E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Tingkepan (nuju bulan) ditinjau dari

Dibaca: 1384 kali, Dalam kategori: Pendidikan, Diposting oleh: Nurul Qibtiyah, S.Ag lihat profil
pada tanggal: 2015-06-27 10:02:33 wib


Tingkepan (Nuju Bulan)
Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam Tingkepan
Oleh: Nurul Qibtiyah

Tingkepan adalah nama ritual ketika usia kehamilan yang ke tujuh bulan bagi orang jawa. Ketika seorang wanita yang usia kehamilannya beranjak tujuh bulan maka diadakan tingkepan (nuju bulan). Pada waktu tingkepan ini diawali dengan penyucian pada sang ibu hamil dengan mandi kembang, namun mengenai mandi kembang ini sudah tidak dilakukan orang jawa di Rasau Jaya. Selain mandi kembang untuk ibu hamil, sang bapak melakukan belah kelapa muda dengan anggapan bahwa jika membelahnya pas tengah nanti anaknya lahir laki-laki dan sebaliknya.
Dalam kegiatan tingkepan ini yang menjadi nilai pendidikan Agama Islam pada masyarakat adalah bahwa kehamilan yang telah 7 bulan ini mengajarkan untuk membacakan Al Quran dengan 7 surat yang berbeda dan bersedekah, yaitu:
1. Pendidikan iman dan tauhid. Beberapa prosesi dalam ritual tinkepan mengajarkan untuk beriman diantaranya:
- Membaca al Quran 7 surat
Membaca tujuh surat mengajarkan kepada yang hamil dan janin serta mengajarkan pada yang hadir untuk memperbanyak dan membiasakan membaca Al Quran yang akan menyejukkan hati, pikiran dan prilaku yang berlandaskan Al Quran sebagaimana firman Allah swt dalam surat al A’raaf

        
204. dan apabila dibacakan Al Quran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat[591].

[591] Maksudnya: jika dibacakan Al Quran kita diwajibkan mendengar dan memperhatikan sambil berdiam diri, baik dalam sembahyang maupun di luar sembahyang, terkecuali dalam shalat berjamaah ma'mum boleh membaca Al Faatihah sendiri waktu imam membaca ayat-ayat Al Quran.
2. Pendidikan akhlaq
- Sikap syukur. Dalam kegiatan tingkepan dengan memberikan sedekah kepada sanak keluarga, tetangga dan handai taulan merupakan wujud syukur karena Allah swt telah memberikan seorang anak dalam rahim hingga bisa melewati kehamilannya sampai 7 bulan, dengan harapan Allah akan memberikan kemudahan pada waktu melahirkan nanti dengan selamat baik untuk ibunya maupun bayinya.
- Sikap mentauladani. Dengan acara tengkepan (nuju bulan) ini dengan dibacakannya ayat-ayat suci Al Quran sampai 7 surat sebagai wujud pembelajaran kepada anak yang dikandungnya untuk nanti juga rajin membaca Al Quran atau mempelajari Al Quran untuk panduan kehidupan si anak tersebut.
- Sikap tulus dan ikhlas. Semua yang dilakukan masyarakat untuk mendo’akan keselamatan baik untuk si jabang bayi atau ibunya adalah bantuan yang tanpa pamrih.
- Menjalin silaturahim. Berkumpulnya masyarakat dalam acara tingkepan merupakan salah satu aktifitas yang memupuk eratnya tali silaturahmi.
- Nasehat mulia. Dalam acara tingkepan (nuju bulan) sangat banyak nasehat yang tersirat di dalamnya, diantaranya agar menyadari bahwa manusia itu adalah makhluk sosial yang mana manusia satu akan membutuhkan manusia yang lain dengan tujuan mengajak pada kebaikan. Sebagaimana firman Allah swt dalam surat Ali Imran ayat 110:
  •  ••                     
110. kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

3. Pendidikan syariat
- Acara tingkepan tidak ada kesunnahan apalagi wajib, namun membiasakan membaca al Quran, dhikir dan bersedekah adalah perintah Allah sehingga sebagai wujud syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan Allah dan mohon terkabulnya do’a yang dipanjatkan untuk keluarga tersebut maka tingkepan di lakukan.
- Berdoa. Berdoa merupakan cara manusia meminta kepada Tuhannya, agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam melahirkan serta mendapat anak yang sholeh atau sholihah.
- Berzikir. Mengingat Allah adalah ibadah dan mengingatkan nikmat Allah swt berupa iman sehingga akan membuat seseorang selalu menjaga dirinya dari perbuatan yang tidak baik.
- Bersedekah. Acara kenduri mengandung unsur sedekah yang besar, biasanya sedekah berupa makanan. Dalam acara tingkepan pahala sedekah kenduri diperuntukkan bayi yang dikandung dan ibunya.
- Membaca Al-Quran dan Zikir adalah serangkaian bacaan yang berasal dari Al-Quran diantaranya surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, An-Nas, Al-Falaq, surat maryam, surat yusuf, surat al Mulk. Untuk mendoakan orang yang sudah meninggal sering juga dibacakan surat Yasin. Dengan mengamati berbagai kegiatan yang ada pada acara ritual adat tingkepan tersebut kiranya dapat kita ambil hikmahnya:
• Mengingatkan orang tua untuk melatih anaknya membaca Al Quran dan mempelajari Al Quran dengan selain acara ditingkepan ini saja, namun orang tua setiap hari untuk membiasakan diri membaca al Quran agar anaknya kelak bisa mentauladani kebiasaan membaca al Quran untuk menghiasai rumahnya dengan bacaan al Quran.
• Untuk dapat berzuhud terhadap dunia Zuhud terhadap dunia yaitu meninggalkan dunia untuk berbakti kepada Allah SWT., artinya orang jangan sampai terpikat hati dan pikirannya dengan tipu muslihat dunia, tetapi ia dapat menyalurkan harta benda yang diperolehnya dengan jalan yang halal untuk beramal saleh yang diridhai oleh Allah SWT, seperti sedekah, infaq dan zakat. Sebab harta yang kita sedekah, infaq dan zakatkan tersebut itulah harta kita yang hakiki dan abadi, yang akan dapat kita ambil manfaatnya kelak di akhirat, sedang harta selain itu hanya titipan dan tidak akan kita bawa saat ajal menjemput kita. Nilai ini terkandung dalam acara makan bersama yang telah disiapkan yang mengandung pesan harta yang kita miliki adalah titipan untuk dibelanjakan di jalan Allah. Maka anugerah Allah berupa anak yang dikandung perlu disyukuri, sehingga Allah swt akan menambah nikmat yang diberikan baik di dunia maupun di akhirat.
*********

Bagikan Artikel ini ke Facebook