E-KINERJA.COM

Laporan Harian, Penyimpanan Dokumen, Publikasi Artikel/ Tulisan, dan Chatting

Tiga Upaya Pemerintah Pulihkan Tolikara

Dibaca: 853 kali, Dalam kategori: Pemerintahan, Diposting oleh: Admin lihat profil
pada tanggal: 2015-08-14 14:14:30 wib


Tiga Upaya Pemerintah Pulihkan TolikaraMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa setidaknya ada tiga upaya Pemerintah yang ditempuh untuk memulihkan kehidupan dan kerukunan antar umat beragama di Tolikara, Papua. Ketiga hal itu adalah rehabilitasi, penegakan hukum, dan peningkatan dialog antar umat beragama.

Penegasan ini disampaikan Menag Lukman Hakim Saifuddin (LHS) usai membuka acara Konsultasi Pembinaan Kehidupan Beragama dalam Konteks Masyarakat Majemuk se Papua, Maluku, dan Papua Barat, Sorong, Kamis (13/08). Ikut mendampingi Menag, Dirjen Bimas Kristen Oditha R Hutabarat dan Kakanwil Papua Barat Urbanus Rahangmetan beserta jajarannya. Acara yang akan berlangsung dari tanggal 13-15 Agustus ini diikuti oleh sekitar 100 tokoh agama di Papua.

Menurut Menag, sejak terjadi kasus itu, Pemerintah segera melakukan rehabilitasi, tidak hanya memberikan perbaikan pada bangunan fisik yang rusak, bangunan yang dibakar, tapi juga penanganan kepada sejumlah korban yang luka agar segera dikakukan rehabilitasi. “Segera dilakukan rehabilitasi supaya kondisi bisa seperti sediakala,” ucap Menag.

Upaya kedua adalah melakukan proses dan penegekan hukum. Menurut Menag, semua pihak yang terlibat dalam kasus Tolikara harus diproses hukum. “Pemerintah sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan, agar diketahui siapa saja aktor-aktor intelektual di balik kejadian itu, dengan harapan agar tidak terjadi di tempat lain,” tuturnya.

Ketiga, lanjut Menag, membangun dialog-dialog yang lebih intensif antara tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah pusat maupun daerah, agar bisa menyamakan pandangan dalam menyikapi keragaman. Karena, sudah kita ketahui bangsa Indonesia adalah masyarakat yang beragam.

Bagi Menag, sedari dahulu Papua dikenal sebagai bumi damai. Para tokoh agamanya memiliki tingkat kearifan yang cukup tentang bagaimana menghormati perbedaan yang ada. Menag yang juga pernah tinggal pada tahun 1977 di Tanah Papua, tepatnya di Jaya Wijaya, menyampaikan bahwa Bumi Cendrawasih adalah bumi yang damai. “Sedari dulu Papua tidak pernah ada kerusuhan,” kata Menag.

Penguatan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam memfasilitasi proses dialog antar umat beragama di Papua seperti ini, menurut Menag merupakan bagian penting dari upaya untuk terus mendiskusikan persoalan umat, mempererat persaudaraan, serta menyamakan pandangan dalam menyikapi keragaman.

Sumber: http://kemenag.go.id

Bagikan Artikel ini ke Facebook