E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

khutbah 'iedul fithri 1436

Dibaca: 835 kali, Dalam kategori: Agama, Diposting oleh: AFIFUDDIN, S.Ag. lihat profil
pada tanggal: 2015-07-07 13:19:17 wib


الخطبة الاولى
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اللهُ اَكْبَرْ (9×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصيْلاً, لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ ولله الحمد.
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ يَقْضِيْ بِالْحَقِّ وَالْعَدْلِ وَيَهْدِيْ مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ ، يُقَدِّرُ اْلأُمُوْرَ بِحِكْمَةٍ ، وَيَحْكُمُ بِالشَّرَائِعِ لِحِكْمَةٍ وَهُوَالْحَكِيْمُ اْلعَلِيْمُ .
اشهد ان لااله الا الله واحده لا شريك له اله واحدا ونحن له مسلمون. واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله وحبيبه وخليله.
أللهم صل وسلم وبارك على الرسول الاكرم الداع الى الخير الاعظم سيدنا ومولنا محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين.
قال تعالى اعوذ بالله من الشيطان الرجيم : قل ان كنتم تحبون الله فالتبعونى يحببكم الله ويغفرلكم ذنوبكم, والله غفور رحيم. اما بعد : فيا ايها المسلمون والمسلمات ,اتقوا الله..., اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون.
Para mustami’in jama’ah ‘idul fithri rahimakumullah…
Manusia sebagai makhluk paling sempurna yang dengan akalnya mampu berkreasi secara sempurna, menciptakan segala sesuatu dengan sempurna bahkan saking sempurnanya manusia sendiri dibuat terkejut dengan hasil apa yang diciptakannya. Meskipun begitu pada hakikatnya dihadapan Allah swt. tetap tidak ada apa- apanya. Hal ini ditunjukan dengan sebuah firman- Nya :
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاء فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخِّرِ بَيْنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Artinya : Sesungguhnya didalam kejadian langit dan bumi, pergantian siang dan malam, berjalannya kapal diatas lautan yang memberikan manfaat pada manusia semuanya, juga hujan yang diturunkan Allah dari langit yang menghidupkan bumi setelah mati, pergerakan angin dan mendung diantara langit dan bumi. Sesungguhnya yang demikian itu jadi tanda bukti akan kekuasaan Allah bagi orang- orang yang berakal.
الله اكبر x3
Karena itu jama’ah rahimakumullah, pada hari yang agung ini gema tahmid dan takbir memenuhi jagat raya, semua itu adalah suara hamba- hamba Allah yang setia dan teguh memegang millah Allah, yang kita semua yakini sesungguhnya Allah dan hanya Allah yang maha agung yang mempunyai hak disembah, dipuja dan dipuji. Hanya pada Allah tempat kita berlindung, tempat kita semua berharap dan bergantung demi kepentingan hidup didunia dan akhirat.
Hari ini, hari yang suci ini adalah hari yang sangat agung yang melambangkan kesucian dan keluhuran dari ajaran agama Islam, dijadikan suatu symbol persaudaraan, persatuan dan kerukunan juga persamaan yang menjadikan tegak kokohnya tali Islam sedunia, melestarikan duduk sama rendah berdiri sama tinggi didalam kalimah tauhid :
لااله الاالله محمد رسول الله
Bahwa Islam adalah agama yangيعلى عليه يعلو ولا
Dengan mengambil hikmah hari raya ini, maka umat Islam wajib menggalakkan persatuan yang kokoh kuat antara kita, mengantisipasi perpecahan dengan menghilangkan fragmen- fragmen amarah, buruk sangka, dengki dan semua sifat- sifat yang tidak baik, agar kita tetap dalam ukhuwa islamiyah yang suci :
المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضهم بعضا. الحديث
Artinya : Mukmin dengan mukmin lainnya itu laksana sebuah bangunan, yang bagian yang satu menguatkan bagian yang lainnya.
Yakni masyarakat Islam itu diibaratkan suatu bangunan yang sanggup menahan arus abrasi pada percekcokan dan salah faham, yaitu satu bangunan yang sanggup melestarikan agama juga mampu membendung arus krisis moral yang sekarang sudah merusak dan menguasai umat; dekadensi moral dianggap kemajuan, liberalisasi (kebebasan) informasi tanpa filter sudah dianggap suatu kemestian syarat modernisasi, menafsirkan ayat- ayat dengan nyleneh dianggap suatu kepandaian, hingga pada taraf peng-akuan akan kenabian.
Orang- orang sekarang ini sepertinya sudah tidak lagi mempunyai sumber standar untuk kembali tentang segala sesuatu. Padahal dihadapan mata kita dari dulu hingga kiamat, Islam telah menghadirkan Al- qur’an sebagai formulasi akan pegangan hidup, ditambah lagi dengan sunah- sunah Nabi saw. Namun tetap saja manusia tidak tertarik untuk berlindung didalamnya. Padahal jika manusia mau
berlindung didalamnya sudah menjadi kemestian dan jaminan semua problem hidup dan kehidupan akan tuntas dengan baik. Tidak hanya hidup didunia ini bahkan hidup yang kita sendiri belum mengalaminya, Islam sudah merumuskan cara- cara dan pegangan akan keselamatan hidup sesudah mati.
Hal seperti itulah para mustami’in sekalian, gambaran umat Islam didalam membina persatuan yang suci, kokoh seperti konstruksi bangunan. Tidak sama halnya dengan keadaan masyarakat orang- orang munafik yang disebut didalam
al- qur’an :
لَا يُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعاً إِلَّا فِي قُرًى مُّحَصَّنَةٍ أَوْ مِن وَرَاء جُدُرٍ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعاً وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُونَ
Artinya : Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.
Umat Islam tidaklah seperti halnya orang munafik, akan tetapi tetap dalam persatuan yang hakiki, luhur dan suci, sebab telah jelas sesungguhnya :
االاتحاد اساس النجاح
Artinya : Persatuan adalah pangkal kemenangan.
Dan pada hari ini, mari kita semua sama- sama membina persatuan, persaudaraan dan kerukunan:
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ
Saudara- saudara jama’ah majlis “Nurul Yaqin” yang diberkahi Allah. Selain yang telah disebut diatas, hari raya ‘Idul fithri yang agung ini juga dijadikan suatu symbol syi’ar agama Islam, ini tepat digemakan sebagai penutup “shaumu ramadlan” yang dilaksanakan sebulan lamanya. Maka dari itu merayakan ‘idul fithri dengan kumandang takbir dan tahmid juga termasuk :
شعار من شعائر الله
الله اكبر x3
Setelah umat Islam digembleng dengan puasa, maka diharapkan supaya kaum muslimin didalam hidupnya mendapatkan suatu kebahagiaan dunia dan akhirat, mampu menegendalikan hawa nafsu, sabar juga ulet dalam menghadapi zaman. Sehingga tidak mudah dipengaruhi keadaan yang bagaimanapun, tetap kokoh pada syari’at Islam yang adi luhung.
Maka setelah puasa, datanglah hari raya ini untuk memberikan kebahagiaan bagi umat Islam, hari yang penuh kemenangan, penuh harapan untuk menuju hidup yang lebih suci, lebih baik dari tahun- tahun sebelumnya.
Dakwahnya harus lebih ditingkatkan lagi, semua kebaikan harus lebih digiatkan lagi, lebih disempurnakan lagi. Bukan masanya lagi kita semua merasa putus asa, kita semua harus dan mesti yakin bahwa dengan puasa penuh keyakinan dan keikhlasan, umat Islam pasti terangkat derajat dan martabatnya disisi Allah juga didalam masyarakat.
Maka pada hari ini, hari yang penuh harapan ini kita harus saling ishlah mema’afkan, tolong menolong dalam permasalahan- permasalahan yang ada pada kehidupan manusia secara umum dan antara umat Islam sendiri secara khusus, hingga terbentuk secara sadar solidaritas social yang agung. Adapun pembuktian akan hal tersebut adalah dengan realisasi zakat yang memang sudah menjadi hak orang- orang yang telah ditetapkan dalam al- qur’an.
Zakat, disamping untuk mensucikan solidaritas social juga mensucikan diri kita, serta harta benda dari hal- hal yang bathil, yang haram yang syubhat. Hal seperti ini telah tercantum dalam kesucian firman- Nya :
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya : Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
الله اكبر X3
Perlu saya ingatkan kembali dalam hal ini, seringkali kita meremehkan dan menyepelekan atau memang mungkin karena ketidak-tahuan serta lupa akan hukum agama baik yang prinsipil (اصوليه) ataupun yang tidak (فروعيه), yang mahdlah ataupun ghairu mahdlah termasuk juga dalam hal mu’amalah. Kesalahan- kesalahan praktek amaliyah baik disengaja ataupun karena ketidak-tahuan kita tentang hukum seringkali kita lakukan. Semua hal itu dapatlah kita netralisir, kita sucikan yang diantara metodenya adalah dengan pengeluaran akan kotoran- kotoran yang ada pada kita berupa ‘zakat’.
Zakat, disamping berfungsi sebagai pencuci diri dan harta kita yang berhubungan dengan Allah ta’ala juga pencuci diri dan harta yang berhubungan dengan sesama. Jadi zakat itu sebagai pembuktian ibadah yang bersifat mahdlah sekaligus juga ghairu mahdlah (murni antar sesama manusia), yakni ada unsur ibadah social. Hal ini diantaranya untuk merasakan kebersamaan didalam kesengsaraan dan didalam kebahagiaan, sehingga menjadikan ukhuwah Islamiyah dan rasa solidaritas kemanusiaan yang agung nan mulya terbentuk. Sayang terhadap sesama, saling asah asih dan asuh, sehingga menjadikan umat Islam, tanah Islam, Negara yang didalamnya ada umat Islamnya sebagai :
بلدة طيبة ورب غفور.
الله اكبرX3
Maka dari itu jama’ah ‘idul fithri rahimakumullah, urutan- urutan antara ibadah puasa dengan zakat fithrah itu bertali gandengan, yang satu tidak dapat dipisahkan dengan lainnya, harus tertib dan urut. Karena itulah puasa ramadlan harus ditutup dengan zakat dan dirayakan dengan ‘idul fithri ; yakni “pesta Islami”, sebagai symbol kemenangan, kesucian , عائد, kelahiran kembali. Dan sebagai hasil dari penggodokan didalam bulan puasa diantaranya adalah :
يخرج من ذنوبهم وغفر الله لهم ما تقدم من ذنبهم
Bulan ramadlan itu bulan pencucian, bulan panen pahala bagi umat Islam, yang mempunyai makna sangat istimewa, sebab bagi yang berpuasa dalam bulan ramadlan itu, pahala dan segala urusannya itu langsung ditangani oleh Allah swt.:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ
Artinya : Tiap amal anak cucu adam itu pahalanya kembali pada yang mengamalkannya, kecuali pahala puasa, karena Allah yang langsung memberikannya. (Puasa adalah haknya Allah swt.).
Sebegitu istimewanya bulan pencucian ini (ramadlan), tidak akan sempurna, masih tergantung mengambang jika tidak dilaksanakannya satu syarat wajibnya,
yakni zakat fithrah, sebab :
صوم رمضان معلق بين السماء والارض ولايرفع الا بزكاة الفطر.
Artinya : Puasa bulan ramadlan itu tergantung antara langit dan bumi, tidak sampai pada Allah, kecuali dengan jalan mengeluarkan zakat fithrah.

الله اكبرx3
Dalil atau hujjah diatas sudah menunjukan betapa pentingnya ibada vertical berhubungan langsung dengan Allah (حبل من الله), juga ibadah horizontal, yakni ibadah social yang langsung berhubungan dengan sesame manusia (حبل من الناس). Sehingga menjadikan manusia, dunia, alam itu seimbang. Dunia dan akhirat seimbang, mahdlah dan ghairu mahdlah seimbang.
Begitulah saudara- saudara sekalian rahimakumullah. Setelah kita semua menyempurnakan dengan zakat kita baru berhak mendapatkan hadiah berupa “lebaran” ‘idul fithri. Hari lebaran ini harus kita sambut dengan suka cita. Maka dari itu pada hari raya ini “harus” tidak ada orang yang merasa sedih, bersedu sedan, meratap tangis sekalipun orang miskin. Semuanya harus menyambut dengan senyum kemenangan, senyum kebahagiaan :
اغنوهم عن الطواف فى هذا اليوم
Artinya: Cukupilah kebutuhan hidup fakir miskin semuanya dari meminta- minta pada hari ini, yakni hari raya ‘idul fithri.
Untuk itu, maka marilah kita semua gembira dengan menggemakan takbir :
وَلِتُكْمِلُوا اْلعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُاللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ ولَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya : “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagung kan Allah atas petunjuk -Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur
زَيِّنُوْا اَعْيَادَكُمْ بِالتَّكْبِيْر. الحديث
“Hiasilah hari rayamu dengan takbir.”
الله اكبر 3X
Jama’ah ‘idul fithri “Nurul Yaqin” rahimakumullah.
Hari raya ini, kita semua harus menyambutnya dengan keyakinan dan harapan, untuk masuk pada hidup yang baru, usaha yang lebih baik, amal lebih baik dan lebih banyak untuk meraih ridla Allah ta’ala.
Mari dihari yang agung ini, kita mohon semoga Allah memudahkan, melancarkan umat Islam dalam segala urusan, untuk giat beramal, dapat syi’ar Islam pada masyarakat umum. Sehingga terbentuk didalam masyarakat : pergaulan yang sehat Islami, amal yang ikhlas, cita- cita yang sehat, hati yang sehat, fikiran yang sehat dan tentu saja ukhuwah Islamiyah yang suci.
Hanya kepada Allah kita semua mohon taufiq dan hidayah; semoga Allah memberikan jalan yang lurus, melapangkan ilmu, rizqi yang halal dan manfa’at. Amin………….

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَان الرَّجِيْمِ : وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ ربِّهِ ونَهَيَ النَّفْسَ عَنِ اْلَهوَى فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ اْلمَأْوَى.

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْن


الخطبة الثانيه

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصيْلاً, لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ ولله الحمد.
اْلحَمْد للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. اَمَّا بَعْدُ, فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ.وَاعْلَمُوْا اَنَّ الله اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى : اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ وسلم وبارك عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْاعدائك اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخسرين. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فاَذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ


Bagikan Artikel ini ke Facebook