diri kita inilah adanya kesucian hidup secara sempurna.
Orang yang shalat itu tidak akan menyakiti dirinya dan orang lain, orang yang shalat tidak akan mencaci orang lain, tidak menghina orang lain, tidak menuduh orang lain, tidak merugikan orang lain, tidak memusuhi orang lain, tidak membid’ahkan serta mengkafirkan orang lain. Orang yang shalat selalu thuma’ninah, damai, humanis, etis, menjaga hatinya, menjaga lisannya, menjaga akal dan budinya serta menjaga perbuatannya.
Jama’ah yang dirahmati Allah
Dzikir disini mempunyai posisi yang sangat penting untuk mengingatkan jati diri asal kita, potensi ilahiyah agar tidak terlepas dari kita.
Dan untuk menjaga potensi ilahiyah agar tidak terlepas dari kita, maka ada hal- hal yang harus kita lakukan dengan melalui :
1. Dzikir dalam rangka untuk mendekatkan diri kita pada Allah swt.
2. Beramal baik untuk mencuci hidup kita dari kotoran- kotoran
الحسنات يذهبن السيئات
3. Ikhlas dalam beramal, tidak mengharapkan apapun termasuk balasan pahala didunia ataupun diakhirat, akan tetapi semata- mata hanya mencari dan demi ridla Allah ta’ala, artinya ada keikhlasan dalam beramal.
Apabila dalam proses ini kita sudah mengisi dengan tiga hal tersebut, maka insya Allah kita termasuk makhluk yang amanah dan tidak lupa kacang akan kulitnya, karena memang kita diciptakan hanyalah untuk mengabdi pada-Nya
وما خلقت الجن والا نس الا لبعبدون QS; 51: 56.
Ketika kita sudah “sadar ” akan hal tersebut maka dalam proses pulang menuju Allah akanlah mulus, tidak ada rintangan, dan jika lancar tidak ada halangan maka kemudian baru ada proses ilaihi raaji’uun. Disinilah baru diterima dan kembalinya potensi ilahiyah kita pada ilahi, yakni kembali dalam keadaan suci menuju Allah dan bersatu antara yang suci dengan sang maha suci.
Jama’ah shalat jum’at yang dimuliakan Allah swt.
Mudah- mudahan kita menjadi orang orang yang selalu dapat menjaga shalat meski dalam kondisi dan situasi apapun, amin......
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. والعصر ان الانسان لفى خسر الا الذين امنوا وعملوا الصالحات وتواصو بالحق وتواصو بالصبر. بارك الله لى ولكم ونفعنى واياكم بما فيه من الايات وذكر الحكيم وتقبل الله منى ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم . ********
الخطبة الثانيه
الحمد لله الواحد القهار, العزيز الغفار مكور الليل على النهار تذكرة لأولى القلوب والابصار. اشهد ان لااله الاالله واحده لا شريك له, واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله. أللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين. اما بعد :
فَياَ اَيُّهَا النَّاس. اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى, وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ قُدْسِهِ. وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى. يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ وسلم عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءمِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْاَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ ْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وادخلناالجنة مع الابرار.
عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فاَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَر.



Oleh : Afifuddin

Bagikan Artikel ini ke Facebook